KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

(Jakarta, MADINA): "Media memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Namun setelah kepedulian itu meningkat, sekarang saatnya memikirkan solusi untuk mencegah semua itu", ujar Prof Dr. Emil Salim dalam acara Bedah Karya Jurnalistik sekaligus penyerahan penghargaan Lomba Penulisan Jurnalistik mengenai Pemanasan Global dan Perubahan Iklim untuk wartawan media cetak dan media online yang diadakan oleh Panitia Nasional Konferensi PBB untuk perubahan iklim, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, yang juga didukung oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp).

Lomba yang berawal pada bulan oktober 2007 ini merupakan bagian dari kampanye menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman mengenai masalah pemanasan global dan perubahan iklim. Pemenang dari lomba ini terseleksi dari 82 tulisan (55 jurnalis) yang telah dimuat tersebar di 38 media cetak dan online, dan pada tanggal 31 Maret 2008 pemenang telah diumumkan pada website KLH.

Menurut Sudariyono, Deputi MenLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, lomba penulisan tersebut telah memberikan kontribusi membangun kesadaran masyarakat secara umum dan khususnya bagi kalangan jurnalis. Sekarang telah semakin banyak masyarakat yang berpartisipaso dalam upaya menahan laju emisi gas rumah kaca sebagai salah satu penyebab pemanasan global.

Andi Noviriyanti, jurnalis Riau Pos dengan karyanya yang berjudul "Pemanasan Global Senyata Lelehan Coklat, Sedekat Flu Burung", mendapat peringkat pertama dalam lomba ini, mengatakan bahwa peristiwa pemanasan global ini makin dekat dengan kehidupan manusia dan kita harus memulainya dengan cara-cara yang sederhana, misalnya dengan melakukan penghematan listrik.

"Andi (Novi, red) menggunakan perumpamaan yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat, itulah yang menjadi keunggulan," ujar Amanda Katili, yang hadir sebagai salah satu panelis dalam acara Bedah Karya Jurnalistik ini.

"Dengan adanya lomba jurnalistik ini, telah terlihat bahwa kemampuan wartawan untuk merekam permasalahan perubahan iklim makin terasah, dan pandangan media massa selama ini melihat isu perubahan iklim sebagai sekedar sensasi peristiwa atau bencana lingkungan telah berubah dan menyadari bahwa masalah ini adalah masalah serius untuk manusia." ujar Aulia Aruan, stakeholder relation manager Riaupulp, memberikan apresiasi terhadap para pemenang.

Aulia menambahkan, Meski dalam keadaan yang sulit dalam industri kehutanan di Riau, perusahaannya mendukung penyebaran info perubahan iklim dan selalu membuka diri untuk memberikan informasi kepada segala pemangku kepentingan serta senantiasa berusaha untuk menuju Good Corporate Governance, yaitu mnenjadi perusahaan yang maju dan sehat.

Acara yang juga diisi dengan membedah masing-masing tulisan dari para pemenang ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan hidup Dr. Amanda Katili, Dewan redaksi Media Group Drs. Djafar H. Assegaf dan Dr Armi Susandi, ppakar klimatologi dari Institut Teknologi bandung, sebagai panelis serta wakil pemimpin Redaksi Majalah Gatra Putut Trihusodo sebagai moderator.

Pada acara penyerahan penghargaan dan hadiah di Wisma Antara, Jakarta, Yen Meko, tidak dapat hadir dan diwakili oleh Hans Obor, Koordinator NTT Online di Jakarta. (pr)

Sumber:
Koran Madina
5 – 11 Mei 2008
Hal 1