KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Assalamualaikum wr wb,

Saudara-Saudara yang saya hormati,

07c-rahmatwitoelar.jpgHari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2006 telah ditetapkan temanya oleh lembaga lingkungan hidup internasional, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu "Don’t Desert Drylands â€Â?. Di Indonesia, tema ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi Nusantara sehingga terpilih "Cegah Bencana Lingkungan".

Bukanlah suatu kebetulan bila kita mencanangkan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dengan Cegah Bencana Lingkungan! Kehadiran berbagai bencana di Indonesia yang silih berganti tidak dapat dipungkiri bukan hanya sebagai gejala alam semata, namun juga akibat ulah manusia yang kian lama kurang menghormati bumi dan tidak mernihak kepada alam.

Berbagai kejadian seperti banjir bandang, tanah longsor dan wabah penyakit sudah begitu banyak menguras harta benda saudara-saudara kita, bahkan mengambil jiwa orang-orang terdekat yang kita cintai. Ironisnya, seringkali korban bencana lingkungan bukan pihak-pihak perusak alam sehingga kondisi ini sangat mencerminkan ketidakberpihakan kepada masyarakat terkena bencana. Belum hilang dari ingatan kita kejadian bencana tanah longsor di Garut, longsoran sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Leuwigajah, Cimahi, banjir di Trenggalek, banjir dan tanah longsor di sebagian Wilayah Sulawesi Utara, meluapnya Sungai Kahayan sehingga hubungan darat Palangkaraya Banjarmasin terputus, lima desa tergenang air di Polewali, Sulawesi Barat, tercatat ratusan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian terendam air serta wabah penyakit, kejadian luar biasa flu burung dan merebaknya demam berdarah dengue.

Ancaman terhadap terjadi-nya bencana lingkungan sudah ada dan jelas terlihat. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya pelonggaran peraturan yang disusun untuk menjaga pelestarian alam dan lingkungan. Perusakan hutan dan lahan, pencemaran sungai, tanah dan udara akibat industri terjadi demi keuntungan ekonorni jangka pendek semata serta kurangnya pemahaman akan kesehatan lingkungan. Tentu saja, hal ini merupakan ancaman serius terjadinya bencana lingkungan, padahal sudah terlalu banyak masyarakat kecil yang menjadi korban, Oleh sebab itu tidak dapat ditolerir lagi, hukum lingkungan harus ditegakkan. Pelaku‑pelaku perusakan lingkungan harus ditindak dan diberi sanksi hukum untuk memberi efek jera bagi pelaku dan pihak-pihak terkait lainnya.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Setiap tanggal 5 Juni kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan hal ini merupakan kesempatan bagi kita semua baik masyarakat maupun pemerintah untuk mengevaluasi peran penting kita terhadap pelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dan rencana kita untuk masa depan. Kita sering mengabaikan kearifan lingkungan yang selama ini menjadi pedoman dalam mengelola lingkungan. Dalam kaitan dengan itu, guna mendorong masyarakat dan inisiatif lokal dalarn melestarikan lingkungan, Pemerintah setiap tahun menganugerahkan penghargaan lingkungan Kalpataru. Upaya pelestarian lingkungan ini sejalan dengan komitmen kita di dunia intemasional yaitu untuk mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target-target pada Tujuan Pembangunan Milenium.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2006 ini, saya mengajak semua pihak baik aparat pemerintah, anggota legislatif serta seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya bencana dengan cara menjaga dan menghormati alam dan lingkungan. Dimulai dari kepedulian Saudara sendiri, Saudara dapat berkontribusi besar terhadap pelestarian alarn dan lingkungan. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dari hal-hal kecil seperti membuang sampah sesuai tempatnya dan mendaurulangnya, menanam pohon, menghemat air bersih dan energi hingga membantu penegakan hukum lingkungan. Pencegahan bencana lingkungan perlu dilakukan sekarang juga, tanpa harus ditunda.

Akhir kata, sekian sambutan saya, atas perhatian, kepedulian serta peranserta Saudara-saudara sekalian dalam upaya pelestarian dan pencegahan bencana lingkungan diucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum, wr. wb,

Jakarta , 5 Juni 2006
Menteri Negara Lingkungan Hidup,

 

Ir. Rachmat Witoelar