KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TAMAN MONAS KERAP JADI LAUTAN SAMPAH
Minimnya kesadaran pengunjung, membuat kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, kerap menjadi lautan sampah. Kawasan taman seluas 60 hektare yang menjadi maskot Ibu Kota Negara RI ini menghasilkan 10 hingga 12 kubik sampah per hari. "Namun petugas tidak bisa memantau semua pengunjung di taman itu. Bahkan, papan yang bertuliskan ‘Jangan membuang sampah sembarang’ hilang entah kemana," katanya saat inspeksi mendadak di kawasan Monas, Ahad (12/7). Ia mencatat, setiap hari Taman Monas sedikitnya terdapat 10-12 kubik sampah yang berasal dari pengunjung………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 13 JULI 2009, HAL. 16

PEMBAKARAN HUTAN TERUS MENINGKAT
Membakar hutan untuk membuka lahan ketika tingkat kekeringan berada pada level ekstrem dapat mengakibatkan api menyebar luas hingga sulit dikendalikan dan menimbulkan kabut asap. Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di sembilan kabupaten/kota dengan 38 hotspot……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 13 JULI 2009, HAL. 11

TANAH SIRING AMBLES KARENA TERPENGARUH PUSAT SEMBURAN LAPINDO
Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain menyatakan amblesnya tanah di Desa Siring Barat, Sidoarjo, karena pengaruh pusat semburan lumpur Lapindo. Hal serupa terjadi pada kawasan tanah di luar tanggul lumpur. Menurut Zulkarnain, fenomena itu bisa dilihat dari sudut kemiringan bangunan rumah di sisi barat tanggul, khususnya perumahan warga Siring Barat. Bila diperhatikan, bangunan di sana tampak condong ke arah timur. Pada 2006, ia menambahkan, penurunan tanah di sekitar pusat semburan hanya 1-2 sentimeter per hari……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 13 JULI 2009, HAL. A4
 
TAMBANG EMAS PARIGI DITERTIBKAN
Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi akan menertibkan penambangan emas liar di desa Lobu kecamatan Moutong. Menurut Wakil Bupati Kabupaten Parigi Samsurizal Tomboloutut, penambangan emas yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitarnya……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 13 JULI 2009, HAL. A8
 
WARGA MINTA KEJELASAN : SEMBURAN LUMPUR JUNI DAN JULI 2009 JUGA TAK BISA DIHENTIKAN
Setelah tiga tahun peristiwa semburan lumpur, masih ada 390 kepala keluarga di RT 1, 2, 3, dan 12 Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang telantar. Mereka menuntut kejelasan dan komitmen pemerintah dalam memberikan ganti rugi rumah mereka yang terkena semburan lumpur baru.Semburan lumpur baru yang dimaksud ialah peristiwa pada akhir Juni 2009 dengan munculnya semburan gas dan lumpur di RT 3 RW 1 Desa Siring…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 JULI 2009, HAL. 23
 
HARIMAU SUMATERA : SALMA DIPINDAH KE TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN
Salma, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), tangkapan petugas balai konservasi sumber daya alam Provinsi Jambi, menjalani proses pelepasliaran ke kawasan Tampang Belimbing, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung, Minggu (12/7).Drh Wisnu Wardhana, dokter yang sehari sebelumnya mengadakan tes kesehatan umum, menyatakan, Salma dalam kondisi sehat. Bekas luka tembak sedalam tiga sentimeter di dahinya telah pulih…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 JULI 2009, HAL. 23

PENAMBANGAN BATUGOSOK TAK SESUAI
Secara administratif, keputusan Bupati Manggarai Barat Wilfridus Fidelis Pranda memberikan izin pengelolaan penambangan emas di Batugosok menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Kawasan itu sebagaimana dirinci dalam Peraturan Daerah Manggarai Barat Nomor 30 Tahun 2005 jelas peruntukannya sebagai zona komersial pariwisata, bukan untuk pertambangan.Demikian antara lain hasil temuan tim gabungan dari Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional Nusa Tenggara meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah pejabat berbagai instansi terkait dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 JULI 2009, HAL. 23

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH