KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WARGA KELUHKAN PEMBUANGAN SAMPAH PERGUDANGAN
Warga Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan sebuah tempat pembuangan sampah akhir (TPA) ilegal di kawasan kompleks pergudangan Pantai Indah Dadap. Ratusan ton sampah dibuang ke lokasi yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari permukiman warga.Jejeng Suhendra, tokoh masyarakat setempat, mengatakan sampah-sampah itu seharusnya dibuang ke TPA Jatiwaringin, tapi pengelola gudang malah menumpuk dan membakarnya. Sampah tersebut, kata dia, bukan hanya dari ratusan unit gudang di kompleks tersebut, tapi juga datang dari luar kompleks………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. A11

PENDUDUK GARUT GUNAKAN AIR KOTOR
Ribuan penduduk di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa menggunakan air kotor. Kemarau, yang telah berlangsung sejak lima bulan lalu, membuat sumur di sana kering. Akibatnya, penduduk kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus, sekitar 6.000 keluarga di sana menggunakan air selokan Cipacing. Adapun untuk keperluan memasak, penduduk masih menggunakan sisa air sumurnya setelah diendapkan selama sehari………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. A6
 
INDONESIA MINTA PENURUNAN EMISI DIPERTEGAS
Civil Society Forum for Climate Justice Indonesia, pegiat lingkungan, menilai pertemuan global tentang perubahan iklim di Bangkok, Thailand, belum menghasilkan kemajuan yang signifikan. Civil Society Forum, yang juga ikut dalam pertemuan pada 29 September-9 Oktober, meminta kesepakatan penurunan emisi gas rumah kaca bagi negara-negara maju dipertegas. Negara-negara maju perlu menyepakati dulu soal penurunan emisi sebesar 40 persen pada 2020……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. A6

BAU MAYAT MENYENGAT DI SEANTERO PADANG
Bau busuk menyengat dari ribuan korban jiwa yang belum dapat dievakuasi dari reruntuhan bangunan di Kota Padang akibat gempa 7,6 SR (30/9), kemarin.Udara panas dan lembab akibat hujan menjadikan bakteri pembusuk mayat cepat dan mudah berkembang. Bau tidak sedap itu leluasa tersebar ke segala penjuru kota akibat tiupan angin.Lokasi yang menebarkan bau mayat itu di antaranya di reruntuhan Hotel Ambacang ……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA REPUBLIKA, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. 1

KORBAN GEMPA BISA MENCAPAI 1000 ORANG
Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi, mengatakan, jumlah korban tewas akibat gempa diperkirakan akan mencapai 1.000 orang. Jumlah ini merupakan jumlah korban tewas terbesar akibat bencana alam.Jumlah korban tewas diperkirakan akan mencapai 1000 orang karena masih ada yang tertimbun……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. 6
 
KUBURAN MASAL JADI OPSI
Proses evakuasi korban gempa Sumatra 7,6 Skala Richter masih terus dilakukan, termasuk di daerah-daerah terpencil yang terkena dampaknya. Ribuan orang masih tertimbun di reruntuhan gedung-gedung/ bangunan dan tanah longsor yang sampai saat ini masih sulit dilakukan eva kuasi.Yang paling banyak tertimbun longsor, antara lain, di Kanagarian Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman. Di perkirakan, ada 280-350 orang yang tertimbun tanah longsor yang ketinggiannya mencapai puluhan meter.Karena Kanagarian Tandikek su lit dijangkau, padahal proses evakuasi membutuhkan banyak alat berat serta kondisi jenazah yang diperkirakan sudah mengenaskan, muncullah usul menjadikannya kuburan massal……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 5 OKTOBER 2009, HAL. 1
 
TAMAN WISATA ALAM : LINGKUNGAN TANGKUBANPRAHU BAKAL RUSAK
Masyarakat adat Tangkubanparahu mengkhawatirkan bakal terjadinya kerusakan lingkungan yang masif di kawasan Gunung Tangkubanparahu. Selain itu, ancaman ekologi akan berdampak pada kelestarian tata budaya masyarakat Sunda.Kekhawatiran itu ditekankan setelah izin pengusahaan pariwisata alam yang dikeluarkan Departemen Kehutanan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 306/Menhut-II/ 2009 bagi PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) dinilai tidak prosedural karena tanpa rekomendasi Gubernur Jawa Barat (Jabar)………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 3 OKTOBER 2009, HAL. 22
 
KELAPA SAWIT : PENGUSAHA TOLAK EMISI KARBON JADI KRITERIA
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menolak rencana penambahan emisi karbon dalam produk minyak kelapa sawit lestari. Pengusaha menilai, angka emisi karbon dalam produksi minyak sawit mentah yang diajukan kelompok kerja gas rumah kaca Meja Bundar Minyak Sawit Lestari (Roundtable on Sustainable Palm Oil/RSPO) masih sumir………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 3 OKTOBER 2009, HAL. 19
 
TAMAN TANGKUBANPRAHU : DEPARTEMEN KEHUTANAN BERSIKUKUH MASALAH IZIN
Departemen Kehutanan bersikeras mempertahankan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam kepada PT Graha Rani Putra Persada selama 30 tahun ke depan meskipun ditentang masyarakat.Menteri Kehutanan MS Kaban mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 306/Menhut-II/2009, tertanggal 29 Mei 2009, sebagai Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) kepada PT Graha Rani Putra Persada untuk pengelolaan taman wisata seluas 250,7 hektar (ha). Lokasi itu terdiri atas 171,4 ha di Blok Pemanfaatan TWAT dan 79,3 ha di Kawasan Hutan Lindung Cikole……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 3 OKTOBER 2009, HAL. 12
 
EVALUASI LINGKUNGAN : KERUSAKAN LINGKUNGAN TAK TERATASI
Selama lima tahun terakhir aktivitas ramah lingkungan dinilai meningkat dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. Namun, tingkat kerusakan ekologi terus berlangsung dengan intensitas tinggi.