KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BEA CUKAI GAGALKAN EKSPOR KAYU MERBAU
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengagalkan upaya penyelundupan kayu jenis merbau. Ada 23 kontainer kayu bulat illegal yang kami sita " Kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar suprijadi di Kantor pelayanan Utama tipe A tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA, 20 OKTOBER 2009, HAL.B2
    
PASCAGEMPA SUMATERA BARAT : TEBING LONGSOR TIMBUN SATU DESA
Hujan deras melongsorkan beberapa bukit yang retak akibat gempa berkekuatan 7,9 pada skala Ritcher di Sumatera Barat. Minggu malam lalu, hujan membuat bukit sebelah barat Nagari Koto Malintang, Jorong atau Desa Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Longsor akibatnya permukiman penduduk di satu desa tersebut tertimbun tanah berlumpur setinggi satu meter………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA, 20 OKTOBER 2009, HAL.A8
   
KEBAKARAN : API DI GUNUNG WELIRANG MELUAS
Kebakaran hutan di lereng Gunung Welirang yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (19/10), mulai meluas ke wilayah Kecamatan Gondang. Adapun kebakaran di wilayah Kabupaten Pasuruan meluas ke Kecamatan Prigen dan di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Titik-titik asap putih pekat terlihat di Hutan Begagan dan Hutan Blentreng di Kecamatan Gondang. Asap putih pekat terlihat sejak di jalan akses utama menuju pemandian air panas Ubalan di Desa Padusan, Kecamatan Pacet …………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 20 OKTOBER 2009, HAL. 22
   
LONGSOR TERUS TERJADI
Longsor mengancam sejumlah wilayah di Sumatera Barat, terutama kawasan perbukitan dan lereng pegunungan, pascagempa. Titik longsor semakin banyak terlihat di tebing-tebing, menyusul hujan yang terus turun setiap sore hingga malam selama tiga hari ini. Pantauan Senin (19/10) menunjukkan, ancaman longsor berpotensi menutup jalan nasional, seperti ruas Padang-Painan, Padang-Solok, dan Padang-Bukittinggi. Material longsoran hampir setiap hari menimbun jalur menuju sejumlah wilayah pedalaman yang kini dihuni pengungsi, seperti di Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam, serta Nagari Gunung Padang Alai, Cumanak, serta Lubuk Laweh di Kabupaten Padang Pariaman…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 20 OKTOBER 2009, HAL. 22
   
PUTING BELIUNG RUSAK PULUHAN RUMAH WARGA DI JAWA TENGAH
Angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/10) malam hingga kemarin pagi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan rumah salah satu warga Dusun Kiyudan, Desa Ketundan, roboh dan 98 atap rumah lainnya rusak. Camat Pakis Ari Widi Nugroho mengatakan, angin kencang bertiup beberapa kali di Desa Kenalan, Gondangsari, dan Ketundan.