KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AIR LUMPUR MEREMBES KE SUMUR
Rembesan air lumpur ke sumur-sumur penduduk di sekitar kolam penampungan lumpur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, semakin meluas. Akibatnya, sampai Kamis (12/10), ratusan sumur penduduk yang tersebar di enam desa sudah tercemar rembesan lumpur dari dalam tanah. Sumur-sumur penduduk yang tercemar lumpur itu airnya berubah warna menjadi keruh kehitaman dan berbau. Menurut Nurcholiq, warga Dusun Wangkal air sumur terasa agak licin di tangan dan rasanya sedikit asin dan getir……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 1
TELUK BANTEN TERCEMAR LIMBAH PABRIK
Nelayan di pantai utara Banten menjerit karena kesulitan mendapatkan ikan akibat tercemarnya perairan Teluk Banten. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Irawan Muripto kawasan ini sudah lama tercemar oleh limbah industri.Buruknya kondisi air laut, kata Irawan ditandai dengan menurunnya tutupan karang dan populasi ikan. Pembuangan limbah pabrik juga mengakibatkan tidak adanya biota laut di sekitar bibir pantai…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. A14
PESAWAT RUSIA PADAMKAN KEBAKARAN HUTAN : PRESIDEN MENYIAPKAN DANA RP.100 MILIAR
Pemerintah akan menyewa dua pesawat Ilyushin dari Rusia untuk memadamkan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Keputusan ini diambil agar pemadaman lebih cepat dan efektif."Pesawat itu untuk menjatuhkan air ke titik api," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada pers seusai rapat koordinasi pemadaman kebakaran hutan di kantornya kemarin. Sementara itu menteri lingkungan hidup lima negara ASEAN–termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei–akan berkumpul di Pekanbaru, Riau, untuk membicarakan penanganan kebakaran hutan. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar akan ada kesepakatan, kalau yang satu ada kebakaran, yang lain menolong…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL.1 BERITA TERKAIT : PEMERINTAH SIAPKAN RP.100 MILIAR : HUJAN BUATAN DIMULAI SELASA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL.1
LINDUNGI KAWASAN SIBERUT
Pemerintah didesak untuk konsisten melindungi keanekaragaman hayati cagar biosfer Pulau Siberut, pulau terbesar (seluas 4.000 kilometer persegi) di gugusan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keunikan secara budaya, geografis, dan endemisitas flora fauna yang tinggi menjadi alasan desakan itu. Desakan tersebut muncul dalam Presentasi dan Diskusi Menyingkap Kekayaan dan Kerapuhan Siberut yang diselenggarakan National Geographic Indonesia (NGI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 12
KEBAKARAN HUTAN : PERMINTAAN BANTUAN BELUM DITANGGAPI
Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai masih terus berlangsung hingga Kamis (12/10). Sementara itu, permintaan bantuan kepada Menteri Kehutanan belum mendapat tanggapan. Untuk sementara, penanganan kebakaran dilakukan secara manual karena tidak ada peralatan yang memadai……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 15
PERUSAHAAN PENGELOLA HUTAN ALAM DIEVALUASI
Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak meminta agar kinerja perusahaan pengelola hasil hutan alam dievaluasi. Ia mengimbau agar perusahaan yang sulit berkembang mengalihkan investasinya ke perkebunan kelapa sawit atau hutan tanaman industri. "Evaluasi akan menginformasikan mana perusahaan yang perlu bertahan dan mana yang lebih baik berinvestasi di bidang lain……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 22
PERKUAT STRATEGI TANGGULANGI ASAP
Pemerintah tidak boleh mengandalkan kerja sama dengan negara tetangga untuk mengatasi kebakaran hutan di dalam negeri. Yang harus diperhatikan, memperkuat strategi dan kebijakan dalam negeri untuk menanggulanginya. Menurut anggota Komisi VII DPR, Alvin Lie tanpa ratifikasi pun sebenarnya pemerintah dapat menghadapi masalah asap. Jadi, intinya pemerintah harus menguatkan strategi menghadapi kebakaran hutan, bukan mengandalkan kerja sama dengan negara lain……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL. 1
KEBAKARAN HUTAN DO JABAR MENCAPAI 8000 HEKTARE
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat (Jabar), Wawan Ridwan menyatakan, hingga saat ini sudah 8.000 hektare lahan hutan di seluruh wilayah Jabar yang habis terbakar. Luas wilayah hutan di Jabar yang terbagi menjadi hutan produksi, lindung, suaka margasatwa, dan cagar alam mencapai 816.000 hektare.Menurut data di Dinas Kehutanan Jawa Barat, kebakaran tersebut terjadi di 13 kabupaten. Kebakaran terbesar terjadi di Kabupaten Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 12 OKTOBER 2006, HAL.4
INDONESIA AKAN RATIFIKASI KESEPAKATAN SOAL ASAP
Pemerintah Indonesia menyetujui untuk meratifikasi kesepakatan tentang penanggulangan asap dengan negara-negara ASEAN. Namun karena terkait persoalan hukum, maka perlu waktu untuk menuntaskannya…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 1
PELANGGAR UJI EMISI AKAN KENA SANKSI
Polda Metro Jaya menyatakan kesiapannya menerapkan sanksi bagi pelanggar uji emisi. Namun pelanggaran itu lebih terkait pada UU No. 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas, dan bukan karena adanya Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 1995 tentang Uji Emisi…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 10
ILMUWAN PENDUKUNG PEMBUANGAN LUMPUR KE LAUT DIKE
CAM
Puluhan mahasiswa asal Madura di Yogyakarta berdemonstrasi dan mengecam ilmuwan dan akademisi yang mendukung pembuangan lumpur Lapindo Brantas ke Selat Madura. Para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Mahasiswa Madura Yogyakarta itu menilai ada manipulasi data di balik dukungan itu…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 19
HUTAN BUDAYA INTERNATIONAL KUTAI

Seluas 30 hektare lahan di hutan lindung Gunung Meratus, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Hutan Budaya International ditandatangani di Gedung Museum Nasional, jakarta, Rabu (11/10)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 13 OKTOBER 2006, HAL. 22

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH