KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Pada tanggal 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2003 di Boyolali
– Solo diadakan Sarasehan Penanggulangan Pencemaran Melalui Introduksi Pengolahan
dan Pemanfaatan Limbah Usaha Kecil. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asdep
Urusan Limbah Usaha Kecil Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Bapedal
Propinsi Jawa Tengah dan Kantor Pedal Kabupaten Boyolali. Tujuan diadakannya
kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan teknologi tepat guna untuk menurunkan
beban pencemaran serta pemanfaatan limbah agro industri skala kecil khususnya
pengrajin tahu dan membantu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat
menciptakan lapangan kerja baru.

Acara ini dihadiri 46 peserta, terdiri dari aparat Pemda terkait
dan pengrajin tahu dari beberapa kota dan kabupaten seperti Semarang, Batang,
Pati, Sukoharjo, Boyolali dan Sragen. Dalam sarasehan tersebut selain diberikan
pengarahan peserta juga diajak berdiskusi serta secara langsung melihat kondisi
di lapangan.

Adapun materi yang diberikan antara lain :

  1. Pengolahan limbah industri tahu dengan memanfaatkan biogas hasil reaksi
    anaerob limbah tahu oleh Drs. Suryanto Team Leader Dewats – YLPTP Surakarta
    dan demonstrasi penyalaan petromax, kompor gas dan pompa air dengan sumber
    energi biogas.
  2. Upaya pemanfaatan limbah padat tahu menjadi tepung serat ampas tahu oleh
    Ir. M. Edi Waluyo Tim eksperimen dari yayasan BINTARI – KITA. Proses
    pembuatan tepung serat ampas tahu terdiri dari :
    Ampas tahu diratakan dengan ketebalan 1- 2 cm pada loyang dan dikeringkan
    dengan dijemur / dioven. Ampas yang telah kering dimasukkan dalam blender
    untuk dihaluskan. Setelah dihaluskan, kemudian diayak. Hasil ayakan tersebut
    siap digunakan untuk bahan baku pembuatan kue (brownies, cookies).
    Perlakuan untuk mendapatkan tepung serat ampas tahu dengan kualitas bagus
    adalah ampas tahu segar diperas. Dijemur selama 2 hari (@ 6 jam). Digiling
    dan diayak.
  3. Penggunaan bakteri penghilang bau limbah industri tahu oleh Agus Gunarto
    dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Malang

Peserta umumnya menyambut baik kegiatan ini, terutama pengrajin tahu. Dengan
adanya diversifikasi pemanfaatan ampas tahu dan pemanfaatan energi biogas dari
hasil pengolahan limbah cair tahu, mereka sangat terkesan dan menambah wawasan
mereka bahwa ternyata limbah masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang menarik
dan dapat mengurangi pengeluaran biaya untuk energi.

Informasi Lebih Lanjut:
Sdri . Danni
Staf Asisten Deputi Urusan Informasi
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas. Jakarta 13410.
Telp.(021) 8580081