KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LUMPUR SULIT MENGALIR KE LAUT
Setelah lumpur panas berhasil dibuang ke Sungai Porong di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, persoalan belum selesai. Lumpur ternyata sulit mengalir ke laut karena jarak lokasi pipa pembuangan dengan muara sekitar 20 kilometer, sehingga lumpur tersedimentasi di sepanjang aliran sungai. Sejak dua pekan terakhir lumpur dibuang ke Sungai Porong. Meski demikian, target lokasi pembuangan lumpur panas sebenarnya adalah Selat Madura. Sungai Porong dalam hal ini hanya sebatas sarana untuk mengalirkan lumpur sampai ke Selat Madura……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 24

KBUA Senin, 30 Oktober 2006
TABAT DI KAWASAN RAWAN TERBAKAR DIPERBANYAK
Organisasi konservasi lingkungan, WWF-Indonesia, yang merupakan mitra Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, memperbanyak jumlah tabat pada kanal-kanal kawasan gambut Taman Nasional Sebangau yang mudah terbakar. Tabat adalah bendungan kayu yang dapat membuat kawasan gambut tetap basah dan lembab……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 24

AKTIVIS LINGKUNGAN BERSIHKAN SAMPAH DISENDANG SENJOYO
Sekitar 200 orang dari berbagai kelompok lingkungan yang peduli terhadap konservasi sumber air, Minggu (29/10), membersihkan sampah plastik yang ada di Sendang (mata air) Senjoyo, Desa Tegal Waton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Tanam untuk Kehidupan (TUK) ini merupakan rangkaian dari Festival Mata Air yang puncaknya akan berlangsung pada hari Sabtu hingga Minggu (5/11) mendatang…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 24

SAMPAH MENUMPUK DI BEKASI DAN TANGERANG
Sampah menumpuk di sejumlah pasar di Kota Bekasi. Ini akibat sebagian besar petugas kebersihan masih menjalani libur Lebaran. Penumpukan sampah terlihat paling parah terjadi di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Baru Bekasi dan Pasar Rawalumbu…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 7

PENATAAN BANTARAN KALI MASIH MINIM
Penataan sejumlah bantaran sungai atau kali di wilayah DKI Jakarta masih minim dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Akibatnya, permukiman penduduk atau tempat usaha memadati areal bantaran sungai. Bahkan, di beberapa lokasi banyak bangunan yang menyerobot badan sungai. Berdasarkan pemantauan pada Minggu (29/10), umumnya bantaran sungai di lima wilayah DKI Jakarta telah berubah fungsi menjadi permukiman dan tempat usaha…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 26

TANGGUL TERUS DIPERKUAT
Untuk mengantisipasi dampak turunnya hujan di daerah sekitar kolam penampungan semburan lumpur panas, Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo memperkuat tanggul dengan menyemprotkan cairan kimia polimer TX 88 di bagian lereng tanggul mulai hari Jumat (27/10). Persoalannya, penyemprotan hanya bisa dilakukan pada lereng tanggul bagian luar. Dengan demikian, tanggul tetap rentan jebol, apalagi saat hujan deras……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 OKTOBER 2006, HAL. 11. BERITA TERKAIT: TANGGUL PERMANEN SETELAH MUSIM HUJAN, REPUBLIKA, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 5

KALI DAN SUNGAI BELUM DIKERUK
Hujan akan segera tiba, tetapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum juga bersiap. Sejumlah kali dan sungai yang kini mendangkal belum juga dikeruk. Sampah juga masih menyumbat aliran air. Berdasarkan pengamatan, Kamis (26/10), kondisi sungai, kali, atau saluran air yang melintasi wilayah DKI Jakarta banyak terlihat mendangkal dan dipenuhi sampah…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 OKTOBER 2006, HAL. 25

MEMBUAT SAMPAH JADI BERGUNA
Setiap orang pasti menghasilkan sampah. Namun, bisa dikatakan tak seorang pun yang sesungguhnya mau tinggal di lokasi tempat sampah terkumpul. Selain bau yang menyengat, dampak dari sampah pun sulit untuk disepelekan. Jika di sekeliling Anda bersih dari sampah, bukan berarti sampah itu sudah lenyap. Sampah hanya berpindah tempat…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 29 OKTOBER 2006, HAL. 18

SEDIMENTASI SUNGAI PORONG MULAI TERJADI
Sedimentasi di Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai terjadi akibat pembuangan lumpur panas selama dua pekan belakangan ke sungai yang bermuara di Selat Madura itu. Hal ini akan menyebabkan percepatan pendangkalan sungai. Berdasarkan pemantauan, Kamis (26/10), sedimentasi mulai terjadi tepat di bawah ujung pipa buang dan sekitarnya. Material yang mengendap berupa lumpur pekat yang terlihat seperti pasir. Tebal sedimentasi antara 10 sentimeter (cm)-20 cm…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 OKTOBER 2006, HAL. 1

PENDIDIKAN LINGKUNGAN: SEHARI MENGASAH KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
Pembelajaran yang sarat pesan untuk menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan cara yang santai, menghibur, dan secara nyata itulah yang dilakukan siswa Sevilla School, sebuah sekolah bertaraf internasional di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (19/10) lalu. Kegiatan sehari mengasah kepedulian terhadap lingkungan itu dilakukan untuk merayakan hari ulang tahun ke-61 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tema “Aku Cinta Lingkungan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 OKTOBER 2006, HAL. 25

HUJAN BUATAN SIRAM WILAYAH SUMSEL, KABUT ASAP BERLALU
Perjuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mengatasi kabut asap dengan mengurangi jumlah titik api (hot spot) terus dialkukan. Rencana untuk membuat hujan buatan dengan menaburkan Na Cl (Natrium Clorida) atau garam untuk mengundang datangnya hujan mulai membuahkan hasilnya…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 22

KEBAKARAN TERJADI LAGI, PENERBANGAN SIAP
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di daerah Perbukitan Sulewattang, Kecamatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Api kali ini menghanguskan lebih dari 50 hektar lahan pertanian tanaman produktif, seperti kakao dan durian…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 30 OKTOBER 2006, HAL. 8

SAMARINDA RAWAN PENCEMARAN BATU BARA
Pemerintah Kota Samarinda harus mengantisipasi terjadinya pencemaran lingkungan akibat ekploitasi batu bara. Sebab, di kota dengan penduduk yang cukup padat di Kalimantan Timur (Kaltim) ini, yakni 600.000 jiwa dengan luas wilayah hanya 718 km persegi, terdapat 60 buah perusahaan tambang batu bara .Menurut Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Batu Bara Kaltim, H Husien Akmad pihaknya bukan ingin menghambat investasi namun masalah pengelolaan lingkungan harus mendapat perhatian khusus…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 28 OKTOBER 2006, HAL. 4

Sumber:

KBUA Perpustakaan KLH