KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBUANGAN KE SUNGAI PORONG TERHAMBAT
Proses pembuangan lumpur panas ke Sungai Porong di Kabupaten Sidoarjo dihadang sejumlah kendala. Kendala itu, antara lain, adalah adanya sampah pada lumpur dan belum konsistennya pasokan air untuk menggelontor lumpur. Pembuangan lumpur ke Sungai Porong dimulai pada Minggu (15/10) pukul 21.00, tetapi terhenti setelah delapan jam atau Senin pukul 05.00. Dengan demikian, sampai hari Senin (mundur 12 hari dari jadwal), pembuangan lumpur belum efektif…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL.15 BERITA TERKAIT: LUMPUR DIBUANG KE LAUT, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 OKTOBER 2006 HAL. 8
TN TESSO NILO TERBAKAR : PERAMBAH DITANGKAP
Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo atau TNTN di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali terbakar sepanjang akhir pekan lalu hingga Senin (16/10). Laporan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, sedikitnya 50 hektar terbakar tepat di tengah lokasi. Kemarin, BKSDA dan polisi setempat menangkap empat perambah liar. Mereka yang ditangkap yaitu operator mesin Jonri S Munte dan tiga lainnya. Mereka kini ditahan untuk dimintai keterangan. Hingga kemarin belum jelas penyebab kebakaran itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL.24
TAK MUDAH AJAK MASYARAKAT PEDULI PENGELOLAAN SAMPAH
Menciptakan kepedulian warga supaya mau mengelola sampah sejak di rumah masing-masing bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun upaya untuk mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi dan memanfaatkan potensi sampah harus mulai dijalankan dengan serius sejak sekarang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan kader-kader lingkungan yang akan menjadi penggerak…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL.26
TAMAN NASIONAL TESSO NILO TERBAKAR HABITAT GAJAH DAN HARIMAU TERANCAM
Kebakaran puluhan hektare hutan di Taman nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, mengancam habitat sejumlah hewan dilindungi seperti gajah dan harimau sumatera. Padahal, hewan-hewan itu merupakan spesies payung yang melindungi jenis lainnya…………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL. 8 BERITA TERKAIT: KAWASAN KONSERVASI GAJAH DI RIAU TERBAKAR, REPUBLIKA, SELASA 17 OKTOBER HAL. 22
PEMBAKARAN HUTAN TERUS DISIDIK : INDONESIA TERUS BERMASALAH JIKA BELUM MERATIFIKASI PERJANJIAN
Sebanyak 16 perusahaan dan sebuah lahan milik perseorangan menjadi bahan pemeriksaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Lingkungan Hidup baik pusat maupun daerah serta kepolisian. Menurut Kepala Bidang Penyidikan Kementerian Lingkungan Hidup Dasrul Chaniago perusahaan di Provinsi Riau yang disidik oleh penyidik pusat adalah PT Agro Sarimas Indonesia (1.000 hektare), PT Subur Arum Makmur (90 hektare), PT Riau Anugrah Sentosa, dan lahan milik Deden (300 hektare)…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL.A5
RATIFIKASI ASAP HARUS JADI DAYA TAWAR
Sejumlah kalangan di DPR menolak ratifikasi Kesepakatan ASEAN soal Polusi Asap Lintas Batas atau Transboundary Haze Pollution (THP) sebelum Singapura menandatangai perjanjian ekstradisi dengan Indonesia……………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL. 16
PENYEDOT LUMPUR RUSAK, TIMNAS BANGUN SALURAN DARURAT
Rencana pembuangan lumpur langsung ke laut melalui Kali Porong terhambat, karena pompa penyedot lumpur di kolam penampungan lumpur empat di Desa Jatirejo, Porong, Sidoarjo rusak. Guna mengatasinya, dibangun spill way (saluran darurat) berukuran 8×600 meter, yang diperkirakan rampung 10 hari ke depan.Juru Bicara (Jubir) Tim Nasional Penanganan Semburan Lumpur di Sidoarjo, Rudy Novriyanto dalam penjelasannya di Jatirejo, Minggu (15/10) mengatakan, teknis pengaliran lumpur, pada kolam penampungan lima dibuatkan jalan untuk lumpur sepanjang seratus meter…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.19
MENTERI MALAYSIA : WARGA MALAYSIA PEMBAKAR HUTAN PENGKHIANAT
Malaysia tidak akan melindungi warga negaranya yang terlibat dalam pembakaran hutan di Indonesia yang mengakibatkan bencana kabut asap di sejumlah negara Asia Tenggara. Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Azmi Khalid menyebut warga Malaysia yang terlibat dalam kasus kebakaran hutan sebagai pengkhianat…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.10
HUTAN DIRUSAK, WARGA BADUY RESAH
Komunitas warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, resah melihat lingkungan alam sekitar mereka semakin rusak akibat ulah warga luar yang masuk ke kawasan Baduy. Mereka meminta perlindungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum…………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 17 OKTOBER 2006, HAL. 22
UU KONSERVASI SDA TAK BERDAYA
Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dinilai tidak berdaya karena kawasan konservasi yang kini luasnya 28 juta hektare semakin terancam kelestariannya. Sejumlah kasus, seperti penyerobotan dan konversi lahan, pembalakan liar, penangkapan spesies yang dilindungi, hingga kebakaran hutan terus terjadi. Rusaknya sumber daya alam dan ekosistem ini berdampak pada kawasan regional…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.5
YANG TERSISA DARI LUMPUR NAN MEMBUNCAH
Dari berbagai sumber yang dikumpulkan Navigator Research Institute, bahwa buncahan lump
ur Lapindo disebabkan kesalahan prosedur operasi yang mengakibatkan terjadinya blow out. Kejadian ini disebut gas kick (tendangan gas) ketika pengeboran mencapai kedalaman 6.300 kaki. Dalam blow out, gas yang dicari naik melalui lubang bor. Seharusnya secara prosedural jika gas naik, digunakan lumpur padat untuk menutupnya. Namun tekanan gas yang demikian besar tetap mendorong lumpur…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.5
POLDA KALTENG TETAPKAN DUA WNA TERSANGKA PEMBALAKAN LIAR
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menetapkan dua warga negara asing (WNA) yakni Wong Raymond (50) dan Yakobus Awe (46) sebagai tersangka pembalakan liar. Keduanya adalah pemodal yang cukup besar dalam pembalakan liar di Kabupaten Kota Waringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat. …..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.4
SUMSEL RUGI RP.129,7 MILIAR AKIBAT KEBAKARAN HUTAN

Kebakaran hutan di Sumatera Selatan (Sumsel) mengakibatkan kerugian Rp 129,7 miliar dengan luas 55.815 hektare (ha) yang meliputi 19 ribu ha hutan tanaman industri (HTI), 1.306 ha kebun, serta 35.509 ha semak-belukar. 16 persen yang terbakar merupakan lahan gambut yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Muara Enim, Banyuasin, dan Musi Banyuasin……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 16 OKTOBER 2006, HAL.4

Sumber:
Perpustakaan KLH