KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENCEMARAN OZON MELONJAK AKIBAT KEBAKARAN LAHAN
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera sejak bulan lalu telah mengakibatkan pencemaran gas ozon di permukaan meningkat dua kali lipat. Ozon yang memiliki unsur kimia 03 ini terbentuk akibat radiasi sinar ultraviolet Matahari terhadap gas karbon monoksida hasil dari pembakaran material organik itu. Menurut Dr Ninong Komala, peneliti Bidang Pengkajian Ozon dan Polusi Udara pencemaran ozon—yang merupakan gas beracun dan sangat reaktif—ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi penduduk sekitar yang menghirupnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 12
MALAYSIA TERUS TEKAN INDONESIA
Serbuan asap akibat kebakaran hutan di Indonesia semakin membuat negara tetangga berang. Sekitar 100 aktivis partai oposisi Malaysia, Selasa (10/10) di Kuala Lumpur, berunjuk rasa menuntut Pemerintah Indonesia segera mengatasi asap. Sejauh ini, Indonesia adalah satu-satunya dari 10 negara ASEAN yang belum meratifikasi Perjanjian ASEAN mengenai penanganan polusi asap secara lintas batas yang disepakati tahun 2002……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 10
KESUNGGUHAN MENGATASI ASAP
Menyedihkan, setiap tahun Indonesia harus menghadapi bencana yang selalu sama: kabut asap dan kebakaran hutan. Tahun ini pemerintah malah angkat tangan, tak bisa lagi mengatasi masalah asap. Asap, kata Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban, sekarang ini hanya bisa diatasi oleh hujan lebat–yang baru akan datang pada pertengahan Oktober ini. Padahal bencana asap saat ini sudah gawat. Di Singapura, misalnya, Badan Lingkungan Hidup Nasional setempat mengumumkan bahwa indeks kualitas udara pada Sabtu pekan lalu adalah indeks terburuk sejak 1997……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. A2
2.800 HEKTARE HUTAN DI JABAR DAN BANTEN TERBAKAR
Luas hutan yang terbakar di wilayah Perum Perhutani Unit III Jawa Barat (Jabar) dan Banten bertambah sekitar 388,11 hektare selama Oktober ini. Dengan penambahan itu luas hutan yang terbakar lebih dari 2.800 hektare. Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten Andri Suyatman sampai saat ini kerugian mencapai Rp 467 juta……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL.1
ATASI KABUT ASAP : HENTIKAN PEMBERSIHAN DAN PEMBAKARAN LAHAN
Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menegaskan, untuk mengatasi kabut asap sebaiknya pemerintah menghentikan segala bentuk kegiatan pembersihan dan pembukaan lahan (land clearing) yang dilakukan pengusaha dan petani di Jambi selama musim kemarau ini. Penghentian itu merupakan cara paling efektif menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL.4
30 HEKTARE TN SEBANGAU KALTENG TERBAKAR
Sedikitnya 30 hektare dari 586.700 hektare wilayah hutan lindung di Taman Nasional (TN) Sebangau, Kalimantan Tengah (Kalteng), ludes dilalap api dalam kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau tahun ini.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 423/ Menhut II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 TN Sebangau memiliki areal seluas 568.700 hektare……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 10 OKTOBER 2006, HAL.4
MALAYSIA DAN SINGAPURA DESAK PERTEMUAN ANTARMENTERI
Malaysia dan Singapura mendesak diadakannya pertemuan antar menteri lingkungan hidup se-Asia Tenggara. Menurut Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Malaysia Azmi Khalid pertemuan itu perlu untuk menekan Indonesia agar menempuh langkah nyata dalam mengatasi masalah asap…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 16
KONSENTRASI OZON PERMUKAAN MENINGKAT AKIBAT ASAP
Berlarutnya penangan kebakaran hutan di sejumlah daerah di indonesia dikhawatirkan dapat menghadirkan satu lagi masalah lingkungan. Tebalnya asap akan berpengaruh pada tingakat konsentrasi ozon permukaan yang banyak mengandung gas polutan …..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 22
AWAL MUSIM HUJAN MUNDUR: BENCANA KABUT ASAP AKAN BERLARUT-LARUT
JAKARTA (Media): Awal musim hujan diperkirakan akan mundur hingga Desember mendatang dari semula Oktober ini. Akibatnya kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan akan berlarut-larut karena pemerintah menggantungkan pemadamannya pada hujan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), rata-rata waktu awal musim hujan di Tanah Air akan mundur dari jadwal normal. Seharusnya, Oktober ini sebagian besar wilayah barat Indonesia sudah memasuki musim hujan. Sedangkan di wilayah tengah dan timur Indonesia, curah hujan akan minim …..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 16
KLH PERLU BUAT PROGRAM NYATA
Komisi VII DPR Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) memebuat program-program yang lebih nyata untuk menangani dan mengendalikan pencemaran serta kerusakan lingkungan hidup. Sebab, program-program KLH selama ini dinilai lebih mengutamakan kajian. …..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. A1

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup