KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
DIBATASI, PENDAKIAN KE GUNUNG SLAMET
Meski sudah diturunkan statusnya dari siaga menjadi waspada mulai Senin (29/6) pukul 14.00 WIB, pendakian ke Gunung Slamet masih tetap dibatasi…BACA SELNGKPANYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS, 1 JULI 2009, HAL. 17
 
PEMKAB BEKASI TERTIBKAN LIMBAH B3
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bekasi akan menertibkan industri yang khusus mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi satu kawasan. Itu karena limbah B3 yang di hasilkan dari enam kawasan industri di kabupaten belum tertangani dengan baik. Limbah yang di hasilkan industri-industri ini kebanyakan di buang begitu saja ke sungai, tanpa di olah terlebih dahulu di dalam instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)…………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 2 JULI 2009, HAL. 16
 
BPLS TERUS MENANGANI SEMBURAN DI PORONG
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berupaya melokalisasi material pasir, lumpur, air, dan gas metan yang menyembur di rumah Okky Andriyanto, warga Desa Siring Barat, Kecamatan Porong, Sidoarjo, sejak pekan lalu…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RTABU, 1 JULI 2009, HAL. 17
 
REKOMENDASI TPA BANTARGEBANG TAK DISETUJUI
Pemerintah Kota Bekasi tidak menyetujui rekomendasi Dewan yang menginginkan perpanjangan waktu pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang hanya lima tahun. Alasannya, investasi proyek listrik sampah senilai Rp 700 miliar tidak menguntungkan jika waktu pengelolaannya dipangkas…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS, 2 JULI 2009, HAL. B2
 
DITANGKAP PENCURI TERUMBU KARANG
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap kapal nelayan Vietnam yang mencuri terumbu karang di Laut Natuna. Beberapa waktu lalu, Patroli Departemen Kelautan dan Perikanan menangkap delapan kapal China dan lima kapal Vietnam karena mencuri ikan.Penangkapan kapal nelayan Vietnam berbobot mati 20 ton dilakukan Kapal Patroli Merpati 627, Sabtu (27/6) pukul 16.00. Kapal yang dinakhodai Tran Dinh Hoan dengan 17 anak buah kapal (ABK) itu ditangkap saat mengambil terumbu karang jenis Antiphates spp, koral hitam kelompok Anthozoa yang dilindungi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 JULI 2009, HAL. 22
 
SEMBURAN LUMPUR DI SERANG MULAI SURUT
Semburan lumpur di Kampung Astana Agung, Serang, Banten, mulai surut. Kemarin ketinggian semburan hanya sekitar 30 sentimeter. Saat pertama kali terjadi, lumpur menyembur hingga ketinggian 13 meter. Semburan kini lebih banyak mengandung air dibanding lumpur dan pasir…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS, 2 JULI 2009, HAL. A9
 
LAHAN KRITIS DI KALTENG 9,595 JUTA HEKTAR
Degradasi lahan di Provinsi Kalimantan Tengah makin meluas. Data Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Kahayan dan Barito menunjukkan, luas lahan kritis di Kalteng akhir tahun 2008 mencapai 9,595 juta hektar. Jumlah itu setara 62 persen dari 15,3 juta hektar luas provinsi. Tiga tahun lalu, luas lahan kritis Kalteng 7,5 juta hektar. Realisasi Gerakan Rehabilitasi Lahan dan Hutan di Kalteng tahun 2008 hanya 10.800 hektar dari target 25.100 hektar lahan kritis.Pemerintah Provinsi Kalteng kini berusaha mencari terobosan untuk mengurangi lahan kritis melalui Gerakan Bersama Memanfaatkan Lahan Telantar……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 JULI 2009, HAL. 22
 
20 TITIK API DI RIAU
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru mendeteksi keberadaan 20 titik api Provinsi Riau. Staf analisis BMKG Kota Pekanbaru, Sanya, mengatakan, 20 titik api itu terpantau oleh satelit NOAA 18. "Sebanyak 20 titik api itu mengindikasikan bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di enam wilayah di Riau," katanya, di Pekan baru, Rabu (1/7)………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 2 JULI 2009, HAL. 2
 
PENGELOLA BANTARGEBANG INCAR SAMPAH BANDUNG
Perusahaan pengelola sampah PT Patriot di bantargebang, Bekasi, tertarik mengelola sampah Bandung Raya. Perusahaan itu, menurut Kepala Badan Perencanaan Daerah Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja, menawarkan pengelolaan sampah dengan iming-iming."Pemerintah daerah yang membuang sampah ke lahan, mereka yang membayar jasa pengolahannya untuk setiap tonnya," kata Deny di Bandung, kemarin…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS, 2 JULI 2009, HAL.A8
 
PEMANASAN GLOBAL : PERDAGANGAN KARBON DARI LAUT
Menjelang pertemuan World Ocean Conference di Manado, 11-15 Mei 2009, mencuat usulan perdagangan karbon bersumber dari lautan. Menteri Kelautan dan Perikanan mengklaim bahwa laut dan pantai Indonesia mampu menyerap karbon 66,9 juta ton per tahun dan karbon dioksida (CO) 245,6 juta ton per tahun. Pemerintah meyakini, dengan mengusung gagasan ini di WOC akan mendapatkan keuntungan dari negara-negara penghasil emisi atas jasa serapan lautnya terhadap karbon. Jika demikian, negara-negara industri maju tetap leluasa melepaskan emisi karbon. Pertanyaannya, apakah laut sebagai penyerap karbon atau pelepas karbon?……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 2 JULI 2009, HAL. 14

Sumber:
Perpustakaan KLH