KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
SEMBURAN LUMPUR DI MAJALENGKA TIDAK MELUAS
Masyarakat di Desa Cigaleuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tidak perlu khawatir dengan semburan lumpur berwarna abu-abu pekat yang terjadi di sebuah lahan sawah. Semburan itu tidak akan membesar. Fenomena keluarnya semburan lumpur ini mirip dengan yang terjadi di Desa Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Semburan muncul setelah terjadi gempa bumi pada 2 September 2009………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 27 OKTOBER 2009, HAL. 13
 
LAUT TIMOR TERCEMAR MINYAK
Hasil uji laboratorium terhadap sampel air laut yang diambil di Laut Timor yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Nusa Tenggara Timur (NTT) membuktikan, Laut Timor positif tercemar minyak sebesar 107,2 miligram per liter air laut. Hasil uji laboratorium tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Pusat Pengelola Lingkungan Hidup Nusa Tenggara di Denpasar………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 27 OKTOBER 2009, HAL. 13
    
PERMUKIMAN DI DAERAH RESAPAN AIR : PEMDA HARUS HENTIKAN PEMBANGUNAN
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk menghentikan pembangunan kawasan permukiman baru di daerah resapan air seperti Cilincing dan Kelapa Gading. Kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga ekologi lingkungan yang sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 27 OKTOBER 2009, HAL. 7
     
MINYAK TUMPAHAN DI LAIUT TIMOR : PEMERINTAH HITUNG KERUGIAN LINGKUNGAN
Pemerintah akan menghitung kerugian kerusakan lingkungan yang timbul akibat tumpahan minyak di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur, yang disebabkan meledaknya ladang minyak Montara, Australia, pada 21 Agustus lalu.Satu tim yang terdiri dari beberapa lembaga, seperti Kementerian Lingkungan Hidup akan berangkat ke lokasi kejadian, untuk memantau secara langsung perkembangan pencemaran, sekaligus mempelajari kerusakan lingkungan yang terjadi.Menurut Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Ilyas Assaad, Pemerintah Australia sendiri sudah pernah mengirim surat mengenai kasus ini kepada Pemerintah Indonesia, dan meminta kerja samanya mengantisipasi pencemaran yang mungkin terjadi………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 27 OKTOBER 2009, HAL. 6
     
TIGA PERUSAHAAN LANGGAR TATA RUANG GARUT
Tiga perusahaan tambang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, melanggar aturan rencana tata ruang wilayah. Ketiganya adalah PT Asgarindo, yang bergerak di bidang pasir besi, PT Aneka Tambang (pertambangan emas), dan PT Karunia Semesta Raya (pertambangan tembaga)………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 13
    
SOAL KONSERVASI TANGKUBAN PARAHU, MENTERI DI MINTA TINJAU IZIN KELOLA
Pemerintah Jawa Barat meminta Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan yang baru dilantik pekan lalu, segera meninjau ulang izin pengelolaan Taman Wisata Tangkuban Parahu oleh swasta. wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengaku segera menemui menteri Zulkifli, yang juga koleganya satu partai itu, untuk menjelaskan duduk perkara kisruh pengelolaan Tangkuban Parahu………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. A9
    
KOLAM LIMBAH ADARO CEMARI SUNGAI
Akibat hujan deras, kolam penampungan limbah batu bara PT Adaro Indonesia jebol dan mencemari Sungai Balangan di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.Badan Lingkungan Hidup Balangan melarang warga mengonsumsi air dan ikan dari sungai yang tercemar………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 10
    
PULAU KECIL TERANCAM TENGGELAM
Tujuh pulau kecil di Indonesia terancam tenggelam akibat perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut. Ketujuh pulau itu adalah Nusa Penida (Bali), Bangka Belitung, Pulau Solor (NTT), Pulau Wetar, Pulau Obi, Pulau Kai (Maluku), dan Pulau Gag (Papua)……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 10
    
PUTING BELIUNG RUSAK RUMAH DI KABUPATEN SERANG
Sebanyak delapan rumah di Desa Gambus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, rusak akibat terjangan puting beliung, Senin (26/10). Selain itu, sebagian kandang ayam di desa tersebut roboh dan menyebabkan 100 dari total 1.500 ekor ayam yang berada di dalamnya mati. Kejadian angin puting beliung di Kopo ini adalah yang ketiga di Kabupaten Serang dalam kurun tiga minggu terakhir………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 25
    
WARGA MENGADU KE KEJATI : FUNGSI SITU ANTAP AKAN DIKEMBALIKAN SEBAGAI RESAPAN AIR
Warga di sekitar Situ Antap, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (27/10), akhirnya melayangkan surat pengaduan atas pengurukan dan pemagaran situ itu ke Kejaksaan Tinggi Banten.Pengaduan atas pengurukan dan pemagaran Situ Antap itu dilakukan warga karena sejauh ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai lamban menghentikan pengurukan dan pemagaran situ tersebut………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 25
   
5 WARGA PATI TEWAS TERTIMPA LONGSORAN
Tiga rumah di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (26/10) pukul 22.00 WIB, tertimpa longsoran bukit kapur yang berlokasi di Pegunungan Kendeng. Akibatnya, lima penghuni tiga rumah tersebut tewas. Longsoran terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan lebat beberapa jam.Darmadi, warga Desa Kedungwinong, kemarin, menceritakan, sebelum bukit kapur di Desa Kedungwinong tersebut longsor, hujan lebat turun selama beberapa jam……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 24
    
DELTA MAHAKAM : PERTAMBAKAN HANCURKAN PULUHAN HEKTAR LAHAN BAKAU
Pembabatan hutan bakau untuk pertambakan dan permukiman telah menghancurkan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kerusakan mencapai 91.906 hektar dari 108.125 hektar luas Delta Mahakam atau 85 persen luas wilayah itu. Pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan akademisi sepakat menyelamatkan Delta Mahakam.Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kaltim Tuparman mengatakan, sekitar 85 persen atau 91.906 hektar Delta Mahakam telah hancur……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 23
 
PERUBAHAN IKLIM : MINIM KONTRIBUSI NEGARA BERKEMBANG
Hasil survei Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim menunjukkan, jumlah ahli atau kontribusi riset tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim negara-negara berkembang masih minim. Kondisi ini mengkhawatirkan mengingat dampak perubahan iklim paling nyata dihadapi negara miskin dan berkembang.Dari total 430 anggota delegasi dari 140 negara dan lembaga penelitian yang tergabung dalam Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) terungkap, sekitar 67 persen atau sedikitnya 288 ahli berasal dari negara maju……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 28 OKTOBER 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH