KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
SAMPAH JAKARTA SETARA BOROBUDUR
Volume sampah di Jakarta terus meningkat. Setiap tahun jumlah sampah yang dihasilkan kota ini meningkat sebesar 5 persen atau 337 ton per tahun. Kini produksi sampah ibukota mencapai 6.663 ton perhari atau 27.996 meter kubik."Setiap dua hari sampah Jakarta setara dengan Borobudur," kata ahli teknik lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, dalam sebuah diskusi kemarin…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 30 SEPTEMBER 2009, HAL. B2
 
PEMBALAKAN LIAR DI KALIMANTAN, KEPALA POLRI AKAN PECAT KEPALA POLDA
Kepala Kepolisain Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan memecat Kepala Kepolisian Darah Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Syamsuridzal. alasannya, jenderal bintang satu itu dianggap melakukan pembalakan kayu di Kalimantan Tengah………….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. A8
 
KABUT ASAP LUMPUHKAN DUA BANDARA DI SUMATRA
Hujan deras tidak membuat kabut asap hilang dari Kota Jambi, kemarin. Bagkan, kabut asap melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin Jambi. Jarak pandang di sekitar lokasi itu di bawah 500 meter…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA MINDONESIA, RABU, 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 8
 
PENATAAN SAMPAH BUTUH PENGATURAN TATA RUANG
Penataan sampah di Provinsi DKI Jakarta membutuhkan ketetapan tata ruang. Apabila tata ruang tidak segera dibereskan, pengelolaan sampah di Ibu Kota Jakarta akan sulit diselesaikan. Pakar Teknologi Lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, Selasa (29/9), mengatakan, selama ini tata ruang di Jakarta mudah berubah karena dibuat untuk mengikuti kebutuhan pasar sehingga penataan kota sulit dilakukan untuk jangka waktu yang panjang ….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 26
  
SEMBURAN LUMPUR DIENG TIDAK BERBAHAYA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memastikan kandungan gas dan semburan lumpur di Dataran Tinggi Dieng tidak berbahaya. Hal itu didasarkan pada hasil penelitian dan penyelidikan PVMBG dalam tiga hari terakhir.Menurut Kepala PVMBG Surono berdasarkan pemantauan intensif selama tiga hari pada radius 200 meter dari pusat kawah, kandungan gas berbahaya tidak di atas ambang batas….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 22
 
SAMPAH TANGGUNGAN TIGA PIHAK
Kebijakan pengolahan sampah sebaiknya tidak diserahkan sepenuhnya kepada [emerintah. Pengolahan sampah membutuhkan sistem integrasi antara produsen, konsumen, dan regulator. Jadi, pihak produsen atau industri harus bertanggung jawab atas sampah dari produk yang ia hasilkan…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU, 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 5

TANGKUBANPRAHU HARUS TETAP KAWASAN LINDUNG
Segala aktivitas pembangunan PT Grha Rani Putra Persada di Taman Wisata Alam Tangkubanparahu harus dihentikan. Pemerintah semestinya memproyeksikan kawasan itu sebagai kawasan lindung, bukan malah mengeksploitasi dan mengomersialisasikannya….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 22

PEMERINTAH BATALKAN IZIN HUTAN TANAMAN INDUSTRI
Pemerintah membatalkan izin hutan tanaman industri bagi PT Duta Alam Makmur di kawasan hutan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, Provinsi Jambi. Pembatalan tersebut disambut positif aktivis lingkungan. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Budidaya, Selasa (29/9) di Jambi, mengatakan, pembatalan izin konsesi hutan tanaman industri (HTI) itu karena pihak perusahaan belum menyampaikan dokumen kerangka acuan analisis dampak lingkungan yang disyaratkan pemerintah hingga batas waktu yang ditetapkan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 23

EROSI : PENGGERUSAN TEBING SERAYU MAKIN PARAH
Penggerusan tebing Sungai Serayu di kawasan hilir semakin parah, setidaknya ada 20 rumah di tebing sungai itu yang terancam runtuh. Ada 10 titik lokasi di tebing sungai yang tergerus cukup lebar.Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak Nasrun Sidqi, Selasa (29/9), mengatakan, 10 titik tebing sungai yang tergerus itu sedang dipetakan dan didata tingkat kerusakannya oleh konsultan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 23

LINGKUNGAN : PENANGANAN GULMA DI BATRU TEGI TAK OPTIMAL
Sejak tiga bulan lalu, hanya lima persen gulma jenis kiambang di Waduk Batu Tegi, Lampung, yang bisa diatasi. Pengelola waduk memastikan, kendala minimnya dana dan peralatan membuat penanganan tidak optimal. Edi Sukoso, Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji- Sekampung, Selasa (29/9) di Bandar Lampung, mengatakan, sejak diresmikan pada tahun 2004, gulma mulai terlihat di bendungan itu pada April 2009……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 SEPTEMBER 2009, HAL. 22

Sumber:
Perpustakaan KLH