KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Satu Jiwa Satu Pohon

Aksi nyata masyarakat Kota Surabaya, dalam rangka menjadikan kotanya teduh, hijau dan bersih, dilaksanakan melalui program "Satu Jiwa Satu Pohon" untuk setiap penerbitan akte kelahiran dan surat pindah penduduk, dengan menanam pohon jenis tanaman produktif seperti : mangga, jambu air, sawo kecik, blimbing buah dan nangka atau tanaman pelindung seperti trembesi, glodok, dadap merah atau mahoni, yang wajib ditanam di pekarangan rumah tinggal sendiri atau ruang terbuka hijau.

Aksi nyata tersebut dicanangkan secara resmi pada tanggal 12 Nopember 2005 di Komplek Perumahan YKP (Pandugo II) Jalan Pandugo Timur IX Surabaya, yang dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Kepala Bapedalda Jawa Timur, MUSPIDA Kota Surabaya, Club Tunas Hijau, LSM peduli lingkungan dan warga masyarakat setempat.

Dalam acara pencanangan, diserahkan pohon mahoni / trembesi / mangga oleh PT. Telkom sebanyak 10.000 pohon; PT. Jasa Marga sebanyak 15.000 pohon; PT. Jasa Tirta sebanyak 1.000 pohon; Club Tunas Hijau sebanyak 2.000 pohon; SMA Kristen Petra II menyerahkan 900 pohon; APPINDO Jatim sebanyak 2.000 pohon dan ESP USAID sebanyak 2.000 pohon, ketinggian pohon yang diserahkan rata-rata sudah mencapai 2 meter.

Dalam sambutannya, Menteri Negara Lingkungan Hidup menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas prakarsa “Satu Jiwa Satu Pohon� dan masyarakat yang secara sukarela dan kepeduliannya bersedia melaksanakan ketentuan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya bersedia menanam tetapi juga bersedia memelihara pohon yang telah ditanamnya, sehingga dapat tumbuh dengan baik.

Surabaya, sebagai ibukota Propinsi Jawa Timur dengan luas 326 Km2 dan jumlah penduduk mencapai 2,6 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan2,1 % pertahun, merupakan kota pantai yang mengalami perkembangan yang begitu pesat, baik dalam sektor industri, sektor jasa ataupun sektor transportasi. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penduduk, peningkatan kebutuhan ruang untuk pemenuhan fasilitas perumahan, fasilitas umum dan tempat usaha lain meningkat dengan tajam. Padahal dengan pertambahan tersebut harus diimbangi dengan luasnya ruang terbuka hijau, dimana sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2013 adalah sekitar 2.600 ha.

Kota Surabaya mendapatkan Pernghargaan “Best Effort Adipura Tahun 2005� untuk Kota Metropolitan, secara umum kesan bersih cukup terasa, namun kesan gersang dan panas lebih kuat melekat pada Kota Surabaya, sehingga upaya peningkatan kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau atau pohon peneduh masih perlu dilakukan, terutama disepanjang jalan protocol, lingkungan pemukiman, pasar, terminal dan areal perparkiran.

Dengan kondisi ruang terbuka hijau saat ini yang hanya 498 ha atau hanya 19,15% menjadi sangat kurang memadai, untuk menambah kekurangan tersebut , maka program “Satu Jiwa Satu Pohon� menjadi gerakan yang tepat untuk dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus yang dapat menjadikan Surabaya sebagai kota yang teduh, hijau dan lestari.

Sumber :
Asisten Deputi Urs. Edukasi dan Komunikasi Lingkungan
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, KLH.