KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BANDARA JAMBI LUMPUH : INDONESIA DIDESAK MERATIFIKASI KESEPAKATAN ASEAN TENTANG ASAP

Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, hari Minggu (8/10) lumpuh. Seluruh penerbangan dari Jakarta ke Jambi dan sebaliknya, masing-masing enam kali batal berangkat dan mendarat. Asap pekat dari kebakaran lahan dan hutan, mengakibatkan Kota Jambi dan sebagian besar wilayah Provinsi Jambi gelap.Dalam kaitan asap ini, Pemerintah Malaysia mendesak Indonesia meratifikasi kesepakatan yang bertujuan mempermudah pemberian pertolongan sesama ASEAN untuk mengatasi asap. Dari semua anggota ASEAN, tinggal Indonesia yang belum meratifikasi Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: MALAYSIA DESAK INDONESIA BERGABUNG DALAM THP, REPUBLIKA, SENIN,9 OKTOBER 2006 HAL. 16 BERITA TERKAIT: PENERBANGAN DI JAMBI LUMPUH, MEDIA INDONESIA, SENIN, 9 OKTOBER 2006 HAL. 16

TANGGULANGI SEDIMENTASI : PRESIDEN : PENGERUKAN KALI PORONG DARI ENDAPAN LUMPUR HARUS DILAKUKAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di Kabupaten Sidoarjo mencegah dan menanggulangi sedimentasi lumpur di Kali Porong saat pembuangan lumpur dilakukan. Pengerukan dasar Kali Porong dari endapan lumpur harus rutin dilakukan untuk mencegah meluapnya air Kali Porong saat hujan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal itu kepada Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di ruangan VIP Bandara Juanda, Sidoarjo Minggu (8/10) sebelum bertolak ke Kabupaten Jember…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 15 BERITA TERKAIT: TINJAU LUMPUR, REPUBLIKA, SENIN 9 OKTOBER 2006 HAL. 1 BERITA TERKAIT: SELAMATKAN INFRASTRUKTUR DARI LUMPUR LAPINDO, REPUBLIKA, SENIN 9 OKTOBER 2006 HAL. 19 BERITA TERKAIT: TINJAU SEMBURAN LUMPUR, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 OKTOBER 2006 HAL. 1

COREMAP PETAKAN TERUMBU KARANG
Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) akan memetakan wilayah terumbu karang di sejumlah wilayah di Indonesia untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan terumbu karang. Dari 4,5 juta hektar terumbu karang di seluruh perairan di Indonesia, hanya 30 persen yang masih bagus. Selebihnya rusak, bahkan 25 persen di antaranya dalam kondisi kritis. Di Sulawesi Selatan, pemetaan akan dilakukan di Selayar dan Pangkep karena dari sekitar 10.000 hektar luas terumbu karang di dua kabupaten kepulauan itu, tinggal 30 persen yang masih bagus dan beragam jenisnya…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 23

PERUSAKAN HUTAN : EMPAT PEMIMPIN PT INCO JADI TERSANGKA
Kepolisian Resor Luwu Timur terus memeriksa empat pemimpin PT International Nickel Indonesia atau Inco Tbk yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan hutan lindung. Keempat orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan proyek bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air yang melampaui batas wilayah konsesi sesuai dengan kontrak karya…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 22

GAMBUT DI MUKO-MUKO TERBAKAR
Sedikitnya 25 hektar lahan gambut dan areal perkebunan sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ludes terbakar. Kebakaran yang berlangsung lebih dari sepekan itu, hingga Minggu (8/10) masih berkobar, mengancam permukiman dan ratusan hektar kebun sawit warga. Menurut Asisten II Pemerintah Kabupaten Mukomuko Husaini Nurdin kebakaran lahan gambut itu makin meluas…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 23

ASAP KEBAKARAN HUTAN MASIH TEBAL
Tak hanya di sebagian Pulau Kalimantan dan Kepulauan Riau, Kota Palembang, Sumatera Selatan sampai Ahad kemarin juga masih ditutupi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut di kawasan pantai timur Sumatera Ketebalannya pagi, siang dan sore selalu berubah-ubah …….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 19

WARGA KONSUMSI AIR EKS TAMBANG : SUMBER AIR DALAM GOA HAMPIR KERING
Berbagai gejala kekeringan melanda sejumlah daerah menyusul musim kemarau yang belum berakhir. Warga sejumlah desa di Kabupaten Balangan, Kalimantan, sebulan terakhir ini, terpaksa mengonsumsi air dari kolam-kolam bekas tambang batu bara PT Bantala Coal Mining. Warga Ambiyang, Piyait, dan Tundakan di Kecamatan Awayan itu harus berjalan dua kilometer untuk mencapai kolam bekas tambang tersebut…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 7 OKTOBER 2006, HAL.23

