KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Sebagai negara berkembang dengan kekayaan alam yang besar serta
jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, Indonesia amat memerlukan pola pembangunan
yang berwawasan lingkungan dan sosial serta berkeadilan dari segi ekonomi. Namun
tugas ini tidaklah mudah. Agenda 21 yang disepakati oleh pimpinan-pimpinan negara
-negara di dunia pada tahun 1992 di Rio de Janeiro merupakan sarana untuk mencapai
pembangunan berkelanjutan tersebut.

Agenda 21 seyogyanya dilaksanakan oleh semua komponen bangsa
di dunia. tetapi penilaian tentang penilaian Agenda 21 sepuluh tahun setalah
KTT Bumi di Rio tersebut tidaklah mengembirakan. Walaupun ada kemajuan di bidang
perundangan dan wacana, masih banyak tindakan yang belum dilakukan untuk mencapai
pembangunan berkelanjutan.

Indonesia, tidak terkecuali mengalami hal yang sama. Sistem
pemerintahan yang sentralistis di masa lalu, sempitnya ruang gerak masyarakat
sipil, lemahnya penegakan hukum dan krisis yang mendera beberapa tahun belakangan,
membuat pelaksanaan pembangunan berkelanjutan jauh dari sempurna. Tetapi komitmen
kearah pembangunan berkelanjutan menggunakan pola yang digariskan Agenda 21
tetap hidup dan harus tetap hidup.

Dalam semangat itulah Kantor Negara Lingkungan Hidup berinisiatif
mengadakan tinjauan atas pelaksanaan Agenda 21 di Indonesia, dengan melibatkan
beberapa unsur masyarakat. Hasil tinjauan tersebut di sajikan dalam dokumen
ini. Selai menguraikan hasil tinjauan, laporan ini juga memfokuskan pada langkah
kedepa menuju pembangunan berkelanjutan dengan belajar dari kendala di masa
lalu. Dengan semangat kedepan inilah, Indonesia saat ini aktif berpartisipasi
dalam proses menuju KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg bulan Agustus
mendatang , salah satu dengan menjadi tuan rumah bagi sidang komite persiapan
keempat (Prep Com IV) yang akan diadakan di Bali, 27 Mei – 7 Juni 2002. Indonesia
juga mendapat kehormatan ketika bapak Emil Salim dinjuk sebagai Ketua Prep Com
untuk KTT ini.

Selain itu, perlu dipikirkan tindak lanjut dari laporan penilaian
mengenai pelaksanaan Agenda 21 agar dapat diintergrasikan ke dalam perencanaan
dan pelaksanaan Agenda 21 agar dapat diintergrasikan ke dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan di masa mendatang. Hendaknya, kita tidak berhenti hanya
sekedar menyampaikan laporan ini, tetapi benar-benar menggunakan laporan ini
demi kemajuan dan kemakmuran bangsa. Untuk itu diperlukan kerjasama semua komponen
masyarakat agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud di bumi Indonesia.

Akhir kata, saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berpartisipasi menyumbangkan pikiran, waktu, tenaga dan
foto untuk menyelesaikan laporan ini. Secara khusus saya mengucapkan terima
kasih kepada tim penulis, tim kecil yang menyusun kerangka awal, beberapa tokoh
masyarakat yang menyumbangkan pikirannya, rekan-rekan di berbagai departeman,
para organisasi non-pemerintah dan seluruh pihak lain yang terlibat dalam laporan
ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada "United Nations Development
Programme" (UNDP) yang mendukung proses laporan ini.

Mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi kita semua untuk
memacu pelaksanaan Agenda 21 di Indonesia, Menuju era pembangunan berkelanjutan
dari segi ekonomi, ekologi dan sosial.

Amin

Jakarta, Mei 2002

Nabiel Makarim, MPA, MAM