KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MALAYSIA INGATKAN INDONESIA: SERBUAN ASAP BISA TIMBULKAN KEMARAHAN
Menteri Kesehatan Malaysia memperingatkan bahwa serbuan asap tebal akibat kebakaran hutan di Indonesia dapat menimbulkan kemarahan terhadap Indonesia. Kami berharap Pemerintah Indonesia lebih proaktif dalam membantu mengatasi masalah ini………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. 11

INDONESIA AKUI BELUM BISA ATASI KABUT ASAP: HUJAN BUATAN SUDAH DIMULAI, TINGGAL TUNGGU KONDISI AWAN
Pemerintah Indonesia mengakui belum bisa mengatasi asap pekat yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Teknologi hujan buatan belum bisa dilakukan karena jumlah awan belum bisa disemai untuk menghasilkan hujan buatan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. 13 BERITA TERKAIT: ASAP MAKIN PEKAT DUA KAPAL TABRAKAN, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 OKTOBER 2006 HAL. 1 BERITA TERKAIT: CALON PENUMPANG KECEWA PEMBATALAN PENERBANGAN, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. 7 BERITA TERKAIT: KAPAL TABRAKAN KARENA KABUT ASAP, KORAN TEMPO SELASA 10 OKTOBER 2006 HAL. A14

PERSOALAN KEPEKATAN LUMPUR BELUM TERJAWAB
Persoalan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang terlalu pekat atau terlalu kental belum terpecahkan. Akibatnya, sampai dengan Senin (9/10) sore, lumpur belum juga bisa dialirkan ke Sungai Porong yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kolam penampungan di Desa Besuki, Kecamatan Jabon………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. 24 BERITA TERKAIT: LUMPUR LAPINDO KE LAUT DI MUSIM HUJAN, KORAN TEMPO, SELASA 10 OKTOBER 2006 HAL. A6

HUMBANG HASUNDUTAN AKAN TINJAU ULANG HTI MILIK TPL
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan akan meninjau ulang hak guna usaha dari hutan tanaman industri PT Toba Pulp Lestari di wilayahnya. Menurut Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi , izin pengusahaan hutan tanaman industri diberikan pemerintah pusat, namun pemerintah kabupaten dapat meninjau sertifikat hak guna usaha atas kawasan HTI………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. 24

WARGA RUSAK RUMAH PEMBAKAR HUTAN
Sekitar 20 warga Desa paku dan Donge kemarin mengobrak-abrik rumah Nawawi, 40 tahun, karena dia disangka membakar hutan. Kebakaran hutan meluas hingga ketiga desa di Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dengan membawa golok dan parang panjang, mereka menghancurkan rumah Nawawi berikut isinya……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. A3

AEROSOL PICU RUSAKNYA ATMOSFER
Aerosol menjadi salah satu pemicu terjadinya kerusakan atmosfer. Salah satu dampak buruk aerosol adalah terjadinya kebakaran dan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Pertemuan para ahli lingkungan di New York, minggu lalu, menyimpulkan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap seperti terjadi di Indonesia sangat terkait dengan kerusakan di atmosfer bumi……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. A1

MENGAIS REJEKI DI RANAH PERTAMBANGAN
Sektor pertambangan di Tanah Air menuai benih konflik. Pekan lalu terjadi demonstrasi massa yang berujung kerusuhan dan aksi vandalisme terhadap fasilitas publik di Kantor Polda Bangka Belitung (Babel) dan Kantor Gubernur Babel………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. A1

POLDA KALSEL TUTUP TAMBANG PT BERKAT BANUA INTI
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan kembali menutup lokasi penambangan batu bara milik PT Berkat Banua Inti di Desa Sungai Dua, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, karena berada di kawasan hutan produksi konversi……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL. A6

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup