KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

REVISI UU KONSERVASI HAMBAT REFORMASI AGRARIA
Rencana pemerintah memanfaatkan hutan konservasi dengan merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi, disayangkan Ketua Dewan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Usep Setiawan. Di mata dia, pembangunan yang eksploitatif dan ekstraktif terhadap hutan, menimbulkan tiga persoalan agraria yang sangat berat. Pertama, kebijakan itu mempercepat proses degradasi kualitas lingkungan hidup, yang mengakibatkan terjadinya bencana alam, krisis air, krisis pangan, dan sebagainya…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 NOPEMBER 2009, HAL. 06
    
PEMERINTAH EKSPLOITASI HUTAN KONSERVASI
Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi, dengan tujuan bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di kawasan yang dilindungi tersebut. Direktur Jenderal Konservasi Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan, Darori, di Jakarta, Selasa (24/11), mengatakan, sejumlah hal yang ada dalam UU Konservasi yang bersifat melarang akan dikaji dan direvisi dengan mempertimbangkan berbagai faktor, baik ekonomi maupun ekologi………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 NOPEMBER 2009, HAL. 06
   
RATUSAN GUNUNG ES ANTARTIKA HANYUT
Ratusan gunung es yang pecah dari gugusan es Antartika hanyut menuju Selandia Baru. Hal ini bisa membahayakan kapal-kapal yang berada di selatan Samudra Pasifik, ujar para pejabat, Selasa (24/11). Ahli Geologi Australia Neal Young menyebutkan, salah satu bongkahan es yang terdekat, sekitar 260 km tenggara Pulau Stewart, Selandia Baru memiliki ketinggian sekitar 30 meter……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 NOPEMBER 2009, HAL. 14
   
TATA RUANG, PEMERINTAH BERI SINYAL PENUHI PERMINTAAN PENGUSAHA
Pemerintah memberi sinyal memenuhi permintaan pengusaha, yaitu mengubah atau membuat regulasi bagi penyelesaian masalah tumpang tindih kawasan hutan. Hal ini agar persoalan tata ruang segera tuntas sehingga investasi dapat tumbuh untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 7 persen 2014. Hal itu mengemuka dalam karya koordinasi penyelesaian masalah kawasan hutan………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 NOVEMBER 2009, HAL. 18
   
MANFAAT PENGOLAHAN SAMPAH DI DKI MASIH MINIM
Volume sampah yang diolah masyarakat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat masih minim. Menyiasati hal ini, Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat sedang menyosialisasikan gerakan 3R (reduce, reuse, dan recycle) sampah kepada masyarakat. Kepala Suku Dinas Kebersihan (Kasudin) Jakarta Pusat, Syamsudin, mengatakan, dari 5.280 kubik sampah yang dihasilkan di Jakarta Pusat per harinya, hanya sekitar 415 kubik yang dimanfaatkan masyarakat. "Gerakan 3R kita sosialisasikan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah bisa dikembangkan sehingga bermanfaat. Nantinya, masyarakat dapat memilah mana sampah organik dan nonorganik," ujar Syamsudin kepada Republika, Rabu (25/11)……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 26 NOVEMBER 2009, HAL. 15
   
SIDANG LINGKUNGAN, PENATAAN LINGKUNGAN HIDUP DIBAHAS DI BALI
Indonesia dipilih sebagai tuan rumah sidang khusus tingkat mentri lingkungan sedunia ke-11. Beberapa persoalan akan dibahas dengan tujuan utama terciptanya tata kelola lingkungan global yang lebih baik. Pertemuan itu merupakan jeda sidang dua tahunan badan tertinggi di bawah program lingkungan PBB (UNEP)………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 NOVEMBER 2009, HAL. 13
   
KONSERVASI DIKECAM, KUOTA 1.000 PENYU UNTUK BALI
Rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka kembali kuota pemanfaatan 1.000 penyu per tahun dikecam masyarakat dan aktivis penyayang satwa. Rencana tersebut dikhawatirkan memengaruhi citra Bali sebagi salah satu destinasi pariwisata di dunia……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 NOVEMBER 2009, HAL. 13
   
14 AKTIFITAS GREENPEACE DI PERIKSA POLISI
Sebanyak 14 relawan Greenpeace, sembilan diantara orang asing, di periksa di Markas Polda Riau di Pekanbaru. Pemeriksaan ini menyusul aksi mereka di areal pelabuhan PT Indah Kiat Pulp and Paper di Perawang, Kabupaten Siak, Riau. Aksi Greenpeace itu melibatkan belasan aktifis dengan cara mengikat diri pada empat alat pengangkat (crane) peti kemas sehingga seluruh kegiatan bongkar muat terhenti……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 NOVEMBER 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH