KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ASAP: INDONESIA MINTA MAAF
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan kepada negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Permintaan maaf disampaikan karena asap akibat kebakaran dan pembakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan dalam batas-batas tertentu masih mengganggu meski upaya pemadaman telah dan terus dilakukan. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perginya asap ke negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, jelas bukan suatu kesengajaan Indonesia atau upaya untuk menyusahkan Malaysia dan Singapura….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: PRESIDEN : RI MINTA MAAF, REPUBLIKA, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 1
KOLAM PENAMPUNGAN PENUH: RAWAN JEBOL, LUMPUR MENGANCAM WARGA
Setelah mengalami sejumlah perluasan dan peninggian tanggul, kolam penampungan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai penuh, Rabu (11/10). Awalnya, tim penanggulangan lumpur memperkirakan kolam seluas 280 hektar bisa menampung lumpur hingga Desember. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi volume semburan lumpur rata-rata 50.000 meter kubik per hari. Kenyataannya, semburan lumpur terus meningkat hingga mencapai 126.000 per hari sehingga kolam penampung lumpur semakin cepat penuh..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 1
KABUT ASAP: TAK ADA YANG TANGGUNG JAWAB
Penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan ladang di sejumlah titik di Pulau Sumatera dan Kalimantan tidak akan efektif, bahkan di masa depan jika tidak ada pos atau lembaga yang ditunjuk untuk menanganinya. Meski demikian, sebenarnya teknologi sederhana milik masyarakat bisa dilakukan, yaitu teknik penyiraman dengan selang dalam dan teknik bendung kanal untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 12
DEPHUT DIMINTA PERHATIKAN WAHAU
Departemen Kehutanan diminta segera menetapkan hutan seluas 38.000 hektar di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, Kalimantan Timur, tersebut sebagai hutan lindung. Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur bersama masyarakat setempat terus menjaga hutan itu dan memperjuangkan statusnya sebagai kawasan yang dilindungi….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 23
SOAL ASAP: DPR-PEMERINTAH SALING LEMPAR TANGGUNG JAWAB
Pemerintah dan DPR dinilai saling melemparkan tanggung jawab dalam menangani masalah asap. DPR berpendapat, pemerintah tidak punya konsep dalam menanggulangi asap. Sedang pemerintah menilai DPR mengabaikan masalah asap dengan tidak segera menyepakati ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas-Batas…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 1
2006, TERJADI 267 BENCANA ALAM
Dibandingkan dengan tiga dekade sebelumnya sepanjang 2006 ini masyarakat dunia mengalami banyak penderitaan. Penyebabnya, dalam delapan bulan pertama 2006 terjadi 267 bencana alam dengan jumlah korban, baik yang tewas, luka-luka, atau kehilangan tempat tinggal mencapai 91 juta orang.Data tentang jumlah bencana alam itu disampaikan Koordinator Penanganan Bencana Alam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 1
TERBAKAR 900 HEKTARE HUTAN DI LERENG BROMO
Areal hutan di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang terbakar dalam musim kemarau tahun ini sudah mencapai 900 hektare lebih. Menurut Kepala Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, Heru Subagiyadi, untuk mengantisipasi agar tidak semakin meluas lokasi kebakaran hutan di lereng-lereng Gunung Bromo, disiapkan pos pemantauan di empat lokasi, yakni Cemorolawang (Probolinggo), Ngantang (Malang), Sedura (Lumajang) dan Pasuruan….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 4
OTAK PEMBALAKAN LIAR DIBAWA KE SIMALUNGUN
Aseng Petani (48) yang diduga sebagai otak pembalakan liar hutan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), dibawa polisi untuk mengikuti rekonstruksi penebangan hutan di Simalungun. Menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Kombes Pol Drs Ronny F Sompie kasus pembalakan hutan oleh Aseng Petani belum selesai dan pihaknya sedang mengusut untuk dilakukan pengembangan, menyelidiki orang di belakang Aseng Petani………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 4
GAGAL TANGANI ASAP, PEMERINTAH SALAHKAN ANGIN
Meski janji untuk menghentikan "ekspor" asap ke negara tetangga, tidak bisa diwujudkan segera, pemerintah tetap tidak mau disebut gagal menangani masalah kebakaran. Pemerintah malah menyalahkan angin yang bertiup lambat sebagai biang menyebarnya asap itu ke negara tetangga. Menurut Sekretaris Menko Kesra, Sutejo Yuwono pemadaman sudah dilakukan secara intensif dan titik api sebenarnya sudah jauh berkurang dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah Indonesia dan sudah menyebar ke negara tetangga disebabkan angin yang lambat sehingga asap tidak juga tersapu…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 11 OKTOBER 2006, HAL. 5
LEE SURATI YUDHOYONO SOAL ASAP
Kabut asap asal Indonesia yang membalut Singapura betul-betul membuat mereka berang. Kemarin Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang isinya soal kekecewaan negaranya terhadap kiriman asap yang saban tahun diterima Singapura. "Dalam suratnya, Perdana Menteri Lee bilang Indonesia perlu menyelesaikan masalah (asap) dengan cara yang tepat dan efektif……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS
12 OKTOBER 2006, HAL. A9
NILAI EKONOMI ALAM SEKITAR
Belajar dari pengalaman dan banyak riset terakhir, para ilmuwan bersepakat bahwa dengan menjaga ekosistem secara keseluruhan, kemanusiaan akan dapat terhindar dari berbagai ancaman penyakit, pemanasan global, penggundulan hutan, polusi udara, pencemaran air, hingga perambahan spesies baru pada bukan habitat alaminya (aliens spesies)…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. A10
TEMPAT SAMPAH BOJONG PINDAH
Pemerintah Kabupaten Bogor memindahkan tempat pengolahan sampah terpadu dari Desa Bojong ke Desa Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Di desa itu telah tersedia lahan seluas 51 hektare dan tak ada penolakan dari warga sekitar. Menurut Camat Klapanunggal Pandji Ksyatriadi lahan itu bekas Perhutani, semua kosong, dan jauh dari permukiman dan lahan itu pun sudah dipakai pemerintah kabupaten sebagai tempat pembuangan sampah……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. A20. BERITA TERKAIT: BLOKADE TPST BOJONG AKHIRNYA DIBONGKAR, REPUBLIKA, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 11

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup