KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. BUTUH 500 TAHUN MENGURAI SAMPAH PLASTIK
Penggunaan kantong plastik terutama untuk berbelanja sudah seharusnyadibatasi. Karena ternyata, untuk mengurai sampah plastik. Sementara masyarakat di seluruh dunia menggunakan sekitar 500 juta hingga satu miliar kantong plastik perhari atau hampir mencapai satu juta kantong plastik per menit……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 24
 
2. KOALISI INTERNASIONAL DORONG ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM
Lebih dari 150 perwakilan lembaga donor, LSM internasional, dan lembaga penelitian dari lebih 50 negara bersatupadu dalam satu inisiatif baru, menolong komunitas-komunitas miskin di dunia dalam upaya mereka menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dunia……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 24
 
3. KALAU RAJA KEHILANGAN HUTAN
Sudah sebulan ini Asmadi trauma. Setiap pagi saat ia hendak berangkat mengurus kebun sawitnya atau sekadar menyadap getah pohon karet yang sudah dirawatnya sejak lama, bayang-bayang harimau menghantui dari balik punggungnya. Konflik manusia dengan harimau si raja hutan memang senantiasa terjadi. Bukan cuma Februari ini dan tidak sebatas di Jambi……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 MARET 2009, HAL. B4
 
4. IMPIAN HIJAU DENGAN SEGO SEGAWE
Jantung Kota Gudeg berhenti berdenyut tatkala lebih dari 3. 000 pengguna sepeda onthel memadati titik nol Kota Yogyakarta. Tidak seperti biasanya simpang kantor Pos Besar itu terbebas dari kepulan asap kendaraan bermotor……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 08

5. KEPUNAHAN KATAK INDONESIA TAK TERPANTAU
Pemanasan global dan kerusakan lingkungan mempercepat gelombang kepunahan satwa amfibi dunia, terutama spesies katak. Ahli herpetologi Djoko Tjahjono Iskandar menyatakan, kepunahan massal reptil yang hidup di tanah, air, dan pepohonan itu terjadi di seluruh dunia. Sejauh ini, jumlah katak di Indonesia tercatat 230 spesies, 150 jenis di antaranya tergolong satwa endemik atau khas di suatu daerah…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 MARET 2009, HAL. B4
 
6. PEMANASAN GLOBAL ANCAM 900 SPESIES TERUMBU KARANG
Pemanasan global akan mengancam keberlangsungan hidup sedikitnya 900 spesies terumbu karang di segitiga terumbu karang terbesar di dunia. "ini bukan masalah lautnya yang parah. Kalau kena global warming suhu air laut akan naik dan terumbu karang bisa mati, "ujar Ketua Panitia Nasional World Ocean Conference (WOC) 2009, Indroyono Soesilo, di Jakarta, pekan lalu……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 24
 
7. LUAPAN BENGAWAN SOLO BANJIRI JALUR PANTURA
Banjir akibat luapan Bengawan Solo mulai mengancam jalur Pantura yang menghubungkan Gresik/Tuban Jawa Timur. Genangan air sudah menutup jalan raya Bungah

8. DAMPAK BANJIR MELUAS
Dampak banjir di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan hingga kemarin semakin parah akibat jebolnya lima tanggul di bantaran Sungai Bengawan Solo. Selain itu, tanggul lainnya yang terdapat di sepanjang jalur 134 kilometer dari kawasan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga Babat, Kabupaten Lamongan, juga rawan jebol.Berdasarkan pengamatan Tempo, tanggul yang jebol terdapat di Desa Semambung dan Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro; tanggul di Desa Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan; dan di Desa Tegalsari, Tuban. Selain itu, bronjong penyangga tanggul di sebelah utara Pasar Besar Kota Bojonegoro ambruk…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 MARET 2009, HAL. A2
 
9. JAKARTA DIRAMALKAN TENGGELAM 2012
Peneliti teknik lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, memperkirakan Jakarta akan tenggelam sebelum tahun 2012. Itu lantaran penyedotan air tanah secara berlebihan di Jakarta sehingga permukaan tanah Ibu Kota semakin turun.Perhitungan tersebut berdasarkan data penurunan permukaan tanah di Jakarta yang rata-rata 10 sentimeter setiap tahun. Di Jakarta Barat, selama 11 tahun terakhir, permukaan tanah turun 1,2 meter………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 MARET 2009, HAL. A2

10. KONFLIK LINGKUNGAN : USUT KEMATIAN HARIMAU
Menteri Kehutanan MS Kaban minta Kepolisian Daerah Riau mengusut kematian empat ekor harimau di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Warga tidak boleh membalas dendam dengan membunuh hewan langka itu meski rugi akibat ternak mati dimangsa harimau. Menurut Menteri Kehutanan MS Kaban, harimau memiliki habitat yang jelas. Masyarakat yang mendesak keberadaan hewan itu dengan berbagai alasan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 FEBRUARI 2009, HAL. 22
 
11. PEMKOT DIDESAK TERTIBKAN LAUNDRY
Warga Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), mendesak Walikota Jakbar Djoko Ramadhan bersikap keras terhadap usaha pencucian dan pencelupan jins. Djoko sepakat, tahun 2010, usaha ini harus dipindahkan ke kawasan industri, antara lain kawasan industri di Semanan, Kalideres, Jakbar……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 26

12. EKOLOGI : IMPLIKASI RISET KEHUTANAN BELUM OPTIMAL
Implikasi dari berbagai kegiatan riset kehutanan masih belum optimal meski dunia internasional mulai banyak melirik potensi hasil hutan selain kayu. Ini tampak pada pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 21.975 hektar yang baru mengekspor satu jenis tumbuhan liar kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) ke Perancis sebanyak 4 ton per bulan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 28 FEBRUARI 2009, HAL. 12
 
13. PAJAK AIR TANAH NAIK : MENGURANGI PENURUNAN PERMUKAAN TANAH
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta mengajukan draft kenaikan pajak air tanah dari sumur dalam ke DPRD Jakarta. Kenaikan pajak bagi konsumen rumah tangga mewah mencapai 16,7 kali lipat, sedangkan konsumen niaga 6,96 kali lipat. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan dan Pengelolaan SUmber Daya Perkotaan BPLHD DKI Jakarta Dian Wiwekowati penyedotan air tanah secara berlebihan dapat menurunkan permukaan air tanah……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 25
 
14. PENCEMARAN PERAIRAN DITANGANI ANTARNEGARA
Pencemaran minyak hitam dari kapal-kapal tanker di perairan provinsi Kepulauan Riau perlu ditangani pemerintah pusat bersama pemerintah Singapura. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, pemerintah Indonesia dapat menjalin kerjasama penanganan pencemaran dengan pemerintah Singapura jika ada kepastian sumber terjadinya pencemaran……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 23

15. DAS BENGAWAN SOLO TELAH LAMA KRITIS
Banjir dan longsor di daerah aliran sungai Bengawan Solo dan sekitarnya dalam dua tahun terakhir saat puncak musim hujan adalah gejala kian kritisnya kondisi lingkungan tersebut. Sejak 1984 DAS Bengawan Solo telah dinyatakan kritis, hal itu antara lain disebabkan besarnya koefiensi rezim sungai dan kandungan lumpur berlebihan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 MARET 2009, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KLH