KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DANA GUNA TANGANI SAMPAH SIA-SIA
Pemprov DKI Jakarta dinilai tidak serius menangangi masalah sampah di perairan Teluk Jakarta. Anggaran yang disiapkan Rp 10 milyar untuk mengatasi persampahan pantai dan perairan lautnya sama dengan membuang uang ke laut karena tidak memiliki pola penanganan yang jelas, cenderung parsial, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut Koordinator Nelayan Cilincing Acil Lagoa tekanan limbah (termasuk sampah) terhadap ekosistem laut dan perairan muara sungai di Teluk Jakarta sudah sangat parah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 25
SULAWESI TERENDAM BANJIR
Wilayah yang terendam banjir di Sulawesi makin meluas. Setelah Sinjai, Sulawesi Selatan dan Konawe, Sulawesi Tenggara, giliran Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara yang terendam air bah……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. A2
MASALAH LOKAL JADI GLOBAL
Masalah lingkungan hidup global sering kali berawal dari masalah lokal yang berkembang menjadi makin parah. Karena itu, penanganan masalah lingkungan harus melibatkan seluruh level pemerintahan, dari lokal, nasional, hingga internasional. Menurut Dr Heike Schroeder dari Institutional Dimensions of Global Environmental Change (IDGEC) banyak persoalan lingkungan hidup lokal yang sudah menjadi masalah global. Di antaranya adalah pemanasan global yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 12
BANJIR LANDA KALSEL 21 TEWAS, 20 HILANG
Banjir, kemarin, melanda wilayah Kecamatan Cantung, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sedikitnya, 21 orang tewas dan puluhan lainnya hilang. Banjir itu disebabkan meluapnya Sungai Limpur sejak kemarin dini hari dan menggenangi sedikitnya empat desa diwilayah tersebut………………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 1
15 NEGARA KEMBANGKAN SAWIT RAMAH LINGKUNGAN
Sebanyak 15 negara peserta International Oil Palm Conference 2006 sepakat mengembangkan perkebunan dan produk kelapa sawit ramah lingkungan. Perkebunan kelapa sawit juga harus dapat memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan kesempatan kerja, terutama di negara sedang berkembang…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 24 JUNI 2006, HAL. 23
DIUSUT TEMUAN KAYU TEBANGAN LIAR DI SEBANGAU
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Achmad Diran meminta Bupati Katingan Duwel Rawing segera menerjunkan tim ke kawasan hutan Sebangau, Kecamatan Mendawai. Tim itu harus mengusut lebih jauh temuan ratusan ribu potong kayu tebangan liar di kawasan konservasi hutan rawa gambut tersebut…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 24 JUNI 2006, HAL. 24
GEMPA DAN BANJIR, GORONTALO LUMPUH
Dua hari terus-menerus diguyur hujan, sebagian besar wilayah Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Ahad (25/6) terendam banjir. Sebelumnya, pukul 05.15 pagi WIT, penduduk dikejutkan guncangan gempa berkekuatan 5,9 skala Richter……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 1
MENTERI LH: ILLEGAL LOGING DI SINJAI
Bencana yang banyak terjadi di Indonesia, menurut Menteri Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar, terjadi karena lahan Indonesia sudah rentan akibat sudah tua dan banyak diolah. Khusus untuk bencana banjir dan longsor di Kabupaten Sinjai-Sulawesi Selatan, Rahmat mengatakan menemukan tempat illegal loging di Sinjai yang sudah ditinggalkan dan didirikan beberapa tahun lalu……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 18
MENJADI YANG TERHIJAU
Rachmat Witoelar dibuat miris oleh fakta ini. Betapa tidak, jika pada 1984 cuma ada 22 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang status kritis, tahun 2005 lalu angkanya membengkak menjadi 62 alias nyaris tiga kali lipat……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 26 JUNI 2006, HAL. 22

Sumber: KBUA Perpustakaan KMNLH