ATASI RUSAKNYA HUTAN BAKAU DENGAN BIOCRETE

Dua peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Institut Pertanian Bogor yakni Dr Ir Bambang Widigdo dan Dr Ir Kadarwan Soewardim, berhasil menemukan teknologi untuk mengatasi rusaknya hutan bakau yang dikenal dengan teknologi biocrete…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 22

PRESIDEN PERIHATIN PELAKU ILLEGAL LOGGING DIHUKUM TERLALU RINGAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin hukuman terhadap pelaku pembalakan liar atau illegal logging terlalu ringan mengusik rasa keadilan masyarakat. Saya dengar hukuman terhadap mereka masih sangat ringan……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL. 1

PRESIDEN TINJAU PORONG : LUMPUR MASIH BELUM BISA DIBUANG
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memahami kendala Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo yang belum bisa membuang lumpur ke Kali Porong. Tim Nasional berencana membuang lumpur pada 5 Oktober, tapi gagal karena sebagian lumpur telah mengering, debit air kali rendah, dan pemasangan pompa penyedot lumpur kurang cepat…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 OKTOBER 2006, HAL.A2

KEBAKARAN HUTAN TERLUAS TERJADI DI CIREMAI JABAR
Musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat (Jabar) menyebabkan kebakaran hutan tidak terhindarkan di beberapa tempat. Menurut Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jabar, Wawan Ridwan kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan kebakaran hutan terluas selama tahun 2006 ini…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 7 OKTOBER 2006, HAL.4

AKIBAT SEMBURAN LUMPUR DI SIDORAJO : TANAH AMBLES 12 CM PER HARI
Sebanyak empat desa atau kelurahan yang masuk kawasan ring satu dan berstatus bahaya, tidak hanya terkena luapan semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Siring, Porong, Sidoarjo, namun juga terjadi penurunan permukaan tanah (ambles) akibat lapisan di bawahnya berongga. Hampir setiap hari pergerakan dan pergeseran tanah terus terjadi di perut bumi di bawah sumur eksplorasi Banjarpanji-1. Penurunan permukaan tanah di ring satu dalam beberapa waktu terakhir sudah menunjukkan tanda-tanda cukup ekstrem, yakni mencapai 12 cm per hari…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 6 OKTOBER 2006, HAL.19

KABUT ASAP MAKIN TEBAL : PENGUSAHA DI JAMBI SENGAJA LAKUKAN PEMBAKARAN LAHAN
Di Jambi, asap kebakaran hingga Jumat (6/10) pagi, semakin tebal melebihi kondisi dua pekan ini karena kebakaran hutan dan lahan perkebunan masih marak di beberapa kabupaten. Wakil Gubernur Jambi, Antony Zeidra Abidin seusai pertemuan dengan 60 pengusaha perkebunan, kehutanan dan para bupati di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (5/10) mengatakan, tidak terkendalinya asap kebakaran hutan dan lahan di daerah itu karena pengusaha perkebunan sengaja melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 6 OKTOBER 2006, HAL.4

SUHU DI BANDUNG TERPANAS SELAMA TAHUN 2006
di lokasi kaki barisan pegunungan, tidak lantas membuat suhu di Kota Bandung , Jawa Barat (Jabar), menjadi sejuk atau bahkan dingin. Musim kemarau yang tengah berlangsung sekarang ini mengakibatkan Bandung berada pada suhu terpanas.Stasiun Kelas I Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat pada Rabu (4/10), suhu di ibu kota Jabar ini mencapai 33,2 derajat celcius atau yang terpanas semenjak awal tahun ini…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 6 OKTOBER 2006, HAL.4 

IKAN DI WADUK CIRATA TERANCAM LIMBAH SAMPAH
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Darsono, menyatakan, keberadaan tempat pengolahan kompos (TPK) Sarimukti yang menampung sampah dari Kota Bandung dan Cimahi serta Kabupaten Bandung, mengancam kehidupan ikan di Waduk Cirata. Saat ini rembesan dari TPK Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung memang belum terjadi. Pasalnya, saat musim kemarau ini memang tidak ada air yang merembes dari tumpukan sampah di sana. Ancaman itu baru datang saat musim hujan tiba…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 6 OKTOBER 2006, HAL.4

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup