KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

  EFEK RUMAH KACA MERUSAK KARANG
Bumi yang semakin tua kini semakin terkontaminasi oleh efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan planet yang di sebabkan adanya perubahan komposisi dan keadaan atmosfer. Perubahan itu kerap diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondiaoksida (CO2) dan gas lainnya di atmosfer………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN JAKARTA, RABU 11 NOVEMBER 2009, HAL. 22
  
MENGUTAMAKAN RAMAH LINGKUNGAN
Urusan pengelolaan lingkungan, Semen Gresik berpatokan kepada Amdal. Tak hanya itu dalam menjalankan roda bisnisnya perusahaan ini melandaskan kinerjanya pada tiga hal yakni, aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Ketiganya memiliki ukuran keberhasilan. Aspek lingkungan tertuang dalam visi Semen Gresik it‘™s not environment protection, tetapi environment development……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONALKOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 18
  
TATA KOTA, FUNGSI JAKARTA HARUS DIDEFINISIKAN ULANG
Karut marut wajah Jakarta sebagai ibu kota negara merupakan cermin penataan kota yang buruk. Oleh karena itu, fungsi Jakarta sebagai ibu kota harus Didefinisikan ulang agar bisa sejajar dengan ibu kota negara lain. Demikian penilaian mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim di Jakarta………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN JAKARTA, RABU 11 NOVEMBER 2009, HAL. 7
  
34 DAS DI JATENG KRITIS
Sebanyak 34 daerah aliran sungai (DAS) dari total 128 DAS yang terdapat di Jawa Tengah, saat ini dalam kondisi kritis. Menurut Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Semarang Indra Kertati, kritisnya daerah aliran sungai disebabkan kurangnya tangkapan air dan praktik pertanian yang tidak mengindahkan kaidah konservasi. Kritisnya 35 daerah aliran sungai (DAS) tersebut dapat dilihat dari rasio debit maksimum dan debit minimum sungai dan sedimentasi yang melebihi standar laju erosi di atas dua milimeter per tahun……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONALKOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 13
 
SAMPAH BANTAR GEBANG POTENSI HASILKAN 26 MW
Timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu DKI Jakarta di Bantar Gebang, Kota Bekasi, merupakan bahan baku penghasil energi listrik. Sayangnya, sampah-sampah itu masih dibiarkan. Apabila diolah, timbunan sampah di Bantar Gebang diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik hingga 26 megawatt.Setiap hari, TPST Bantar Gebang menerima ribuan ton sampah baru dari Jakarta. Sebagian besar merupakan sampah organik………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 26
 
LUAS HUTAN TERBAKAR MENINGKAT TAJAM
Areal hutan yang terbakar di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Penyebab peningkatan itu antara lain kemarau panjang disertai angin kencang serta suhu udara yang panas. Berdasarkan data KPH Lawu, luas hutan yang terbakar dari awal tahun 2009 hingga Oktober 2009 mencapai 2.136 hektar. Kerugian ditaksir Rp 453 juta. Total luas hutan di KPH Lawu 54.000 hektar. Tahun 2008, luas hutan yang terbakar hanya 96 hektar dan tahun 2007 ada 113 hektar…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 23
 
PERUBAHAN IKLIM : YANG MISKIN YANG BERKORBAN
Dalam hiruk-pikuk perundingan bersama untuk mengatasi persoalan perubahan iklim, tegangan kaya-miskin semakin hari semakin meruncing. Para perunding dan diplomat yang bertemu di Barcelona, Spanyol, ternyata belum mendapatkan kesepakatan baru. Bahkan terjadi gap yang semakin lebar antara negara miskin dan kaya.Bahkan sejumlah negara telah mengatakan tidak bersedia menandatangani kesepakatan yang mengikat—seperti Protokol Kyoto yang mewajibkan negara-negara Annex 1 mengurangi emisinya. Sebaliknya mereka justru mendorong adanya kesepakatan politis untuk mengurangi emisi karbon…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 14
 
PERUBAHAN IKLIM : MALADEWA AJAK NEGARA-NEGARA PULAU KECIL KURANGI EMISI
Maladewa, salah satu dari belasan negara pulau kecil yang terancam tenggelam akibat kenaikan muka laut sebagai dampak pemanasan global, Senin (9/11) mengajak sesama negara rentan tenggelam untuk mengurangi emisi. Langkah itu diharapkan bisa mendorong pengurangan laju pemanasan global.Ajakan tersebut menjadi semacam sindiran bagi negara-negara maju, kelompok negara yang wajib menurunkan emisinya dalam jumlah besar. Namun, hingga sebulan menjelang Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009, komitmen negara-negara maju tersebut tidak juga tegas………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 14
 
KEANEKARAGAMAN HAYATI : KEKAYAAN ALAM PAPUA JADI PERHATIAN
Kekayaan alam Papua menjadi fokus pembahasan dalam konferensi internasional Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua pada 11-14 November. Rencananya kegiatan ini akan diikuti 400 peserta dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Dua perusahaan tambang raksasa di Papua, PT Freeport Indonesia dan British Petroleum, dipastikan hadir untuk membagikan kiat aktivitas pertanggungjawaban sosialnya (CSR).Ketua panitia, yang juga Kepala Badan Pengolahan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Provinsi Papua, Noak Kapisa pada Senin (9/11) di Jayapura, menjelaskan, konferensi ini diselenggarakan karena Papua diakui sebagai paru-paru dunia………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 13
 
KAJI ULANG PERLUASAN KEBUN SAWIT DI PAPUA : TARIF SEWA HUTAN TAK MASUK AKAL
Pemerintah diminta mengkaji ulang pemberian izin konversi hutan bagi perkebunan kelapa sawit besar-besaran di Papua. Penyelidikan organisasi lingkungan Telapak dan Environmental Investigation Agency menunjukkan, deforestasi turut mengeksploitasi masyarakat adat.Warga pedalaman dibiarkan berhadapan langsung dengan perusahaan besar. Akibatnya, warga terjebak dalam sistem sewa lahan puluhan tahun tanpa kompensasi memadai…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 NOPEMBER 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH