KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
PEMANFAATAN RUANG BAWAH PERLU ATURAN JELAS
Pemanfaatan ruang bawah tanah di DKI jakarta masih dipahami secara persial. Miskinya data, informasi, pengetahuan, keahlian interdisiplin tentang ruang bawah tanah telah melahirkan pemahaman yang sempit, penerimaan yang terbatas, dan cenderung meremehkan potensi pemanfaatan ruang bawah tanah……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 15 SEPTEMBER 2009, HAL 07
 
PEMDA JABAR BERI DANA ATASI BANJIR DI BEKAS
Guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir lebih luas di kota bekasi, pemerintah kota bekasi mendapatkan bantuan sebesar Rp. 6,2 miliar dari propinsi jawa barat untuk memperbaiki dan melakukan revitalisasi sungai……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 15 SEPTEMBER 2009, HAL 07

HUTAN MUTIS-TIMAU TERANCAM PUNAH
Cagar alam Mutis-Timau yang terletak di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terancam punah. Kekeringan yang berlangsung lebih dari sembilan bulan disertai penebangan liar dan pembakaran tak terkendali menjadi penyebab utama kerusakan.Menurut Konsultan Kyeema Foundation, Johan Kieft, tingkat degradasi hutan di cagar alam Gunung Mutis-Timau memprihatinkan…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 23

KOMODO SELAMAT DARI KEBAKARAN
Ratusan komodo terhindar dari musibah kebakaran yang melanda Taman Nasional Komodo tiga hari terakhir. Saat kebakaran, mereka berada di lembah dekat mata air. "Kebakaran hanya terjadi di puncak gunung. Komodo selamat karena jauh dari lokasi kebakaran," kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sitorus, kemarin………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 8
 
KETERSEDIAAN AIR TERUS MEROSOT
Berdasarkan penghitungan daya dukung di wilayah Jawa, ketersediaan air per kapita saat ini terus merosot. Jika tahun 1990 diperhitungkan ketersediaan air mencapai 1.583 meter kubik per kapita per tahun, tahun 2005 turun drastis menjadi 323 meter kubik per kapita per tahun. Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) berperan penting,…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 12
 
BENCANA ALAM : REKONSTRUKSI PASCAGEMPA ANCAM KELESTARIAN ALAM
Kerusakan akibat gempa di selatan Jawa Barat, 11 September lalu, menuntut pembangunan kembali. Namun, rekonstruksi pascagempa akan mendorong meningkatnya kerusakan hutan. Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi, satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan kayu pascagempa.Menurut Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional RW Matindas peta kepadatan penduduk di Jawa, daerah yang masih berupa hutan hanya di 30 persen kawasan pesisir selatan Jawa Barat dan 75 persen di selatan Jawa Timur…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 12
 
SUKU TERASING LESTARIKAN ORANG UTAN
Warga suku Talang Mamak, suku terasing di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, menjadi ujung tombak pelestarian orang utan sumatra (Pongo abelii). warga terlibat dalam aspek pengasuhan sejak adaptasi hingga lepas liar orang utan………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 8
 
BANJIR LANDA MANDAILING 6 DESA TERENDAM, 15 TEWAS
Musibah kembali menghampiri negeri. Setelah gempa bumi berkekuatan 7,3 pada skala Richter yang menelan 81 korban jiwa, 2 September lalu, kini banjir bandang melanda Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara (Sumut), pada Selasa (15/9) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Banjir setinggi 2 meter yang menerjang enam desa mengakibatkan 15 orang tewas, 25 orang hilang, dan ratusan warga harus mengungsi ketempat yang aman………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 1 BERITA TERKAIT………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 16 SEPTEMBER 2009, HAL. 2

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH