KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kawasan karst Sangkulirang-Mangkaliat Kalimantan Timur selama 10 tahun telah dilakukan penelitian oleh Pusat Penelitian Arkeologi Indonesia, Pusat Kajian Seni Rupa ITB, Maison Asie Pasifique, Farance dan Le Kalimanthrope Indo-franco, The Natural Conservancy (TNC) dan LIPI. Dalam rangka sosialisasi hasil penelitian tersebut Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan unsur penelitian pada tanggal 20 Desember 2004 di Jakarta.

Semiloka dibuka oleh Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Bapak Sudariyono, yang dalam sambutannya menekankan bahwa Semiloka Kawasan Karst Sangkulirang diharapkan dapat bersifat Implikatif dan didukung dengan komitmen barsama, dengan prinsip yang harus ditetapkan yaitu, perlindungan yang merupakan usaha untuk melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan yang mencakup perlindungan dan konservasi, terhadap, keunikan, kelangkaan dan keanekaragaman geologi, speologi dan bio-diversity, system tata air dan potensi sumberdaya air, nilai arkeologi, budaya dan ilmu pengetahuan, ekosistem asli dan langka, dan potensi pariwisata. Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa instansi terkait baik pusat maupun daerah, pemerhati Karst, Perguruan Tinggi dan LSM sebanyak 80 peserta.

Sedangkan para penyaji memfokuskan hasil penelitian dan ekspedisi oleh lembaga Penelitian (LIPI dan FSRDITB), Kebijakan Warisan Dunia oleh Menkokesra, Pengembangan Ekonomi Karst oleh Frank (TNC), Warisan Alam Dunia dan kendalanya oleh kehutanan, Warisan Budaya dan kendalanya oleh Pariwisata dan Budaya. Selain itu juga di bahas beberapa pandangan Strategi Aksi Tingkat Nasional dan Daerah menuju World Heritage oleh Bappenas, Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi
Asisten Deputi Urusan Ekosistem Darat, Deputi Bidang Pelestarian
Telpn/Fax. 021.8590 4934
Email : nonbudidaya@yahoo.com, / arif_suwanto@yahoo.com