KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

30.000 HEKTARE LAHAN GAMBUT DIPERKIRAKAN HANGUS
Kebakaran hutan dan lahan di Jambi yang terjadi selama empat bulan sejak Juli hingga Oktober 2006, diperkirakan menghanguskan lebih dari 30.000 hektar lahan. Sebagian besar yang terbakar adalah lahan gambut di Kabupaten Muaro Jambi. Lahan gambut yang hangus terbakar itu antara lain di kawasan konservasi Tahura (Taman Hutan Rakyat) Sekitar Tanjung dan Taman Nasional Berbak (TNB), hutan produksi eks HPH RKI, HTI PT Diera Hutani Lestari (DHL), HPH PT Putra Duta Indah Wood (PDIW), perkebunan PT Sumbertama Nusa Pertiwi (SNP), PT Makin, dan lahan masyarakat………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 20 NOVEMBER 2006, HAL. 23
PEKAN KELUARGA CINTA ALAM DI TANAH TINGGAL
Dimeriahkan kehadiran trio penyanyi AB Three Pekan Keluarga Cinta Lingkungan III—menandai peringatan Hari Cinta Puspa dan Hari Satwa Nasional—berlangsung di Tanah Tingal, Ciputat, Tangerang, Minggu (19/11). Menurut Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman, yang hadir mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mudah-mudahan ’pesta kecil’ ini menjadi awal dari langkah besar ke masa depan untuk membuat alam lingkungan negeri ini lebih hijau…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 20 NOVEMBER 2006, HAL. 12
46 ORANGUTAN SIAP DIPULANGKAN DARI THAILAND
Departemen Kehutanan memastikan 46 orangutan selundupan asal Indonesia akan dipulangkan dari Thailand, Rabu (22/11) pekan depan. Menurut Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Dephut Adi Susmianto, rombongan orangutan akan disambut Ny Ani Yudhoyono di Base Ops Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 20 NOVEMBER 2006, HAL. 12
GREENPEACE : PEMERINTAH MENGABURKAN PENANGGUNG JAWAB LAPINDO, GRUP BAKRIE MEMERINTAH MINARAK MEMINJAMKAN UANG KE FREEHOLD
Greenpeace, lembaga internasional pelestari lingkungan, menilai pemerintah Indonesia telah memberikan ketidakjelasan kepada masyarakat mengenai penanggung jawab insiden dan ganti rugi dari luapan lumpur panas sumur Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo. Sikap pemerintah itu, kata Direktur Eksekutif Greenpeace Wilayah Asia Tenggara Emmy Hafidz, menyebabkan permasalahan menjadi berlarut-larut…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 20 NOVEMBER 2006, HAL. A19
WAPRES : LAPINDO TETAP BERTANGGUNG JAWAB
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (17/11) siang, menyatakan, siapa pun pemilik Lapindo Brantas Inc yang baru harus bertanggung jawab terhadap kerugian sosial yang ditimbulkan akibat semburan lumpur panas di salah satu sumur eksplorasi di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Kalla yang bertanggung jawab kepada negara dan masyarakat adalah Lapindo-nya meskipun pemiliknya (berganti-ganti)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.1 BERITA TERKAIT : LAPINDO HARUS BERTANGGUNG JAWAB, SUARA PEMBARUAN, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.19
BUKIT RAYA DIRAMBAH PENAMBANG EMAS LIAR
Taman Nasional Bukit Raya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dirambah penambang emas liar. Lokasi Bukit Raya yang jauh dari pusat pemerintahan membuat aktivitas penambangan ilegal itu sulit diawasi. Menurut warga asal Serawai Sintang, Aju Dismas saat ini tidak kurang dari 1.000 penambang emas tanpa izin (peti) beroperasi di beberapa aliran sungai di Bukit Raya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.23
MASYARAKAT CEGAH KEBAKARAN
Konsorsium beberapa lembaga swadaya masyarakat dan Universitas Palangkaraya berinisiatif mencegah kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah. Mereka memperluas kanal di lahan gambut, membentuk regu pemadam kebakaran, dan membuat sumur bor. Konsorsium tersebut, Central Kalimantan Peatland Project (CKPP), juga membuat bor di lokasi yang jauh dari sumur. Sementara regu pemadam kebakaran dibentuk di 26 desa yang rawan kebakaran…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.23
