KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ATASI PEMBALAKAN LIAR : PEMERINTAH DIDESAK BIKIN TEROBOSAN
Pemerintah didesak membuat terobosan dalam menerapkan kebjakan penghentian pembalakan liar. Menurut peneliti senior dari ICEL Mas Achmad Santoso, pembalakan liar merupakan tindak kriminal luar biasa sehingga perlu diatasi secara luar biasa pula……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. A7
 
TSUNAMI HANTAM SAMOA, 34 TEWAS
Sedikitnya 34 tewas ketika tsunami menyapu pesisir Samoa, kawasan di Pasifik Selatan, setelah sebelumnya di guncang gempa bumi dahsyat. Jumlah korban tewas bencana gempa bumi dan tsunami Samoa di perkirakan akan terus bertambah………..BACA SELNGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 1 OKTOBER 2009,H HAL. 14
 
SUNGAI TERCEMAR LIMBAH
Air sungai sebagai bahan baku air minum warga Jakarta tercemar limbah pabrik. Karena itu perusahaan air minum harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mengolah air agar layak dikonsumsi. Pabrik-pabrik di tepian Kali Malang banyak yang ikut membuang limbah langsung ke sungai……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. B2
 
POTENSI PANGAN DARI HUTAN 19,3 JUTA TON
Potensi pangan yang bisa digali dari kawasan hutan melalui sistem tumpang sari diperkirakan lebih dari 19,3 juta ton. Namun sampai kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena paradigma yang tidak kondusif bagi diversifikasi pangan. Kepala Libang Dephut, Tachrir Fathoni, menegaskan, sektor kehutanan memang sangat berpotensi menjadi salah satu sumber pangan baik nabati maupun hewani……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 14
 
HUTAN LINDUNG GUNUNG LAWU MASIH MEMBARA
Kebakaran hutan lindung di Gunung Lawu belum bisa dikendalikan. Api yang semula mengamuk di wilayah Kabupaten Ngawi terus menjalar ke hutan di wilayah Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Luas areal terbakar, sampai kemarin, diperkirakan sudah menghanguskan 150 hektare hutan lindung. Api dengan cepat merambat ke hutan wilayah Magetan akibat kuatnya hembusan angin. Kebakaran semula berasal dari petak 39 di Dusun Manyul, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 11
 
SUMATERA BARAT LULUH LANTAK
Gempa bumi dahsyat kembali mendera Indonesia. Kemarin pukul 17.16 WIB, gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada skala Richter (SR) mengguncang Sumatra Barat.Akibat kuatnya gempa, getarannya dirasakan hampir di seluruh wilayah Pulau Sumatra, bahkan hingga negara Malaysia dan Singapura.Gempa berlangsung selama 15 detik. Sekitar 22 detik ke mudian, tepatnya pada pukul 17.38, terjadi gem pa susulan berkekuatan 6,2 SR….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 1
 
PERUBAHAN IKLIM : PEMERINTAH DAERAH PEGANG PERANAN PENTING
Pemerintah daerah memegang peranan penting dalam mengatasi masalah pencemaran yang berdampak pada perubahan iklim global. Pemerintah pusat dapat memberikan persetujuan langkah perbaikan lingkungan, tetapi hanya pemerintah daerah yang memiliki kemampuan teknis untuk mewujudkannya.Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pemerintah daerah memiliki kemampuan untuk membatasi tingkat pencemaran udara, mengelola sampah dengan cara yang ramah lingkungan, membatasi penggunaan energi sampai tingkat yang paling efisien……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 27
 
TANGKUBANPRAHU : 10 LSM AKAN GUGAT MENTERI KEHUTANAN
Sebanyak 10 lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan akan mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action) terkait pemberian izin pengusahaan Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu, Jawa Barat, kepada Menteri Kehutanan MS Kaban. Mereka menilai pemberian izin menyalahi aturan perlindungan lingkungan dan pelestarian Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 22
 
KEBAKARAN HUTAN KIAN MELUAS
Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang merembet ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kian meluas, Rabu (30/9). Kemarin 147 hektar lahan yang terbakar, sementara sehari sebelumnya masih 30 hektar lahan. Kebakaran pun telah mengusik satwa di hutan lindung, yang lari ke hutan produksi dan mendekati permukiman.Jajaran Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Selatan bersama ratusan warga setempat berupaya memadamkan api secara manual……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 22
 
PERUBAHAN IKLIM : KEUANGAN NEGARA BERKEMBANG BISA TERKURAS
Negara- negara berkembang bakal menghabiskan 100 miliar dollar AS (Rp 1.000 triliun) per tahun selama 40 tahun untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan berat. Pada tahun 2050, suhu bumi diperkirakan naik di atas 2 derajat celsius. Hasil studi Bank Dunia mengatakan, negara-negara miskin bakal berinvestasi besar-besaran pada semua proyek infrastruktur untuk mengatasi banjir, kekeringan, gelombang panas, lebih sering hujan seiring bakal naiknya suhu bumi 2 derajat celsius pada tahun 2050…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 10

TSUNAMI HANTAM PASIFIK SELATAN
Gempa bawah laut berkekuatan 8,0 skala Richter memicu tsunami setinggi hingga 7,5 meter di Pasifik Selatan, Rabu (30/9). Sedikitnya 113 orang tewas di Samoa, Samoa Amerika, dan Tonga akibat bencana tersebut dan jumlah korban diperkirakan terus bertambah.Gempa mengguncang sekitar pukul 06.48 waktu setempat sekitar 200 kilometer dari Samoa di kedalaman 18 kilometer. Peringatan tsunami diumumkan di sebagian besar wilayah Pasifik. Tidak lama setelah peringatan tsunami dikeluarkan, empat gelombang setinggi 2-6 meter menghantam Samoa dan Samoa Amerika……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 10
 
PADANG PORAK PORANDA
Gempa bumi berskala 7,6 skala Richter yang mengguncang beberapa wilayah Sumatera Barat, Rabu (30/9) pukul 17.16, mengakibatkan Kota Padang porak poranda, diikuti sejumlah kebakaran. Rabu malam, hujan lebat mengguyur Kota Padang yang berada dalam kondisi gelap gulita tanpa aliran listrik.Ratusan bangunan runtuh, belasan gedung bertingkat hancur, dan sebagian rumah yang runtuh diikuti kebakaran akibat guncangan gempa. Hingga pukul 00.00 tercatat sedikitnya 75 orang tewas dan puluhan orang luka berat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 1
 
PENEBANGAN LIAR : PENEGAKAN HUKUM BELUM BEREFEK JERA
Penegakan hukum kasus penebangan liar di Indonesia dinilai belum berefek jera. Selain vonis ringan masih mendominasi, sangat terbatas kasus hukum yang menyeret tokoh atau cukong pemilik modal.Data Indonesia Corruption Watch menunjukkan, dari 205 putusan hakim tahun 2005-2008 dalam kasus penebangan liar, sebanyak 137 putusan (66,83 persen) diputus bebas murni, 44 putusan (21,46%) hukuman kurang dari satu tahun, 14 putusan (6,83 %) 1-2 tahun, dan 10 putusan (4,88%) kurang dari 2 tahun……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 OKTOBER 2009, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KLH