KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LIBURAN TIGA HARI SAMPAH DKI BERKURANG 300 TON
Libur akhir pekan yang disambung dengan libur nasional Isro Miraj berdampak pada volume sampah warga Jakarta yang berkurang hingga 300 ton perhari. Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna volume itu baru hitungan sementara dan belum didata secara perinci walaupun jumlah itu tidak terlampau signifikan……….BACA
SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 21 JULI 2009, HAL. 15
 
BARTER UNTUK SELAMATKAN POHON
Greg O’neill, seorang ahli genetika British Columbia Ministri of Forests and Range, sedang berupaya agar kawasan hutan di Amerika Utara diubah menjadi laboratorium lapangan untuk perubahan iklim. Dengan bertolak dari secuil teori tentang adptasi, dia berupaya mengembangkan uji coba berapa lama kiranya satu spesies pohon bisa bertahandalam daerah dengan iklim yang tidak bersahabat…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 21 JULI 2009, HAL. 21
 
RUU LINGKUNGAN : PENGELOLAAN LINGKUNGAN MASIH TERKOTA-KOTAK DAERAH
Dorongan mewujudkan pengelolaan lingkungan kewilayahan muncul dalam rapat Komisi VII DPR dengan sejumlah tokoh lingkungan, Kamis (16/7). Model pengelolaan itu didasarkan atas kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan.Dengan mengetahui daya dukung dan daya tampungnya, aktivitas berdampak buruk bagi lingkungan dapat dicegah sejak perencanaan pembangunan. Syaratnya, dibutuhkan lembaga yang kuat untuk menerapkan di lapangan.Menurut pemerhati lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Hariadi Kartodihardjo, selama ini model pengelolaan lingkungan masih terkotak-kotak batas administrasi daerah……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 18 JULI 2009, HAL. 14
 
GEMPA 5,6 SR GUNCANG DUA DAERAH

Gempa berkekuatan 5,6 pada skala Richter (SR) mengguncang ke sejumlah wilayah di Nusa tenggara Barat, siang kemarin. Guncangan sangat keras dirasakan penduduk Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram. Pusat gempa tektonik itu berada pada kedalaman 21 km arah tenggara Kota Sumbawa Besar………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 21 JULI 2009, HAL. 9
 
HUJAN MULAI TURUN, RIAU MASIH BERKABUT
Untuk pertama kalinya pada Juli 2009, hujan turun di Kota Pekanbaru dan sebagian wilayah Riau lainnya pada Minggu (19/7) malam. Namun, curah hujan belum dapat memadamkan semua titik api di wilayah tengah Pulau Sumatera itu.Senin (20/7) pagi, kabut asap menyelimuti sebagian wilayah Riau, terutama Pekanbaru. Jarak pandang sangat pendek sehingga Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II ditutup sementara.Menurut Staf Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warih S, jarak pandang pada Senin pagi hanya 300 meter. Dengan kondisi seperti itu, BMKG meminta bandara untuk menunda kegiatan penerbangan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 21 JULI 2009, HAL. 22
 
218 TITIK API MEMBARA DI 10 PROVINSI SUMATRA

Jumlah titik api dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra kembali melonjak mencapai 218 titik api. Titik api tersebut dideteksi membara di 10 provinsi di Sumatra. Kabut asap dari ratusan titik api kebakaran hutan dan lahan tersebut dalam dua hari kedepan di pastikan akan bertumpuk di wilayah Riau bagian utara dan pesisir timur Sumatra……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 21 JULI 2009, HAL. 8

Sumber:
Perpustakaan KLH