KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 23 Juni 2008. UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang baru diterbitkan memberi mandat untuk mengembangkan dan menetapkan peraturan pelaksanaan, diantaranya terkait dengan penerapan instrumen ekonomi, seperti insentif dan disinsentif dan kompensasi. Selain itu, peran masyarakat dalam pengelolaan sampah diharapkan akan mampu mengurangi permasalahan sampah dimasa mendatang. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka atas sebagai bagian dari Program ESP2, kerjasama KLH dan Pemerintah Denmark, telah diselenggarakan seminar dan workshop yang membahas kebijakan pengolahan sampah terkini dan peluang penerapan instrumen ekonomi seperti retribusi dan sistem deposit refund guna mendukung keberhasilan pengelolaan sampah di Indonesia.

Seminar dan Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2008 di Hotel Atlet Century Park, dihadiri oleh sekitar 90 peserta. Nara Sumber dan pembicara pada pertemuan ini berasal dari berbagai kalangan, instansi pemerintah: KLH dan Departemen Pekerjaan Umum, dunia usaha: Body Shop dan PT MITTRAN, akademisi: IPB dan UNISBA. Sessi 1 dipandu oleh Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, Asdep Insentif & Pendanaan Lingkungan, KLH, dan menyajikan paparan dari Drs.Tri Bangun Laksono yang menyampaikan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Indonesia, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan & Pemukiman Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum yang membawakan materi Pengembangan Kebijakan Infrastruktur dalam Pengolahan Sampah, serta  Prof. Dr. Ir Achmad Fauzi, Msc Kepala Departemen Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, IPB yang memaparkan Overview Pemanfaatan Instrumen Ekonomi dan Pengelolaan Sampah.

Sessi 2 merupakan workshop yang bertujuan menghimpun masukan dan  rekomendasi tindak lanjut dari berbagai pihak. Sessi ini dipandu oleh Barlin, SH, MS (KLH), dengan nara sumber Ir. M. Satori, MT dari UNISBA yang menyampaikan Peluang Retribusi dalam berbagai pola pengelolaan sampah, Ir. Gustami, MSc dengan topik Peluang Penerapan Instrumen Ekonomi Deposit Refund, serta pembelajaran dari dunia usaha yaitu dibawakan oleh Direktur PT. Mittran Alsintani,  Hidayat, SE serta  Marthinus Kukuh dari The Body Shop Indonesia.

Beberapa catatan penting dan rekomendasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  • Pengelolaan sampah terkait dengan aspek teknis, pembiayaan, manajemen dan kelembagaan. Struktur biaya penanganan sampah seyogyanya dihitung dan dianalisa kembali dengan prinsip full cost recovery. Sehingga pengelolaan tersebut akan berbasis masyarakat dan self financed serta tidak membebani anggaran yang bersumber dari APBD;
  • Efektifitas kelembagaan menjadi faktor penting bagi keberhasilan pengelolaan sampah.  Fungsi kelembagaan penanganan sampah, dimana selama ini fungsi perencana, pengatur, pelaksana dan pengawas diselenggarakan secara sekaligus oleh satu institusi ditenggarai menjadi salah satu penyebab target pengelolaan sampah tidak bisa dicapai;
  • Terbatasnya alokasi dana bagi program pengelolaan sampah mengindikasikan bahwa pengelolaan sampah belum menjadi perhatian utama  pemerintah/PEMDA. Bahkan, data yang ada menunjukkan bahwa di beberapa daerah target penarikan retribusi sampah tidak mencapai target yang diharapkan. Oleh karenanya, PEMDA perlu mengembangkan alternatif sumber pembiayaan untuk pengelolaan sampah.
  • Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah investasi untuk penyediaan kebutuhan sarana dan prasarana yang lebih memadai guna mewujudkan pelayanan pengelolaan sampah. Selain itu, diharapkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta adanya berbagai regulasi akan membuka peluang usaha yang menguntungkan dan meningkatkan kerjasama pengelolaan sampah antara pemerintah dengan pihak swasta;
  • Instrumen Ekonomi (IE) dengan berbagai fungsi dan tipologinya dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan tujuan penerapannya, antara lain untuk mendorong perubahan perilaku yang diharapkan.  Namun demikian, keberhasilan penerapan IE juga ditentukan oleh pola pikir (‘mind set’) atau tata nilai yg ada pada;
  • Pengelolaan sampah melalui penerpan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) perlu terus ditingkatkan. Untuk itu, dibutuhkan kajian komprehensif diperlukan untuk penerapan sistem Deposit-Refund dan penerapan retribusi dengan pengenaan besaran tarif yang berbeda sesuai dengan tipe  penghasil sampah dan jenis sampah yang dibuang

Sumber :
Asisten Deputi urusan Insentif dan Pendanaan Lingkungan KLH.
Tel/fax. 021 8517161 atau  8517148 ext. 223