KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Assalamualaikum wr. wb.
Saudara-Saudara yang saya hormati,

Rahmat_Witoelar72res100.jpgPeringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2008 ini telah ditetapkan temanya oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environmental Programme (UNEP): "Co2 Kick The Habit, Toward a Low Carbon Economy" yang kemudian temanya disesuaikan dengan kondisi di Indonesia menjadi "Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan".

Tema ini dipilih untuk terus menerus mengingatkan kita bahwa pencemaran dan kerusakan lingkungan masih terjadi di berbagai wilayah yang menyebabkan bencana lingkungan. Rusaknya hutan dan lahan telah menyebabkan dampak yang meluas, seperti perubahan iklim dan krisis pangan. Keterkaitan keduanya sangat erat, banjir dan longsor terbukti telah merusak lahan pertanian yang mengakibatkan hasil panen dan stok pangan Nasional turun. Kondisi ini menyebabkan tingginya harga pangan sehingga menimbulkan gejolak sosial yang patut dikwatirkan. Berbagai konflik kepentingan, seperti pembukaan hutan itu untuk memperluas tanah pertanian, perumahan, pariwisata, perkebunan, pertambangan juga memberi kontribusi besar kerusakan lingkungan. Pemanfaatan ruang seringkali tidak sesuai dengan kemampuan lahan sehingga melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Upaya penyelamatan lingkungan sudah mendesak dilakukan. untuk itu perlu adanya perubahan perilaku yang ramah lingkungan. Upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim perlu dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, keseimbangan kepentingan lingkungan, sosial dan ekonomi dapat tercapai. Hal ini merupakan komitmen dunia yang disepakati pada konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali bulan Desember 2007 lalu yang disebut "Bali Roadmap".

Sesuai dengan semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional, saya menghimbau semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha, akademisi dan masyarakat umum untuk bersama-sama mengedepankan kepentingan lingkungan. Jadikan momentum hari Lingkungan Hidup 2008 ini menjadi awal perubahan perilaku yang ramah lingkungan seperti pola hidup hemat energi, hemat air dan penggunaan sumber daya alam secara arif.

Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan partisipasi Saudara-Saudara. Semoga Upaya Pelestarian Lingkungan  yang kita laksanakan bersama dapat terwujud.

Wassalamualaikum, Wr.wb,

Jakarta, 5 Juni 2008
Menteri Negara Lingkungan Hidup,

Ir. Rachmat Witoelar