KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMANASAN GLOBAL – Menilik Dilema Air Bersih
Persoalan air bersih di kota menjadi lebih genting kondisinya. Tak usah jauh-jauh, bicara Jakarta saja, masyarakat yang terjangkau pelayanan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) baru 59 persen. Lebih dari 40 persen warga Jakarta dibiarkan memenuhi kebutuhan dengan menyedot air dari sumber air di dalam tanah atau dari sungai yang sarat pencemaran. Sementara itu, dengan pengawasan minim, praktik-praktik pengisapan air tanah makin tidak terkendali sehingga kini sudah memenuhi 70 persen kebutuhan warga. Padahal air tanah merupakan salah satu sumber daya yang bersifat terbatas. Adapun pemulihan air tanah juga sulit. Pemulihan atau pengisian kembali air tanah hanya bisa didapat dari air hujan, yang sebagian meresap ke dalam tanah-jumlahnya tergantung dari jenis permukaan (tanah atau beton). Sementara itu, untuk air permukaan di sungai, danau, atau mata air, kondisinya sama memprihatinkan. Lepas dari kualitas air permukaan yang juga menjadi masalah besar—akibat pencemaran berbagai industri dan limbah rumah tangga—ketersediaannya pun makin terbatas.