KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 13 Januari 2005 — Bertempat di Gedung C Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, KLH melalui Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Lingkungan, Sri Hudyastuti, menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Ekonomi dan Lingkungan: Dulu, Kini dan Mendatang”. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Arief Yuwono yang sekaligus mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menlh) Ir. Rachmat Witoelar yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti pertemuan Internasional di Moritius membahas tentang pulau-pulau kecil.

Seminar ini diselenggarakan dalam rangka mengkonkritkan upaya integrasi ekonomi dan lingkungan di tingkat kebijakan makro maupun operasional melalui: (i) penggunaan instrumen ekonomi dan (ii) mensinergikan pemikiran-pemikiran dan langkah-langkah penerapan Ekonomi Lingkungan dalam pertimbangan pembangunan. Diharapkan diskusi yang terjadi dapat mencapai sasaran arahan internalisasi lingkungan ke dalam kebijakan makro ekonomi, mempromosikan ekonomi lingkungan ke dalam setiap institusi dan memfasilitasi forum dialog ekonomi lingkungan antara para pemangku kepentingan pembangunan.

Pada seminar yang dihadiri 100 orang lebih sehingga kapasitas bangku harus ditambah tersebut, hadir para pakar dan tokoh di bidang lingkungan hidup, ekonomi, maupun ekonomi lingkungan seperti : Prof. Dr. Emil Salim, Dr. Deddy M. Riyadi, Prof. Dr. Ir. Surna T. Djajadiningrat, Kusmadi Saleh MA, Dr. Arianto A. Patunru dan Arief Istanto. Secara khusus, Dr. Sri Adiningsih, dan Dr. Hariadi Kartodihardjo yang dipandu oleh Akhmad Fauzi, Ph.D. menjadi pembahas utama makalah-makalah seminar yang dipresentasikan.

Dalam ceramah pembuka diskusi, Emil Salim meminta agar diskusi tidak terjebak ke dalam pengkotakkan disiplin ilmu — khususnya dikotomi aspek Ekonomi dan aspek Lingkungan/Ekologi. Internalisasi dan integrasi baru dapat terjadi apabila ada keterbukaan dan usaha untuk melihat benang merah keterkaitan aspek lingkungan dalam jargon ekonomi pembangunan. Secara khusus beliau menilai bahwa musibah Tsunami yang meluluhlantahkan Nanggroe Aceh Darusalam dapat menjadi entry point internalisasi ekonomi lingkungan dalam usaha rekonstruksi dan rehabilitasi yang akan dilakukan.

Beliau juga menambahkan bahwa aspek Tata Ruang di negara ini selalu dinomorduakan karena dinilai tidak pragmatis. Seminar ini bisa memanfaatkan momentum perbaikan kajian tata ruang yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan instrumen-instrumen ekonomi lingkungan, misalnya valuasi daya tarik investasi sebuah motel/hotel di lingkungan yang baik (contoh: tepi pantai) dibandingkan bila lokasi yang tersedia berada di lingkungan yang buruk dan tercemar.

Bertolak dari tata ruang berwawasan lingkungan yang telah mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi lingkungan, Aceh dapat menjadi model pembangunan Indonesia dengan menerapkan penataan ruang yang berwawasan lingkungan dan memiliki aspek ekonomi yang tinggi. Rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dapat mempertemukan tata ruang yang telah memperhatikan aspek pelindungan dari ancaman serupa dengan akomodasi kelangsungan ekonomi setempat. Pola kerja yang multi disiplin dan intersektoral bisa membuat Aceh menjadi titik awal perbaikan cara membangun Indonesia. Sehingga Emil Salim mengatakan bahwa “Bukan Indonesia yang membangun Aceh, tetapi Aceh yang membangun Indonesia”.

Makalah-makalah dalam Seminar kali ini antara lain adalah “Ekonomi dan Lingkungan Fondasi Perencanaan Pembangunan Nasional” yang dibawakan Dr. Deddy M. Riyadi; “Harmoniskah Lingkungan Hidup dan Ekonomi Makro?” oleh Dr. Arianto A. Patunru, “Perjalanan Ekonomi Lingkungan di Indonesia” oleh Prof. Dr. Ir. Surna Tjahja Djajadiningrat, “Berlanjutkah Pembangunan Kita? Integrasi Ekonomi dan Lingkungan dalam Pendapatan Nasional” oleh Kusmadi Saleh, MA, dan “Lingkungan Hidup sebagai Keunggulan Kompetitif Bisnis” oleh Arief Istanto. Makalah-makalah ini dibahas oleh Dr. Sri Adiningsih, dan Dr. Hariadi Kartodihardjo. (ry, lw)

Informasi lebih lanjut :
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Lingkungan
Sri Hudyastuti
Tlp./Fax. 021-8580106