BANJIR MIMPI BURUK YANG TERUS BERULANG
Isu banjir kembali menjadi bahan diskusi hangat di berbagai media, ruang rapat pejabat, hingga warung kopi di pojok kota. Pemerintah Provinsi (Pemprof) DKI Jakarta pun dianggap terlampau santai mengantisipasi banjir. Hal itu terlihat dari sikap Pemprof DKI yang baru bergerak setelah media meributkan kemungkinan datangnya banjir besar di tahun ini. Meskipun belakangan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) DKI Jakarta menolak sinyalemen datangnya banjir besar seperti tahun 2002 silam…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.11
DISIAPKAN 5,4 JUTA HEKTARE LAHAN UNTUK HUTAN RAKYAT
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan bahan baku bagi industri kayu, mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan hutan tanaman. Dalam lima tahun ke depan, bukan hanya hutan tanaman industri (HTI) skala besar yang dikembangkan tetapi juga hutan-hutan rakyat terutama di lahan-lahan bekas kawasan hutan produksi yang kini terbengkalai. Menurut Kepala Pusat Informasi Departemen Kehutanan Achmad Fauzi Mas’ud pemerintah menyediakan lahan seluas sekitar sembilan juta hektare (ha) untuk pengembangan hutan tanaman…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL.6
51.245 HA HUTAN DI KERINCI GUNDUL
Sekitar 51.245 hektare (ha) hutan di Kabupaten Kerinci, Jambi, kini mengalami gundul akibat lambannya gerakan reboisasi dan rehabilitasi hutan. Gundulnya hutan tersebut membuat sebagian besar kawasan perbukitan di kabupaten itu rawan longsor di musim hujan. Menurut Kepala Biro Humas dan Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Idham Khalid, guna menanggulangi kegundulan hutan di Kabup
aten Kerinci, Pemerintah Pusat (Departemen Kehutanan) telah mengalokasikan Rp 4,2 miliar dana rehabilitasi untuk sekitar 2.650 ha hutan gandul tahun 2006 ini…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 17 NOVEMBER 2006, HAL.4
RAKSA BUMI CIANJUR RAIH KEHATI AWARD 2006
Kelompok Swadaya Masyarakat di lima desa di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat atau disebut sebagai Kelompok Raksa Bumi meraih penghargaan KEHATI Award 2006 untuk kategori Prakarsa Lestari KEHATI dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Selain mereka KEHATI Award 2006 juga diberikan kepada empat nominasi lainnya di Sea World, Jakarta Bay City, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/11) malam….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 17 NOVEMBER 2006, HAL.5
HINDARI PENCEMARAN, KALI BEKASI PERLU SIPON
Selain perlu adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu, pembangunan gorong-gorong (sipon) di Bendungan Kali Bekasi, menjadi alternatif lain mengurangi tingkat pencemaran sungai. Dengan adanya sipon, saluran Kali Bekasi dan Saluran Tarum Barat Kalimalang yang selama ini bertemu di Bendungan Kali Bekasi, bisa dipisahkan……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL. 7
RI-AS KERJA SAMA BERANTAS PEMBALAKAN LIAR
Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memberantas pembalakan liar dan perdagangan hasil-hasil pembalakan liar. Kesepakatan tersebut ditandatangai oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Kehutanan MS Kaban menandatangani Nota Kesepahaman dengan Wakil Dagang Amerika Serikat/United States Trade Representative (USTR) Susan Schwab di Hanoi,Vietnam……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SABTU 18 NOVEMBER 2006, HAL. 19
ANGIN PUTING BELIUNG TERJANG PEKANBARU

Angin beliung yang merobohkan pepohonan serta memorak porandakan sejumlah rumah penduduk melanda kota Pekanbaru, Riau, dan Bangkalan Madura, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (18/11) petang…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 20 NOVEMBER 2006, HAL. 17

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup