KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GELEMBUNG UDARA BARU DI PEJARAKAN: SEDIMENTASI DI UJUNG PIPA BUANG SEMAKIN TINGGI
Sebuah gelembung udara baru muncul di areal persawahan yang terendam lumpur di Desa Kedungcangkring, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa itu merupakan peristiwa keempat di lokasi yang berbeda sejak semburan lumpur panas pertama kali terjadi pada 29 Mei. Berdasarkan pemantauan, Selasa (31/10), gelembung udara itu tampak seperti lumpur yang bergolak, mirip air mendidih……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 15
PENYELESAIAN LUMPUR LAPINDO: DARI SATPAM SAMPAI ILMUWAN RUSIA
Semburan lumpur panas-asin di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tak hanya menebar kecemasan warga di sekitar lokasi semburan, seperti di Desa Besuki, Pejarakan, atau Jabon. Namun, juga warga yang relatif jauh dari lokasi semburan. Abdul, misalnya, warga Kecamatan Waru, sekitar 15 kilometer pun turut khawatir. Penyebabnya, lima bulan lewat tapi semburan tak juga teratasi. Bahkan, volumenya terus membesar hingga 126.000 meter kubik per hari……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 12
PEMBALAKAN LIAR : KEPALA KAPOLDA SUMUT: ADELIN MENGAGUNKAN AREAL HPH
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut), Irjen Bambang Hendarso Danuri mengatakan, tersangka pembalakan liar Adelin Lis telah mengagunkan lahan hak pengusahaan hutan ke bank BUMN atas nama PT Rimba Mujur Mahkota. Areal PT RMM itu jelas-jelas berada di areal HPH PT Keang Nam, tetapi dengan mudahnya areal itu disulap menjadi perkebunan kelapa sawit…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 24
PEMANASAN GLOBAL MENGKHAWATIRKAN
Kerugian akibat pemanasan global dalam satu dekade ke depan diperkirakan akan mencapai 7 triliun US$, atau sekitar Rp 63.000 triliun (kurs Rp 9.000), jika pemerintahan di seluruh dunia tidak melakukan tindakan apa-apa untuk mencegah pemanasan global ini.Hitung-hitungan kerugian ekonomi akibat pemanasan global itu dilansir oleh Sir Nicholas Stern, mantan Ketua Ahli Ekonomi Bank Dunia yang ditugaskan oleh Chancellor of the Exhequer Gordon Brown untuk meneliti dampak dari pemanasan global…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 31 OKTOBER 2006, HAL. 5. BERITA TERKAIT: SUHU PERMUKAAN BUMI TERUS NAIK : BENCANA ANCAM DUNIA, MEDIA INDONESIA, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 13
SEBAGIAN JABAR DIGUNCANG GEMPA 4.7 SR
Wilayah di Jawa Barat (Jabar) diguncang gempa berkekuatan 4,7 pada skala richter (SR) pada Senin (30/10). Gempa yang terpusat di 7,08 derajat lintang selatan dan 106,8 derajat bujut timur ini terasa di Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Gempa itu menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kelas I Bandung, Hendri Surbakti , berjarak 17 kilometer sebelah barat daya Sukabumi. Dia memperkirakan gempa tersebut terjadi di daratan dengan kedalaman 79 kilometer………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 31 OKTOBER 2006, HAL. 4
KEBAKARAN HUTAN DI POLEWALI MELUAS
Kebakaran hutan dan perkebunan rakyat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat Sulbar), meluas ke sejumlah desa yang semula jauh dari titik api. Sebelumnya, kebakaran terjadi di Desa Sulewattang dan Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi. Kemarin api menjalar ke Desa Buttu Tallu, Talondo, dan Desa Sankuriang…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. A8
API DI KALSEL MULAI BAKAR RUMAH WARGA
BANJARMASIN (Media): Api yang membakar lahan gambut dan hutan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai merembet ke permukiman penduduk. Belasan rumah dan tempat ibadah di sejumlah daerah ludes terbakar. Api merembet ke permukiman penduduk sejak dua hari yang lalu. Sejumlah rumah yang terbakar berada di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 8
MENUNGGU MINYAK JARAK DARI HALMAHERA

Pada Juli 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan pengembangan bioenergi. Hal itu selain menghasilkan produk biodisel dan bioethanol yang ramah lingkungan dan murah, hal itu juga bisa mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Bahkan untuk tanaman jarak yang mudah tumbuh walau di lahan tandus bisa menghijaukan lahan-lahan terlantar akibat penggundulan hutan…….BACA SELENGKAPNYA, RAPUBLIKA, RABU 1 NOVEMBER 2006, HAL. 16

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH