KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SUBANG TAK SERIUS TANGANI SAMPAH
Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, tak serius menangani masalah sampah. Buktinya, dari 68 ribu meter kubik sampah yang di buang warga Subang per hari, hanya 5 persen yang di buang ke tempat pembuangan akhir. Kepala Bidang Kebersihan Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Subang Fery Afiat mengatakan baru 5.000 meter kubik sampah yang bisa ditampung di tempat pembuang akhir……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. A9

TAK CUKUP POHON, BATU PUN BISA
Untuk memperlambat laju pemanasan global, ilmuan di dunia menelisik berbagai cara yang bisa di pakai untuk menyerap dan membuang gas karbon dioksida dari atmosfer. Pohon-pohon sudah menjalankan tugas itu lewat proses fotosintesis dan kini formasi batuan akan "diperah" untuk membantu proses pembersihan udara itu secara alami………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. C4
 
DIGUYUR HUJAN SATU MALAM KOTA MEDAN BANJIR
Hujan yang mengguyur ibu kota Sumatra Utara (Sumut), sejak Sabtu (6/9) petang hingga kemarin, membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, ribuan rumah terendam serta tiga warga hilang terbawa arus.Luapan sungai tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi jalan di depan rumah dinas Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut pun tidak bebas dari genangan…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 4
 
MANGROVE DI SUMATERA UTARA RUSAK BERAT
Sekitar 60% hutan mangrove di Sumatra Utara rusak berat dan perlu diselamatkan. Hutan mangrove yang ada hanya menyisakan sedikit ekosistem yang merupakan ciri khas kawasan pesisir, seperti pohon bakau dan api-api.Kerusakan hutan mangrove itu telah berlangsung lama dan berdampak buruk bagi manusia. Di banyak lokasi, lahan bekas mangrove digunakan untuk tanaman lain, bahkan perumahan……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 6

HABITAT IKAN TELUK TERANCAM MUSNAH
Sebanyak 38,30% tempat hidup ikan di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah musnah.Persentase tersebut adalah hasil penelitian Jotham SR Ninef asal Universitas Nusa Cendana yang dipublikasikan Coral Reef Information And Training Center (CRITC).Ia berkesimpulan bahwa fungsi karang mengalami penurunan sejak 1995 akibat penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan jaring, serta menumpuknya endapan lumpur dan sampah. Setelah membandingkan hasil penelitian saat ini dengan tujuh tahun sebelumnya, ia ber kesimpulan bahwa porsi karang buruk meningkat sampai 38,30%, karang sedang 40,43%, karang bagus tinggal 19,15%, adapun karang yang masih sangat bagus tersisa 2,13%……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 5
 
TAMBANG BATUBARA DI BUKIT SOEHARTO DIUSUT
Menteri Kehutanan MS Kaban menginstruksikan jajarannya untuk mengusut tuntas keberadaan tiga pemegang kuasa pertambangan batu bara ilegal di dalam Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menurut MS Kaban, ketiganya tidak ada izin sehingga harus diusut tuntas……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 22
 
GEMPA BUMI : MENGAPA KORBAN GEMPA AMAT BANYAK?
Gempa kedatangannya selalu mengejutkan dan menimbulkan kepanikan, bahkan juga mengundang kepiluan karena dampaknya sering kali fatal. Begitu pula gempa yang menerjang selatan Jawa Barat Rabu (2/9) lalu. Namun, mengapa gempa kali ini menelan banyak korban jiwa? Korban tewas 73 orang dan hilang 34 orang. Gempa yang menghantam selatan Jawa Barat itu berkekuatan 7,5 skala Richter…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 13

KAWASAN KONSERVASI : MENHUT, TN KUTAI BISA DIKURANGI UNTUK PERMUKIMAN
Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban menyatakan, luas Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur bisa dikurangi, yaitu bagian yang sudah dihuni penduduk dalam bentuk kantong-kantong permukiman atau enclave. Areal yang bisa dikeluarkan cuma yang sudah dikuasai masyarakat selama puluhan tahun atau sebelum pengukuhan kawasan konservasi itu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 12
 
RUANG TERBUKA HIJAU : DASAR HUKUM AKUISISI RTH PRIVAT
Bagaimana jika taman-taman hijau dalam lingkungan rumah menjadi bagian resmi dari ruang terbuka hijau Jakarta? Jelas akan ada penambahan luas RTH di Jakarta yang kini masih di bawah 10 persen dari total luas DKI. Namun, apakah gagasan mengakuisisi RTH privat itu mungkin dilakukan? Diperlukan strategi yang lebih cerdik guna menambah luasan RTH. Merangkul RTH privat, termasuk taman-taman di perumahan dan milik perusahaan atau kawasan tertentu milik swasta, pun dilirik………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 27
 
MASYARAKAT WAJIB PILAH SAMPAK DOMESTIK
Masyarakat dan pengusaha wajib memilah sampah mereka sebelum diangkut ke tempat pembuangan sementara. Kewajiban itu akan diatur dalam peraturan daerah. Pemilahan sampah perlu dilakukan agar lebih mudah diolah dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti,para pengelola kawasan perumahan, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan pengelola fasilitas sosial dan fasilitas umum harus membangun fasilitas pemilah sampah. Sampah organik dan sampah anorganik harus sudah dibungkus dalam wadah berbeda saat keluar dari kawasan itu………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 26
 
PERLINDUNGAN OZON : DANA PINJAMAN PERGANTIAN "CHILLER" BELUM DIAKSES
Dana pinjaman lunak penggantian pendingin ruangan skala besar (chiller) hingga kini belum dimanfaatkan penanam modal dalam negeri dan badan usaha milik negara. Dana pinjaman multilateral disediakan Bank Kredit Pembangunan Jerman akhir tahun 2007 lalu.Menurut Asisten Deputi III Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Sulistyowati, pihaknya belum tahu apa kendala penggantian chiller berbasis refrigeran tidak ramah lingkungan meskipun sudah ada akses pinjaman danaChiller AC biasa digunakan di gedung-gedung, seperti hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit. Chiller AC dengan bahan pendingin freon berbasis chlorofluorocarbon (CFC), yang dikenal sebagai refrigeran atau R-12 dan R-22, mendesak untuk diganti……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 12
 
RUU LINGKUNGAN : 26 KEWENANGAN SIAP DISAHKAN
Pembahasan maraton Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menunggu pengesahan, Selasa (8/9). Terdapat 26 kewenangan yang secara langsung akan memperkuat lembaga Kementerian Negara Lingkungan Hidup.Menurut Ketua Panitia Khusus RUU PPLH Sonny Keraf, besarnya kewenangan memang sengaja diatur sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yang di antaranya mencantumkan bahwa hak atas lingkungan yang baik merupakan bagian dari hak asasi manusia dan pasal ekonomi berkelanjutan yang berwawasan lingkungan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 SEPTEMBER 2009, HAL. 12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH