KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

82.500 HA HPT DIUSULKAN JADI HUTAN RAKYAT
Sebanyak 82.500 hektare (ha) hutan produksi terbatas (HPT) dan Hutan Produksi (HP) diusulkan Dinas Kehutanan Propinsi Bengkulu kepada Departemen kehutanan untuk dialihfungsikan menjadi hutan rakyat………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 SEPTEMBER 2009, HAL. 13
 
21 SITU DAN BENDUNGAN RETAK KARENA GEMPA
Gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa pekan lalu mengakibatkan sedikitnya 21 Situ, bendungan dan sarana irigasi retak serta bocor. Koordinator komunikasi Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Jawa Barat (Jabar) Deny Juanda mengatakan seluruh kerusakan itu sudah diperbaiki………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 SEPTEMBER 2009, HAL. 13
 
KURANGI EMISI GAS RUMAH KACA
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, negara-negara kaya harus berkomotmen tinggi dalam memangkas emisi gas rumah kaca. Langkah negara-negara maju akan mendorong India dan China bersedia pula melakukan hal yang sama. "Kita perlu melihat kepemimpinan negara-negara kaya. Tanpa adanya komitmen tersebut, negara-negara berkembang tak akan ikut terlibat dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Sekretaris Eksekutif, Sekretariat Perubahan iklim PBB, Yvo de Boer…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 14 SEPTEMBER 2009. HAL. 24 

MELESTARIKAN EKOSISTEM DANAU TOBA
Menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba, terlebih di daerah tangkapan air seperti di sebagian besar wilayah Kabupaten Samosir, dengan pendekatan budaya. Demi menggunakan kearifan lokal untuk melakukan konservasi kawasan ekosistem Danau Toba, Pemkab Samosir berani menolak investasi industri besar-besaran di kabupaten tersebut.Padahal, tak jauh dari Samosir, di kabupaten tetangga seperti Humbang Hasundutan atau Simalungun, ribuan hektar hutan yang dulu menjadi gantungan hidup masyarakat kini berubah menjadi hutan produksi dengan jenis tanaman homogen eucalyptus untuk kepentingan pabrik bubur kertas………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 SPTEMBER 2009, HAL. 36
 
NEGOSIASI TERANCAM BUNTU : OBAMA DAN YUDHOYONO DIDESAK UNTUK MEMIMPIN
Sukses konferensi perubahan iklim yang akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark, bulan Desember mendatang belum terjamin karena hingga sekarang negosiasi berjalan alot dan kompleks.Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UNCCC) untuk Pertemuan Para Pihak Ke-13 (COP-13) di Kopenhagen nanti akan membahas terakhir kalinya tentang kesepakatan baru yang lebih mendalam tentang bagaimana menahan perubahan iklim yang merupakan akibat perilaku manusia………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 SPTEMBER 2009, HAL. 13

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH