KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GREENPEACE DESAK PEMERINTAH LINDUNGI HUTAN
Semakin banyaknya kasus kerusakan hutan membuat sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melindungi hutan. Sementara itu, Kaban mengaku telah gencar melakukan konservasi hutan. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, Mengatakan, saat ini LSM-LSM melakukan sejumlah tindakan melindungi hutan karena menilai Pemerintah Indonesia gagal mengatasi penjahat hutan………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. 5
 
WALHI JATIM NILAI SP3 KASUS LAPINDO TERBURU-BURU
Tindakan Polda Jawa Timur yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dinilai Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Timur sebagai tindakan teledor dan terburu-buru. Alasan tidak adanya saksi mata dan saksi ahli yang bisa membuktikan adanya hubungan antara semburan lumpur dan eksplorasi sumur Banjar Panji I tidak bisa begitu saja diterima ……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. 6
 
HAMPIR 1.000 WARGA SELAMAT
Hampir 1.000 warga korban longsor ditemukan dalam keadaan hidup. Mereka ditemukan di tiga desa yang ada di wilayah pegunungan Kohsiung, Taiwan. Sebelumnya, ketiga desa tersebut di timpa longsor akibat topan Marakot yang melanda Taiwan………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. 10
 
SEHARI ADA 2705 TITIK API
Greenpeace mengidentifikasi ada 2705 titik api di Riau Sumatera dan kalimantan dalam dalam pada tanggal 4 Agustus 2009. Organisasi lingkungan internasional itu menilai pemerintah tidak serius menanggulangi kebakaran hutan. Titik api paling banyak terdeteksi di Kalimantan…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. A7
 
KEBAKARAN LAHAN DI KALTENG SEMAKIN TIDAK TERKENDALI
Kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah sudah tidak terkendali lagi sehingga asap diproduksipun semakin membuat gelap udara. Akibatnya kualitas udara yang terdeteksi oleh alat Badan Lingkungan Hidup mencapai titik terburuk. Pembakaran lahan semula dilakukan warga dengan alasan membersihkan kapling dan membuka lahan untuk berkebun……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 12 AGUSTUS 2009, HAL. 13
  
TANGGUL PENAHAN LUMPUR LAPINDO AMBLES LAGI
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo(BPLS) kini terus melakukan penimbunan atas tanggul penahan lumpur yang ambles di titik 76-77 desa Glagaharum Kecamatan Porong. Penurunan permukaan tanah tanggul sepanjang 250 meter dengan kedalaman 3 meter membuat warga di sekitar panik dan takut…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 12 AGUSTUS 2009, HAL. 13
 
LADANG EMPUK EKSPLOITASI ALAM
Kepulauan Riau memiliki luas laut 242.497 kilometer persegi (95 persen) dan luas darat 10.104 kilometer persegi dengan 2.408 pulau. Kekayaan sumber daya alam pun berlimpah. Dari minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Natuna hingga bauksit di Kabupaten Bintan. Ikan dan hasil laut ada di seluruh perairan Kepri, khususnya perairan Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna.Ironisnya, kekayaan alam di daerah itu tidak mampu menggerakkan ekonomi dan pembangunan daerah………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. 33
 
INDONESIA MINIM PENELITI SATWA LIAR
Indonesia dengan kekayaan hayati melimpah hingga kini tidak didukung kecukupan jumlah peneliti satwa liar. Akibatnya, banyak informasi keanekaragaman hayati Tanah Air yang belum terdeteksi jenis dan potensinya.Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Nuramaliati Prijono, sangat mungkin banyak satwa yang punah sebelum diketahui data dan informasinya………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 13 AGUSTUS 2009, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KLH