KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Meneg LH, Prof Rachmad Witoelar:

JAKARTA, SUAR- Menteri Negara Lingkungan Hidup .(Menneg LH), Prof Ir Rachmat Witoelar kembali mengajak semua pihak untuk mengantisipasi datangnya bencana dengan Cara menjaga dan menghormati alam dan lingkungan. "Setup orang dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dari hat-hat kecil seperti membuang samoah sesuai tempatnya dan mendaurulangnya, menanam pohon, menghemat air bersih dan energi hingga membantu penegakan hukum lingkungan," tegas Rachmat Witoetar pada acara Peluncuran Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2009 di Jakarta Convention Center (25/3).

Menurut Rachmat Witoelar, berbagai bencana lingkungan yang terjadi di berbagai daerah di tanah air, seperti banjir dan tanah longsor telah merenggut harts bends bahkan nyawa merupakan indikasi nyata adanya penurunan kualitas lingkungan dan kerusakan sumber daya alam yang telah melampaui daya dukungnya.

Terbatasnya sumber daya alam akibat ledalanm penduduk dunia memicu kebutuhan dasar umat manusia, termasuk energi yang sangat tinggi. Pembangunan industri yang tidak ramah lingkungan, secara global telah memicu terjadinya perubahan iklim global akibat kenaikan tingkat emisi CO2 dan gas rumah kaca lainnya.

Dilain pihak, kata Rachmat Witoelar, data menunjukkan adanya kerusakan lahan pertanian dari alih fungsi lahan. "Tidak dapat dipungkiri, jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia. akan dilanda krisis energi dan krisis pangan," tegas Menneg LH, Rachmat Witoelar. Untuk itu, lanjur dia, perlu adanya upaya mengubah perilaku, menjadi perilaku ramah lingkungan. Hal ini harus didukung semua pihak, baik masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah dengan menjalankan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Mengenai Hari Lingkungan se-Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2009, Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah merancang serangkaian kegiatan yang akan mulai dilaksanakan pada minggu terakhir bulan Mei 2009. "Peringatan Hari Lingkungan se Dunia tahun 2009, akan lebih banyak melibatkan masyarakat, dan ini merupakan terobosan baru dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Henri Bastaman, Deputi VI Menneg LH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dengan format penyelenggaraan acara seperti ini, maka pecan dominan ads pada masyarakat.

Untuk tema peringatan Hari Lingkungan se Dunia 2009, United Nations Environment Programme (UNEP) telah menetapkan temanya yakni " Your Planet needs you: Unite to Combat ClimateChange." Di Indonesia, tema ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa sehingga berbunyi: "Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim."
Paulus Londo

Sumber:
Koran Akar Rumput
Hal. 6
01 – 07 April 2009