KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA
5 JUNI 2009


Assalamualaikum Wr. Wb,
Saudara-Saudara yang saya hormati,

Perubahan iklim global telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup yang mempengaruhi kehidupan manusia di muka bumi. Hal ini diperkuat dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia yang tidak seimbang dengan ketersediaan sumber daya alam bagi pemenuhan kebutuhan akan pangan dan energi di berbagai negara. Seiring dengan terjadinya krisis ekonomi global yang terjadi pada hampir seluruh negara di dunia, upaya mengatasi krisis pangan dan energi kerapkali melupakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Misalnya terjadi pengalihan fungsi pemanfaatan ruang yang merusak hutan dan lahan, eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan serta pelepasan emisi gas karbon dioksida (CO2) secara berlebihan dari industri yang tidak ramah lingkungan yang secara nyata menyebabkan perubahan iklim global.

Menghadapi permasalahan tersebut di atas, pada tahun 2009 ini, lembaga lingkungan hidup internasional, United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2009 sebagai "Your Planet Needs You – UNite to Combat Climate Change". Di Indonesia, tema ini menjadi "Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim".

Tema ini mengajak semua pihak secara bersama balk masyarakat, dunia usaha maupun pemerintah untuk berperan dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah pusat dan daerah dapat membuat perubahan besar dengan mengarusutamakan lingkungan dalam seluruh kebijakan yang dikeluarkannya. Dunia usaha sangat berperan dalam melaksanakan mekanisme produksi bersih yang menjadi cermin kepedulian pengusaha dalam memberi andil dalam pengelolaan lingkungan hidup. Masyarakat secara nyata berkontribusi besar mengatasi dampak perubahan iklim dengan membuat berbagai gerakan masyarakat seperti penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi sumber daya alam di hutan, lahan, sungai maupun laut, penggunaan energi listrik dan bahan bakar secara arif serta penerapan 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) sampah. Hal terakhir ini merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah di mans pengelolaannya merupakan tanggung jawab kita bersama.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 18.000 buah pulau dan sekitar 65 persen penduduknya tinggal di wilayah pesisir, perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim pada pesisir dan laut. Berbagai kerusakan lingkungan telah terjadi seperti kerusakan terumbu karang, pengurangan sumber daya hayati laut, peningkatan muka air laut serta tingginya intensitas hujan badai dan angin topan yang membahayakan navigasi dan para nelayan. Sebagai partisipasi aktif Indonesia dalam memecahkan permasalahan perubahan iklim global, Indonesia telah bertindak sebagai tuan rumah dalam World Ocean Conference atau Konferensi Kelautan Dunia yang telah mengeluarkan kesepakatan penting berupa Manado Declaration atau Kesepakatan Menado. Kesepakatan ini akan dibawa ke Sidang COP 15 UNFCCC atau Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim ke 15 di Copenhagen, Denmark tahun ini yang membawa usulan kepada seluruh negara di dunia untuk lebih merespon dampak perubahan iklim pada ekosistem laut dan pantai yang sangat penting untuk negara-negara kepulauan.

Akhirnya, sesuai dengan semangat demokrasi yang sedang semarak di negara kita tercinta ini, saya berharap Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009 ini dapat menjadi momentum yang balk untuk dapat mengubah perilaku semua pihak secara bersama-sama menjadi perilaku ramah lingkungan yang hemat energi, hemat air serta efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya alam.

Demikian sambutan saya, atas perhatian dan partisipasinya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum, Wr Wb,

Jakarta, 5 Juni 2009

Menteri Negara
Lingkungan Hidup,

Ir. Rachmat Witoelar

(sh)