KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
PADA
PERTEMUAN NASIONAL (NATIONAL SUMMIT)
“MEWUJUDKAN SINERGI PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP”
Jakarta, 10 November 2010

Para Anggota Dewan,
Para Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga,
Para Kepala Kepala Bapedalda, BLH, Kantor, Dinas, Provinsi, Kabupaten/Kota dan,
Para undangan yang saya hormati,

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera kepada kita semua,

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehadiran Bapak dan Ibu dengan selamat pada pertemuan hari ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2010. Semoga seluruh penyelenggaraan acara ini dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar, serta dijiwai oleh keteladanan para pahlawan yang telah mendahului kita.

Para hadirin yang saya hormati,

Sudah satu tahun Saya bertugas sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, sudah hampir satu tahun masa pelaksanaan RPJMN 2010-2014 berlangsung, dan telah genap satu tahun pula Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang P+erlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ditetapkan. Banyak hal mendasar yang akan menjadi modal untuk kelanjutan pelaksanaan kegiatan pembangunan jangka menengah telah disiapkan. Kami telah berada pada tahap finalisasi beberapa Rancangan Peraturan Pemerintah prioritas turunan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, dan sedang terus menyelesaikan sisanya. Kami juga telah melaksanakan berbagai langkah-langkah untuk penguatan kelembagaan dan reformasi birokrasi, baik di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup maupun Bapedalda. BLH, Kantor, Dinas di Bidang Lingkungan Hidup tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota secara langsung maupun tidak langsung.

Kami juga terus mengupayakan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan dalam kerangka kebijakan Pembangunan Nasional maupun Daerah, bersamaan dengan upaya peningkatan peran masyarakat untuk menjamin terwujud kesetaraan semua pihak dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sementara itu, upaya untuk menjamin tercapainya tujuan penurunan beban pencemaran dan kerusakan lingkungan ditempuh dalam bentuk penguatan peraturan dan pedoman. Pengembangan keikutsertaan program-program berbasis reward and punishment. Serta penegakan hukum tetap kontinyu dilaksanakan dengan target yang terus disempurnakan.

Para hadirin yang kami hormati,

Posisi negara kita dalam percaturan politik lingkungan hidup semakin menguat. Kondisi perubahan iklim global telah mereposisi Indonesia sebagai salah satu aktor utama. Apabila kita tidak mengurangi laju kerusakan lingkungan, maka kita akan selalu dituduh menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Namun bila kita memperlihatkan dengan nyata upaya konservasi dan pemulihan kualitas lingkungan, maka dunia akan percaya dan bersedia untuk menyediakan sumberdaya dan teknologi yang kita butuhkan. Pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia bukan lagi menjadi semata-mata isu Nasional, tetapi juga isu Internasional.

Dalam empat tahun ke depan, kita dituntut untuk menjamin Pengelolaan Ekosistem Gambut yang berkelanjutan, melaksanakan rehabilitasi kerusakan lahan sebanyak 500.000 ha per tahun. Secara nyata berkontribusi pada penekanan laju deforestasi dan penghentian kerusakan pada daerah aliran sungai (DAS). Di saat yang sama, kita juga dituntut untuk dapat mendorong penurunan beban pencemaran dari kegiatan industri dan jasa, mengelola Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan Limbah B3 dan membantu penurunan resiko kebakaran hutan. Dengan tingginya resiko, kejadian, dan dampak bencana alam, kita juga diwajibkan berkontribusi dalam menjamin optimalnya pengembangan sistem peringatan dini terhadap Tsunami, Cuaca, dan Perubahan Iklim. Dengan demikian, seluruh Instansi yang bergerak di bidang lingkungan hidup harus secara serius bersinergi antar sektor dan antar daerah dalam menghadapi tantangan dan target yang telah dicanangkan sebagai fokus prioritas nasional saat ini.

Para hadirin yang kami hormati,

Ajang pertemuan kita kali ini ditujukan untuk mempersatukan langkah melalui rapat koordinasi dan jalinan komunikasi yang intensif di antara kita semua. Ada beberapa isu yang harus segera kita sepakati bersama, yaitu upaya nyata untuk mewujudkan sasaran-sasaran Program Pembangunan di Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Tahun 2011, upaya nyata dalam mengantisipasi dampak lingkungan serta penanganan akibat bencana alam, dan upaya nyata dalam mengoptimalkan sinergi kerjasama pusat-daerah dan antar daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Kami menekankan pentingnya untuk menggunakan persepsi ekoregion dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Persepsi ekoregion mendorong saudara untuk melihat konteks perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam gambar yang lebih utuh. Persepsi ini juga mendorong adanya efisiensi pelaksanaan kegiatan yang pencapaian sasarannya lebih strategis, tajam dan mendasar. Oleh sebab itu, kami akan mengupayakan terlaksananya koordinasi seperti ini secara kontinyu dalam konteks ekoregion.

Atas dasar alasan tersebut diatas, maka lanjutan dari pertemuan hari ini adalah pembahasan khusus mengenai Dana Alokasi Khusus dan Dana Dekonsentrasi di Bidang Lingkungan Hidup. Kehadiran Saudara amat penting dalam memastikan lancar dan optimalnya pemanfaatan dana-dana tersebut, sekaligus memberikan umpan balik bagi kami untuk menjamin adanya peningkatan kinerja dan target serta upaya penyelesaian masalah-masalah yang muncul di lapangan. Penting kiranya untuk selalu menjadikan pencapaian Prioritas Nasional Pembangunan di Bidang Lingkungan Hidup sebagai platform koordinasi dan pencapaian kegiatan Saudara-saudara sekalian.

Para hadirin yang kami hormati,

Pada pundak Saudara-saudara sekalian harapan kami letakkan. Semoga pertemuan kita dapat bermanfaat bagi kita semua dan bagi Nusa dan Bangsa.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Ww.

Menteri Negara
Lingkungan Hidup,

Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MSc