KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMIMPIN NEGARA SERUKAN PERJANJIAN PERUBAHAN IKLIM
Para pemimpin negara-negara persemakmuran Sabtu (28/11) menyerukan sebuah perjanjian internasional yang mengikat secara hukum tentang perubahan iklim dan dana global milyaran dolar untuk membantu negara-negara miskin mendapatkan hak-haknya. Perdana Menteri Denmark, Lars Loekke Rasmussen dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, membuat pertemuan persemakmuran yang jarang dilakukan untuk membantu diskusi iklim……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 14
 
17.400 HEKTARE LAHAN SULTRA DIHIJAUKAN
Program nasional Satu Orang Satu Pohon atau One Man One Tree yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu diyakini akan mampu menghijaukan 17.400 hektare lahan di Sulawesi Tenggara. Hal tersebut dikatakan Gubernur Sultra Nur Alam saat menghadiri kampanye One Man One Tree di kampus Universitas Haluoleo, Kendari, Minggu (29/11). Menurutnya, sebanyak 6.989.432 batang pohon berhasil ditanam dari target 2.306.900 batang pohon……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 13
   
25 KAWASAN DKI TERAPKANB STIKER UJI EMISI
Mulai hari ini semua kendaraan yang akan parkir di 25 kawasan parkir diharuskan tertempel stiker tanda lulus uji emisi. Kendaraan yang tidak berstiker lulus uji emisi dilarang masuk ke kawasan parkir itu.Menurut Kepala Bidang Penegakan Hukum Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Ridwan Panjaitan, hingga kini BPLHD dengan pakar hukum serta aparat kepolisian masih menelaah peraturan mana yang bisa dipakai sebagai payung hukum……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 9
    
HUTAN HABIS 5 TAHUN LAGI
Hutan Indonesia kini sudah tidak lagi menjadi penyumbang devisa terbesar buat negara. Sumber daya alam itu semakin habis. Dalam lima tahun mendatang diperkirakan Indonesia bisa menjadi importir kayu.Hal itu dikemukakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat melakukan penanaman pohon pada pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kamboja seluas empat hektar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 NOPEMBER 2009, HAL. 23
   
HATI-HATI SOAL LAUT : FUNGSI LEBIH SEBAGAI PELEPAS KARBON
Indonesia sebaiknya jangan gegabah mengajukan laut sebagai salah satu jawaban menghadapi persoalan perubahan iklim. Dikhawatirkan, nantinya justru Indonesia yang akan dirugikan karena sifat lautnya adalah sebagai pelepas karbon dioksida. Peran laut sebagai penyerap atau pelepas karbon telah satu dekade menjadi perdebatan di dunia ilmu pengetahuan. Hasil penelitian terakhir yang menjadi pamungkas adalah hasil penelitian Arnold Gordon……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 NOPEMBER 2009, HAL. 13
   
PEMANASAN GLOBAL : AS JANJI TURUNKAN EMISI 17 PERSEN
Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 17 persen dari level tahun 2005 pada tahun 2020. Keputusan itu akan diumumkan resmi pada Pertemuan Para Pihak Ke-15 Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009. Sehari setelah pernyataan resmi Gedung Putih itu, Pemerintah China mengeluarkan target penurunan emisi 40-45 persen dari level tahun 2005 pada tahun 2020……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 NOPEMBER 2009, HAL. 13
   
TIGA PENGUSAHA LAUNDRY DIPIDANA
Akibat melakukan pelanggaran yang termasuk tindak pidana, tiga dari 48 usaha laundry di Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kini diajukan ke pengadilan. Pelanggaran yang dilakukan ketiga usaha laundry tersebut antara lain melakukan kegiatan yang menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Menurut Kepala Subdirektorat Penanganan Kasus Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Barat Dulles Manurung, ketiga laundry tersebut juga melakukan pengambilan air tanah berlebihan yaitu melebihi 200 meter kubik dan tidak memiliki perizinan……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 2
 
MAJALAYA DAN BALEENDAH MASIH TERENDAM BANJIR
Ribuan rumah warga di Kecamatan Majalaya dan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarum, kemarin. Ketinggian air yang masih di atas 40 cm membuat sebagian penduduk mengungsi ke lokasi aman.Hujan deras yang turun sejak sepekan lalu hingga kemarin membuat Sungai Citarum meluap dan menggenangi ribuan rumah warga di dua kecamatan………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 10
   
IZIN KONSESI HUTAN DI RIAU DIDUGA CACAT HUKUM
Izin rekomendasi Gubernur Riau Rusli Zainal untuk sejumlah konsesi perusahaan dinilai bermasalah dan cacat hukum.Diduga kuat terdapat unsur gratifikasi, korupsi kehutanan, dalam proses lolosnya izin tersebut diterbitkan. Hal itu terungkap dalam diskusi Kontroversi Perizinan dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Hutan Riau di Kantor Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Alam Riau (Jikalahari) di Pekanbaru.Menurut Adnan yang menjadi tim pakar amdal Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Riau, pada saat izin rekomendasi dikeluarkan pada 2 Juli 2004, izin konsesi diberikan untuk 215 ribu ha mencakup Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Bengkalis………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 10
 
STASIUN PEMANTAUAN POLISI DIPERBAHARUI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memasang stasiun pemantau kualitas udara yang baru. Stasiun pemantau itu dipasang di depan pos polisi Bundaran Hotel Indonesia untuk mengetahui tingkat pencemaran di kawasan dengan lalu lintas terpadat seJakarta itu.Sebelum pemasangan alat baru, tiga dari lima alat pemantau polusi udara yang ada di Jakarta rusak. Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, hasil pengukuran kualitas udara ini harus menjadi dasar penentu kebijakan pemerintah dan tingkah laku masyarakat. Jika kualitas udara buruk, pemerintah dan warga harus bersama-sama menurunkan emisi gas buang……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 30 NOPEMBER 2009, HAL. 25

Sumber:
Perpustakaan KLH