KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Lingkungan Hidup.  – Resort Kemah Safari, Cisarua-Bogor Jawa Barat,  7 – 10 November 2012. Kegiatan Kemah Hijau kali ini di hadiri 250 peserta dari tingkat SD sampai dengan SMA.  Mereka mewakili 123 Sekolah Adiwiyata  Madiri  yang masuk ketingkat Nasional di seluruh Indonesia. Dalam kata sambutan Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat  KLH Illyas Asaad mengemukakan,  “memang tidak sebanding jika dibandingkan dengan 250 ribu sekolah yang ada di Indonesia”. Dari guru inilah diharapkan dapat menjadi nilai-nilai dalam proses belajar mengajar di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari  menjadi contoh dan menularkannya kepada sekolah-sekolah lainnya.

Kegiatan selama 4 hari di isi dengan latihan kepemimpinan, efisiensi pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan. Khususnya pengelolaan sampah dengan pola 3R, dan peningkatan kecintaan keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh 200 peserta dan 50 orang pembimbing yang mewakili daerahnya dari seluruh Indonesia.

Resort Kemah Safari di Taman Safari Indonesia  sendiri di buka peletakan batu pertamanya oleh Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Dr. A. Sonny Keraf pada tanggal 7 Nopember 1999. Anak didik dan guru di lokasi kemah ini kemudian di bagi dua kelompok yang masing-masing mendapatkan tugas yang berlainan. Materi nya sendiri terdiri dari kepemimpinan, outbond, Pengenalan kehati, penugasan siswa dalam merawat kandang-kandang binatang buas seperti ular, harimau, burung elang, lumba-lumba dan lain sebagainya dan tentu dengan tetap di dampingi oleh para ahli/pawang yang sudah berpengalaman. Bukan hanya fauna tetapi juga dengan floranya. Kelompok lainnya dibangun kecintaannya dengan menanam secara masal sepanjang jalan menuju kemah pohon Bambu yang asli dari daerah pegunungan Gede Panggarango.

Hai berikutnya Peserta diajarkan pula pengenalan proses 3R. Ada yang mengolah limbah plastik menjadi bahan-bahan yang lebih bermanfaat. Membuat Briket (batu bara) tetapi dengan menggunakan sisa-sisa kotoran ternak (Gajah), diolah dngan mempergunakan arang kayu dan kanji. Selanjutnya dapat kita saksikan pengelolaan atau pembuatan pupuk organik dari kotoran Gajah. Hasilnya dapat menjadi pupuk organik padat maupun cair. Selain itu Juga dikenalkan pembuatan pupuk dengan proses di timbun di dalam tanah. Dan masih banyak lagi kegiatan bermanfaat lainnya selama 4 hari kegiatan Kemah Hijau Adiwiyata.

Awalnya Bumi Perkemahan Adiwiyata hanya mengenalkan fasilitas kepemimpinan dalam bentuk outbond. Tetapi dari masukan Mantan Menteri Lingkungan Hidup Rachmad Witoelar mengharapkan Taman Safari Indonesia juga menyediakan fasilitas Biogas dan fasilitas pengelolahan kotoran gajah menjadi kertas atau pupuk. Fasilitas pengelolaan Kertas dan Pupuk inilah yang kemudian dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup  Prof Balthasar Kambuaya saat ini menurut Direktur taman Safari Indonesia, Sebelum mengunjungi dan berdialog dengan siswa-siswa di resor Perkemahan Safari – Taman Safari Indonesia.

Kunjungan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sendiri  berlangsung pada tanggal 9 November 2012 dalam lawatan ke Taman Safari Indonesia untuk menyaksikan pemberian hadiah Foto Lingkungan kerjasama Taman Safari Indonesia dengan Canon dan KLH. Selanjutnya Menteri juga membuka pengelolaan Kertas dan Pupuk dari limbah kotoran Gajah. Diakhiri lawatan ke Kemah Hijau Adiwiyata 2012. Ketiga kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa tahun 2012. (RY)

Info Lebih langsung:

Kemah Hijau , CP. Susi Sadikin
Foto Lingkungan, Cp. Aksa Tedjalaksana
Taman Safari Indonesia