KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASIKAN KONSTRUKSI TAHAN GEMPA
Pemerintah disarankan perlu lebih serus lagi dalam menyosilisasikan penggunaan konstruksi tahan gempa terhadap masyarakat. Tujuannya untuk mengurangi potensi korban jiwa akibat korban jiwa di masa mendatang. Salah satunya, lanjut sengara, pembangunan rumah perlu menggunakan beton bertulang untuk memperkuat konstruksi………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL. 10

HUTAN MANGROVE DI MALANG RUSAK
Kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama lima tahun terakhir, dilakukan oleh nelayan pendatang yang membabatnya untuk parkir perahu. Penyebab lain, masyarakat menebanginya untuk kayu bakar………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL. 11

JAWA BERPOTENSI DIGUNCANG GEMPA 9 SR
Awal September ini, giliran gempa bumi mengguncang Jawa Barat. Pusatnya berada di perairan barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala Richter (SR). Menurut pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawidjaja, setelah diteliti, rupanya gempa tidak berpusat pada tumbukan lempeng-lempeng Australia dan Eurasia di dasar samudra alias gempa berada di luar zona batas lempeng (subduksi). Artinya, masyarakat Jawa Barat baru saja terhindar dari gempa bumi dahsyat yang bisa mencapai kekuatan 9 SR………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL.9

DEPHUT YAKIN PENUHI TARGET 230 JUTA POHON
Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) Departemen Kehutanan (Dephut) Indriastuti yakin memenuhi target penanaman 230 juta pohon dalam program One Man One Tree (OMOT) atau Satu Orang Satu Pohon pada akhir 2009 tercapai.Menurut Indriastuti, berdasarkan data yang masuk ke Dephut, sejak Februari hingga Agustus 2009, sudah tertanam sebanyak 22 juta pohon di 25 provinsi. Masih ada delapan provinsi lainnya yang belum memasukkan data penanaman pohon di wilayah mereka.Sesuai rencana, dari target 230 juta pohon yang tertanam tahun ini, Dephut akan menyediakan sebanyak 36 juta bibit pohon………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL. 8

PEMERINTAH HARUS TERUS MEMBANGUN PULAU JEMUR
Akibat kurang mendapat perhatian, objek wisata Pulau Jemur yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau kini diklaim Malaysia sebagai wilayah Negara Bagian Selangor. Kekayaan alam ini seharusnya mendapat perhatian dengan membangun infrastruktur, karena merupakan pulau terdepan yang berbatasan dengan Malaysia………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 SEPTEMBER 2009, HAL. 13

GEMPA HANCURKAN RATUSAN RUMAH DI CILACAP
Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang terjadi Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB, memporakporandakan ratusan rumah dan bangunan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Warga yang masih trauma dengan tsunami 2006 sempat panik dan mengira bencana tsunami terulang sehingga mereka berlarian ke bukit. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Cilacap Asifudin, di Cilacap menjelaskan, gempa tersebut terasa kencang di 11 kecamatan dari 24 kecamatan yang ada………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 SEPTEMBER 2009, HAL. 13

UDARA DI PALANGKA RAYA SEMAKIN TIDAK SEHAT
Setelah ditetapkan siaga darurat kebakaran lahan dan hutan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kondisi udara semakin menjadi kotor. Asap bercampur partikel debu semakin pekat mengakibatkan udara masuk kategori sangat tidak sehat. Alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipasang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalteng di pinggiran Bundaran besar Palangka Raya, Rabu (2/9) menunjukkan, kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat mencapai angka pencemaran 383……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 SEPTEMBER 2009, HAL. 13
 
MENEG LH : PRIORITASKAN KORBAN LUMPUR LAPINDO
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), diminta memprioritaskan penyelesaian persoalan kesejahteraan masyarakat korban lumpur Lapindo, yang sampai saat ini belum tuntas. Penyelesaian masalah itu, dipandang sangat penting, karena semburan lumpur masih terus terjadi hingga sekarang, dan mengakibatkan kerugian besar bagi warga.Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar,hingga saat ini, Dewan Penasihat BPLS belum melakukan rapat, terkait peningkatan semburan lumpur baru yang mengancam jebolnya tanggul terluar……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 SEPTEMBER 2009, HAL. 6

KALPATARU : FUNGSI HUTAN ADAT BULUHCINA AKAN DIKEMBALIKAN
Hutan adat atau hutan wisata Buluhcina di Kampar, Riau, yang dirusak pengelolanya, Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung, akan dikembalikan ke bentuknya semula. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Riau Zulkifli Yusuf, pihaknya sudah menetapkan untuk mengembalikan fungsi hutan itu seperti sedia kala dan ke depan, rencana pembukaan jalan di tengah hutan itu tidak akan pernah diizinkan oleh Pemerintah Provinsi Riau……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL. 24

DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG JADI HARAPAN : PENCEMAR LINGKUNGAN DIPASTIKAN TERKENA SANKSI
Kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi salah satu harapan bagi masa depan lingkungan.Kalau tidak ada tentangan keras, RUU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang disetujui Badan Musyawarah DPR pada Kamis (3/9) itu akan disahkan dalam rapat paripurna, Selasa, 8 September 2009. RUU PPLH juga mengatur pidana. Sanksi pidana pencemaran ditetapkan dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan denda Rp 3 miliar………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 4 SEPTEMBER 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH