KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KABUT ASAP PEKAT MULAI GANGGU BANDARA PONTIANAK
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 23 JULI 2009, HAL.8 
 
TPA AKHIRI BLOKIR TPA GALUGA
Warga di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mengakhiri aksi pemblokiran jalan masuk ke tempat pembuangan sampah tersebut ini setelah Pemkot Bogor berjanji akan memenuhi tuntutan mereka. Kepala bidang kebersihan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Bogor, Dudi Suhardi, menyatakan, Pemkot Bogor akan membebaskan lahan warga di kampung Lalamping 2 seluas 3 hektare………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 23 JULI 2009, HAL. 16
 
SATWA LANGKA : RIBUAN TRENGGILING DIBANTAI
Departemen Kehutanan dan Polri berhasil menggagalkan enam kasus penyelundupan trenggiling (Manis javanica) dalam dua tahun terakhir. Namun, ribuan trenggiling dari hutan di Sumatera dan Kalimantan telanjur dibantai untuk diselundupkan ke Hongkong, China, dan Taiwan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 JULI 2009, HAL. 23
 
TITIK API KEPUNG BANDARA
Pembakaran lahan pertanian gambut di sekitar Bandara Supadio, Pontianak, marak sepekan terakhir. Pantauan Brigade Pemadam Kebakaran Hutan Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak menunjukkan, setiap hari ada 70-80 titik api di wilayah itu.Namun, asap yang mengepul di lahan pertanian yang berada di Kabupaten Kubu Raya itu belum sampai mengganggu operasional Bandara Supadio, Pontianak……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 JULI 2009, HAL. 23
 
PUTUSAN MENTERI KELIRU : AKAN MEMPERCEPAT KEPUNAHAN KOMODO
Telah terbit Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang pemberian izin menangkap sepuluh ekor komodo yang dilindungi undang-undang di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT guna kepentingan pemurnian genetik.Menurut Pemerhati lingkungan di Manggarai, Rofino Kant, rencana itu justru akan mempercepat kepunahan satwa langka tersebut…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 JULI 2009, HAL. 13 
 
LINGKUNGAN HIDUP : DERGRADASI BERJALAN DUA GENERASI
Proses degradasi lingkungan hidup saat ini telah berjalan dua generasi, dengan tingkat kerusakan 30 persen-40 persen. Sebaliknya, perbaikannya tak bisa dilakukan satu generasi karena terkait tingginya biaya perbaikan kerusakan, selain adanya persoalan sosial dan ekonomi.Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar seusai membuka