KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBAKAR HUTAN DIANCAM PIDANA
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akhirnya mengeluarkan maklumat nomor Mak/01/VII/2009 tentang sanksi pidana terhadap pembakar hutan dan lahan. Ancaman pidana dikeluarkan karena Kalimantan Barat masih diselimuti asap dalam sepekan terakhir. Maklumat yang dikirimkan ke seluruh kepolisian resor itu, kata dia, didasarkan atas informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Supadio, Pontianak, pada 18 Juli, yang menyatakan ditemukan 98 titik api yang tersebar di 11 kabupaten……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 22 JULI 2009, HAL. A8
 
KABUT ASAP SEBABKAN RIBUAN WARGA RIAU MENDERITA ISPA
Ribuan warga di Riau menderita sakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sebagai dampak menghirup kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan . Bahkan jumlah penderita semakin membengkak seiring dengan pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 22 JULI 2009, HAL. 22

JALAN TOL POTONG 40 PERSEN ALIRAN IRIGASI
Akibat perambahan kawasan hutan, jalan tol di Pulau Jawa memotong 40 persen aliran irigasi. Ini menjadi salah satu faktor perusak daerah aliran sungai yang dapat mengakibatkan berbagai bencana, seperti banjir dan longsor. Emil salim, pakar lingkungan hidup menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, seharusnya tidak terlalu banyak membuka aksesibilitas untuk memasuki kawasan hutan dan pertanian………………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 22 JULI 2009, HAL. 16
 
KABUT ASAP : POLUSI UDARA KOTA PONTIANAK MEMBURUK
Polusi udara berupa kabut asap pekat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin malam hingga Selasa (21/7) dini hari, tergolong dalam kategori berbahaya untuk kesehatan manusia. Indeks standar pencemaran udara terburuk yang terpantau mencapai 895, jauh di atas ambang batas minimal kategori berbahaya di angka 300……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 22 JULI 2009, HAL. 22
 
ANTISIPASI KEKERINGAN DENGAN AIR AKUIFER
Air tawar menjadi sumber daya yang mulai langka di banyak daerah di Indonesia, terutama saat musim kemarau panjang. Menghadapi musim yang tidak bersahabat itu, penggalian air tanah dalam di lapisan akuifer perlu dilakukan di beberapa daerah krisis. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kesulitan air di daerah yang tergolong kering adalah memompa sumur air tanah dalam. Namun, untuk mencarinya bukan hal yang mudah. Untuk mencari sumber air tanah dalam dibutuhkan sentuhan teknologi modern.Salah satu yang disodorkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) adalah dengan pendeteksian gas radon………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 22 JULI 2009, HAL. 13
 
WARGA BLOKIR TPA GALUGA
Untuk sekian kalinyan, warga kampung Lalamping, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memblokir tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Galuga, Selasa (21/7). Warga beralasan, keberadaan TPA tersebut telah mencemari lahan pertanian dan tempat tinggal mereka. Menurut warga setempat, akibat pencemaran tersebut, mereka menderita gatal-gatal dan mendatangkan penyakit lainnya. Karena itu, warga menuntut Pemkab dan Pemkot Bogor segera membebaskan tanah mereka……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 22 JULI 2009, HAL. 16
 
15 DANAU MENGALAMI SEDIMENTASI PARAH
Dua danau di Pulau Sulawesi direkomendasikan dikeruk akibat sedimentasi berat. Keduanya adalah Danau Limboto di Provinsi Gorontalo dan Danau Tempe di Provinsi Sulawesi Selatan.Keduanya masuk Program Pengelolaan Danau Prioritas Tahun 2010-2014 yang total berjumlah 15 danau. Sebanyak 15 danau lainnya masuk prioritas program rehabilitasi tahun 2015-2019.Menurut Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman, pihaknya butuh kerja sama departemen lain dan pemerintah daerah untuk memenuhi target itu………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 22 JULI 2009, HAL. 12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH