Sambutan dan Pesan Tertulis Menteri Lingkungan Hidup dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2013

SAMBUTAN DAN PESAN TERTULIS MENTERI LINGKUNGAN HIDUP PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2013 Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Assalammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, karena atas anugerahNya, maka kita dapat kembali memperingati rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tahun 2013 ini. Seperti telah kita ketahui [...]

17 Apr 2013 01:19 WIB

SAMBUTAN DAN PESAN TERTULIS MENTERI LINGKUNGAN HIDUP
PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA
5 JUNI 20
13

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua,
Assalammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, karena atas anugerahNya, maka kita dapat kembali memperingati rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tahun 2013 ini.

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting. Pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan sementara pihak swasta perlu juga menyadari akan pentingnya pemanfaatan SDA yang berkelanjutan, dan masyarakat diharapkan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon atau juga menggunakan energi secara bijak.

Dalam upaya tersebut, sebagai salah satu wujud peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia maka Kementerian Lingkungan Hidup akan kembali melaksanakan rangkaian peringatan, seperti Acara Kenegaraan di Istana bersama Presiden RI, Acara Anugerah Lingkungan dan Pekan Lingkungan Indonesia (PLI 2013).

PLI 2013 adalah forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menunjukkan kinerjanya di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.  Pemerintah menyampaikan program, capaian dan kondisi lingkungan hidup terkini kepada masyarakat, pihak swasta menyampaikan capaian mereka memanfaatkan sumberdaya alam yang berkelanjutan serta masyarakatpun menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan oleh mereka dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pertemuan ketiga pelaku lingkungan itu akan menjadi ajang masyarakat memperoleh informasi yang tepat dan benar  sehingga menjadi bahan edukasi untuk lebih mendorong kearah cinta dan peduli lingkungan.

Untuk itulah maka Kementerian Lingkungan Hidup bersama seluruh lapisan masyarakat melakukan peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2013 dengan mengusung tema  “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”, yang selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Think.Eat.Save”.

Tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan” dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran kita semua atas pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.

Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi yang ada. Manusia didorong untuk tidak menggunakan sumberdaya alam secara tidak berkelanjutan.

Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Tahun 2012 menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Perilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya, 49,3% berupa bahan makanan yang berasal dari luar daerahnya. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon kegiatan pengangkutan bahan makanan tersebut dari daerah asal ketempat tujuan.

Dalam mengkonsumsi produk yang dihasilkan daerahnya sendiri tercatat 36,4% masyarakat mengkonsumsi makanan dari produk sayuran dan umbi-umbian lokal.

Data juga menunjukkan bahwa dalam satu bulan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging ayam lebih besar dibandingkan mengkonsumsi daging merah.

Dari catatan UNEP setiap orang di dunia ini rata-rata mengkonsumsi beras mencapai 150 kg pertahun.

Beberapa hal yang patut dipertimbangkan bahwa perilaku “membuang” makanan bukan hanya berdampak pada pemborosan keuangan namun limbah makanan juga akan menyebabkan :

  • Pencemaran lingkungan. Sisa sampah organik yang berasal dari makanan hanya 2.2% yang dikomposkan, selebihnya dibuang dan menjadi beban pencemaran lingkungan.
  • Pemborosan konsumsi bahan bakar yang telah digunakan untuk transportasi,  penyimpanan  dan pendistribusian.
  • Penggunaan bahan kimia – seperti pupuk dan pestisida yang telah digunakan selama masa penumbuhan tanaman.
  • Makanan membusuk menciptakan lebih banyak metana (salah satunya penyebab gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap pemanasan global). Dalam jumlah yang sama, metana 23 kali lebih kuat daripada C02 menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca.  Karenanya, besarnya jumlah makanan terbuang ke tempat pembuangan sampah secara signifikan berkontribusi terhadap perubahan iklim yang terjadi selama ini.

Masalah limbah makanan adalah masalah yang terjadi di seluruh negara, baik negara-negara maju, negara industri maupun negara berkembang. Kita yang hidup di Indonesia sesungguhnya harus bersyukur karena alam Indonesia jauh lebih mampu “memanjakan” warganya dengan jenis bahan makanan yang banyak dibandingkan alam pada belahan lain didunia ini.

Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity dimana berbagai sumberdaya alam seperti flora dan fauna yang menjadi bahan pokok makanan tumbuh dengan mudah. Kita mempunyai 17.058 pulau dengan panjang pesisir 95 km serta mangrove 8 juta Ha, 25 % ikan dunia, 12 % mamalia, 17 % burung, 10 % tanaman bunga, semua itu menjadi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi hidup bangsa ini.

Pertanyaannya adalah akankah kita menghargai pemberian alam dengan sikap dan pola pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak ramah, apakah pola konsumsi yang dikembangkan adalah pola konsumsi yang berorientasi pada kelestarian lingkungan? Ataukah kita hanya menjadi pengikut dari bangsa yang tidak ramah lingkungan dan tidak memanfaatkan makanan sebagaimana mestinya?

Pekan Lingkungan Indonesia 2013 akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Hall A pada tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2013. PLI 2013 akan menerapkan prinsip “Zero Waste Event”, selama penyelenggarannya  akan bersih dari sampah yang berserakan dan mendaur ulang semua sampah selama kegiatan berlangsung, termasuk sisa makanan dan botol air kemasan. Sehingga pada saat hari terakhir Pekan Lingkungan Indonesia (PLI 2013) dapat diketahui berapa jumlah sampah yang dihasilkan, jenis sampah yang dihasilkan (organik, anorganik, kaca, B3, dll) serta pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah-sampah tersebut.

Pekan Lingkungan Indonesia Ke-17 ini diselenggarakan bersamaan dengan pameran CSR yang Kelima dan pameran Teknologi terbarukan yang Ketiga. Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) direncanakan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam penyelenggaraan PLI ini ada berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan berupa :

  1. Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak-anak sekolah yang akan diikuti 900 peserta dengan tiga kategori lomba yang berbeda-beda.
  2. Lomba Foto Lingkungan, yang akan diikuti dari berbagai kalangan (umum, pelajar, mahasiswa dan wartawan).
  3. Eco Driving Workshop dan Rally akan diikuti oleh 100 peserta mewakili kelompok masyarakat dan individu.
  4. Lomba Green Music diikuti 30 kelompok (boy band dan girl band), musik tradisional dan penampilan para artis ibukota.
  5. Eco Creative diikuti 30 peserta mewakili dunia usaha dan pemda. Eco Creative ini akan menampilkan produk-produk daur ulang dan produk-produk ramah lingkungan.
  6. Fun walk and Fun Bike akan dikuti 2000 peserta, pada saat digaris finish semua peserta fun walk dan fun bike akan dibagikan bibit pohon.
  7. Seminar and Workshop tingkat nasional dengan 8 judul seminar yang akan menghadirkan pembicara-pembicara para pakar dibidangnya masing-masing.

Adapun acara puncak rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2013 di Istana negara (tentative), pada peringatan puncak HLH tersebut direncanakan Bapak Presiden RI berkenan memberikan penghargaan kepada daerah/pihak-pihak yang telah berprestasi dibidang lingkungan hidup.

Akhir kata saya mengajak kita semua untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013 untuk mulai merubah perilaku dan pola konsumsi sebagai modal utama pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju masyarakat yang dapat menikmati lingkungan baik dan sehat.

Atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak baik pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat maupun masyarakat luas yang selama ini telah melakukan berbagai kegiatan mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup baik secara langsung maupun tidak langsung, melakukan penelitian dan kajian ilmiah terkait perubahan perilaku dan pola konsumsi serta berbagai kegiatan lainnya.

Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan kepedulian Saudara-Saudara, mari bersama-sama kita mulai mengubah perilaku dan pola konsumsi untuk menjaga kesehatan kita dan kelestarian lingkungan hidup. Ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia. Semakin kita tahu tentang informasi makanan, semakin bijak kita memilih makanan yang dapat mengurangi dampak negatif baik terhadap diri kita maupun terhadap lingkungan.

“Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan”

Semoga Tuhan memberkati,
Wassallammualaikum. Wr. Wb.

Jakarta,     Maret 2013
Menteri Lingkungan Hidup

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı