Sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada acara Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Propinsi Sumatera Utara Dan Pencanangan Kota Binjai Sebagai Kota Rambutan.

Binjai, 14 Juni 2005 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua, Yth. Gubernur Sumatera Utara, Yth, Walikota Binjai, Yth, Muspida Kota Binjai Yang terhormat para undangan, Hadirin yang saya muliakan. Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhannahu Wa Taalla bahwa kita diizinkan, hari ini untuk bertemu dan bertatap muka, pada kegiatan peringatan hari lingkungan [...]

15 Jun 2005 14:07 WIB

Binjai, 14 Juni 2005

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua,

Yth. Gubernur Sumatera Utara,
Yth, Walikota Binjai,
Yth, Muspida Kota Binjai
Yang terhormat para undangan,
Hadirin yang saya muliakan.

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhannahu Wa Taalla bahwa kita diizinkan, hari ini untuk bertemu dan bertatap muka, pada kegiatan peringatan hari lingkungan hidup sedunia Propinsi Sumatera Utara dan pencanangan Kota Binjai sebagai kota rambutan. Tema yang ditetapkan oleh UNEP untuk tahun 2005 adalah : Green Cities, Plan for the Planet!, yang dirayakan di Indonesia dengan tena “Jadikan Bumi Bersih dan Hijau!�.

Terkait dengan hal tersebut diatas, serta memperhatikan prestasi Kota Binjai yang mendapatkan penghargaan ADIPURA yang merupakan suatu bentuk apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada Daerah Kabupaten ataupun Kota yang telah berhasil menunjukan prestasi dalam mengelola kebersihan dan keteduhan kotanya. Maka sangat punya arti penting dan bermakna yang sangat tepat, peringatan Hari Lingkungan Sedunia Propinsi Sumatera Utara dilakukan di Kota Binjai ini.

Selain daripada itu pelaksanaan peringatan hari lingkungan hidup dan Binjai Fair 2005 yang dilaksanakan selama lima hari ini juga memiliki nilai yang strategis bagi kita semua. Hal ini dikarenakan peringatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Kota Binjai untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk turut serta aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup, sehingga pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat tercapai.

Hadirin yang saya muliakan.

Meskipun kelembagaan pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup relatif sudah memadai dengan adanya kantor Kementerian Lingkungan Hidup ditingkat Pusat dan Bapedalda ataupun dinas-dinas terkait daerah, namun keberadaan lembaga-lembaga tersebut dirasakan masih kurang efektif. Hal ini disebabkan isu pelestarian lingkungan hidup masih ditempatkan sebagai isu marginal dan belum masuk kedalam arus utama pembangunan (mainstreaming), walaupun pentingnya pelestarian lingkungan telah menghiasi berbagai wacana publik.

Demikian pula, anggota legislatif sebagian besar masih kurang memahami pentingnya pertimbangan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan publik. Adapun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup telah tumbuh, tetapi masih kurang pro-aktif untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik berpihak pada pelestarian lingkungan. Sehingga kualitas lingkungan dan sumberdaya alam memburuk dan memperlihatkan kecenderungan yang semakin menurun.

Dengan kondisi seperti ini, maka tidak ada jalan lain bagi kita semua mengerahkan segala daya yang ada pada kita untuk segera bertindak nyata mencegah dan memulihkan kerusakan lingkunga di bumi ini. Dan upaya itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan Legislatif saja. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup senantiasa berstrategi untuk mengajak partisipasi dan kepedulian semua pihak untuk berbuat nyata melestarikan lingkungan demi terwujudnya bumi yang bersih dan hijau.

Beberapa inisiatif telah dilahirkan oleh KLH untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui Program ADIPURA, pengembangan kapasitas dan penguatan kelembagaan pemerintah daerah ditingkatkan, sedangkan penguatan kelembagaan masyarakat yang peduli lingkungan dikembangkan dengan Program WARGA MADANI. Peran serta dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan hidup yang sesuai dengan ketentuan pemerintah ditumbuhkan dalam Program PROPER (Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan). Melalui program ini, diharapkan citra atau reputasi perusahaan akan meningkat seiring dengan perkembangan positif kinerja perusahaan tersebut.

Para hadirin yang berbahagia,

Dalam rangka usaha untuk mempercepat peningkatan kualitas lingkungan hidup perkotaan di Indonesia, dalam laporan Menteri Negara LH ke Presiden pada peringatan puncak hari lingkungan tanggal 6 Juni 2005 di Istana Cipanas yang lalu, maka akan dilakukan beberapa langkah kedepan Program ADIPURA :

1. Semua Kabupaten/Kota di Indonesia perlu diikutsertakan dalam program ini. Mulai Juni 2005 KLH akan melakukan pemantauan terhadap seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia;
2. Dari hasil pemantauan tersebut setiap tanggal 5 Juni akan diumumkan rangking kota-kota di Indonesia mulai dari kota yang terbaik sampai kota yang terburuk;
3. Mulai tahun ini ada dua macam penghargaan, yaitu pertama penghargaan bagi kota-kota yang berprestasi dalam pengertian memenuhi kriteria Adipura; dan yang kedua bagi kota-kota yang menunjukkan kemajuan besar (best effort).

Diharapkan, dengan langkah-langkah tersebut dapat dihasilkan sinyal yang sangat positif dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga dalam kurun waktu 5 tahun ke-depan, diharapkan kualitas lingkungan hidup perkotaan di Indonesia akan jauhg menjadi lebih baik lagi.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya mengutip respon dan pesan langsung dari Bapak Presiden RI pada Peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup sedunia yang acara puncaknya dilaksanakan di Istana Presiden yang sangat asri, hijau dan indah di Cipanas pada tanggal 2005 yang lalu, Bapak Presiden berpesan khusus kepada seluruh rakyat Indonesia agar supaya:
1. Menanamkan budaya bersih sejak tingkat taman kanak-kanak, karena budaya bersih akan menghasilkan orang-orang yang bersih hati dan jiwanya sehingga tidak korupsi;
2. Untuk memberikan perhatian dan penanganan khusus terhadap genangan-genangan air kotor dan tumpukan sampah yang bau menjadi pemandangan umum dipojok-pojok kota, sehingga penyakit malaria, Demam berdarah susah untuk dibasmi,
3. Untuk melakukan penghematan terhadap Air, Listrik, dan BBM (Bahan-Bakar Minyak).

Parea hadirin yang saya hormati,

Melalui pelaksanaan peringatan hari lingkungan hidup sedunia Propinsi Sumatera utara ini, maka saya mengharapkan munculnya inisiatif, kreatifitas dan inovatif dari Daerah dalam pengembangan program-program lingkungan hidup yang benar-benar sangat dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu juga saya mengharapkan adanya kerja sama yang sangat erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat. Sehingga ada suatu sinergi yang saling menguatkan dalam pengelolaan lingkungan hidup di daerah.

Dengan mengucapkan Bismillahirohmaanirrohim, saya sampaikan selamat memperingati hari lingkungan hidup sedunia kepada seluruh komponen masyarakat Propinsi Sumatera Utara dan juga ucapan selamat kepada seluruh warga Kota Binjai atas dicanangkannya sebagai kota Rambutan.

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Binjai, 14 Juni 2005-06-15
Menteri Negara Lingkungan Hidup

Ir. Rachmat Witoelar.

(Kutipan)

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı