KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

  TATA RUANG DKI 2010-2030 DIRANCANG PRO LINGKUNGAN
Rencana Tata Ruang dan Wilayah DKI Jakarta akan lebih mengakomodasi isu lingkungan dan lebih komprehensif menjawab permasalahan ibu kota selama 20 tahun mendatang. Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kota dan Lingkungan HIdup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Andi Baso ada empat permasalahan yang menjadi titik berat dalam RTRW 2010-2030……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. B1
  
SUNGAI DELI MELUAP PERMUKIMAN KEBANJIRAN
Ratusan rumah dan satu SD di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatra Utara, terendam banjir, akibat meluapnya Sungai Deli, kemarin.Banjir merendam rumah hingga ketinggian dua meter. Banjir terjadi setelah hujan deras terjadi di hulu sungai. Air bah datang tiba-tiba sehingga banyak warga tidak sempat memindahkan barang dan perabotan………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. 11
 
TATA RUANG DKI 2010-2030 DIRANCANG PRO-LINGKUNGAN
Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta akan lebih mengakomodasikan isu lingkungan dan lebih komprehensif menjawab permasalahan di Ibu Kota selama 20 tahun mendatang. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kota dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Andi Baso M. mengatakan ada empat permasalahan yang menjadi titik berat dalam RTRW 2010-2030 tersebut. Masalah yang menjadi titik berat adalah pengendalian bencana banjir, ruang terbuka hijau (RTH), transportasi, dan sanitasi………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 6 NOVEMBER 2009, HAL. B3
 
RATUSAN BATANG KAYU DISITA DI PINGGIR SUNGAI
Sebanyak batang kayu jenis meranti disita Direktorat Polisi Air, Polda Riau, di Desa Sungai Dangkal, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti, Riau, kemarin. Ratusan batang tual kayu seberat 100 ton itu ditemukan teronggok di bibir pantai Desa Sungai Dangkal, Pulau Padang. Kayu itu rata-rata memiliki panjang 5 meter dengan diameter 40-50 cm………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. 11
 
1,5 JUTA HEKTAR HUTAN GAMBUT RUSAK
Kerusakan lahan gambut di Kalimantan Tengah mencapai 1,5 juta hektare dari total areal seluas 5,7 juta hektare. Kawasan terparah berada di areal eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut sejuta hektare di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Barito Selatan………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. 11
 
DAS DI KALIMANTAN PERLU DIREHABILITASI
Penebangan dan pembabatan hutan untuk berbagai kepentingan diyakini faktor utama daerah aliran Sungai (DAS) Barito kritis.Kondisi itu mengakibatkan terjadi sedimentasi pada DAS Barito yang pada akhirnya menimbulkan ancaman banjir ketika musim hujan dan surut drastis pada musim kemarau.Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalimantan Selatan Rahmadi Kurdi, langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah pusat adalah melakukan pendataan kerusakan DAS, serta rencana penanaman penghijauan di sepanjang DAS………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. 10
 
PELESTARIAN : MENGUBAH EKOTEOLOGI JADI ADRENALIN
Tidak ada short cut atau cetak biru teologi mengenai persoalan perubahan iklim dewasa ini walaupun teologi bekerja di dalam manusia dan akan mati tanpa praksis. Pertanyaan besar, mungkinkah ekoteologi menjadi adrenalin bagi peningkatan mutu kehidupan manusia bersama seluruh makhluk ciptaan? Dapatkah ditemukan satu formula agar peran itu maksimal? Karena teologi berpijak dalam konteks tempat dan aktualitas, dalam tataran kognisi keberagamaan sudah tidak ada persoalan. Persoalan muncul sebagai tantangan ketika dikaitkan dengan praksis dalam kehidupan masyarakat……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 6 NOPEMBER 2009, HAL. 48
 
KOALISI PERUBAHAN IKLIM : YANG LANCAR DAN YANG MACET
Pertemuan di Yogyakarta tersebut berlangsung pada akhir pertemuan negosiasi perubahan iklim di Bangkok, Thailand, yang menegosiasikan kesepakatan baru yang bakal diketok palu di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009. Negara maju dan negara berkembang sepakat harus ada pengganti kesepakatan Protokol Kyoto yang disahkan 1997 yang masa berlakunya akan berakhir pada 2012.Bersamaan terbentuknya koalisi kecil di Yogyakarta, di Bangkok, delegasi Indonesia dan delegasi sejumlah negara berkembang justru kecewa berat karena negara-negara maju terus mendesak negara-negara berkembang turut memikul