KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KLH, Jakarta- 10 Juni 2013. Kegiatan Sarasehan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup Prof. Balthasar Kambuaya, dibawah ini adalah petikan pidato MENLH di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, .

Sebelumnya, mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, karena atas anugerahNya, maka kita dapat berkumpul bersama ditempat ini dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Hal yang amat membanggakan buat kita semua adalah bahwa berkat kerjasama kita semua maka beberapa rangkaian acara peringatan HLH 2013 berupa Pekan Lingkungan Indonesia, aneka lomba, seminar nasional, dll telah berhasil kita selenggarakan dengan penuh kebersahajaan. Sementara Puncak peringatan HLH telah tadi kita laksanakan di istana Negara bersama Bapak Presiden Republik Indonesia. Dalam kesempatan di istana tadi Bapak President RI mengingatkan dan mengajak kita agar  Sarasehan yang diselenggarakan dengan bertempat di kantor kita sendiri ini saya pandang sangat perlu untuk terus kita galakkan sebagai salah satu wujud “keterbukaan” KLH dengan semua stakeholders terkait, baik anak-anak sekolah, dunia usaha dan masyarakat sekitar kantor KLH.

Jika kita melihat kenyataan bahwa laju kecepatan kerusakan dan pencemaran lingkungan sampai saat ini masih menunjukkan tingkat yang tinggi jika dibandingkan dengan laju konservasi dan pemulihan lingkungan. Kenyataan ini memaksa kita untuk sesegera mungkin bahu membahu antar semua pihak guna memperlambat laju kerusakan dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan cara “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”
Cara yang saya sebutkan sengaja saya ambit dari tema Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2013.

UNEP (United Nation Environment Programme) mengunngkap bahwa dari 1,3 miliar ton limbah makanan, maka negara-negara industri menyumbang limbah makanan sebesar 670 juta ton setiap tahunnya yang jika dikonversikan ke dalam nilai uang setara dengan 680 miliar dollar AS. Adapun negara-negara berkembang menyumbang limbah makanan sekitar 630 juta ton setiap tahunnya, atau setara dengan 310 miliar dollar AS.

Persoalan lingkungan memang tidak dapat dilihat sebagai suatu persoalan yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan perilaku manusia, terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Data Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (sumber : KLH 2012) menunjukkan
bahwa angka 0,57 (dari angka mutlak 1) mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku konsumsi masyarakat jugs terus meningkat, sekitar 49,3% makanan didatangkan dari luar daerah dan import. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi gas karbon dan metana dari buangan alat transportasi.

Kita hidup di negeri Indonesia sesungguhnya amat bersyukur karena alam Indonesia jauh lebih mampu memanjakan warganya dengan jenis bahan makanan yang banyak dibandingkan alam di belahan benua lainnya. Mari kita jaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan kita. Memanfaatkan bahan makan lokal secara bijak adalah tindakan terpuji dari kita sernua.

Anak-anak yang saya sayangi dan Saudara hadirin yang saya hormati, Tanpa memperpanjang waktu saya ucapkan selamat besarasehan, kita tingkatkan silaturahmi diantara kita untuk bersinergi menuju lingkungan yang lestari. Kepada semua perwakilan dunia usaha, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi nya,  maupun pengunjung dan adik-adik sekolah yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan yang telah terjalin, dapat terus berlangsung di masa-masa yang akan datang.

Sebelumnya Pemotongan Pita pertanda dibukanya Sarasehan Pertama di kantor KLH oleh Ibu Balthasar Kambuaya, Kepala Biro Umum KLH selaku Ketua Panitia menyampaikan laporannya antara lain; bahwa kegiatan ini diikuti oleh empat dunia usaha, Pelajar dari seluruh Jabotabek, masyarakat sekitar kantor KLH. Adapun acaranya selain quis, ada pula acara pemutaran Film, kunjungan ke Ruang Pelayanan Satu Atap dan Sosialisasi Eco Office di kantor KLH (seperti  sumur resapan, dll), kunjungan pengelolaan Sampah di Kantor KLH, dan Bank Sampah KLH.

Informasi lebih lanjut:
Kepala Biro Umum KLH