KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Gempa diikuti tsunami di Aceh dan Sumatera Utara tidak hanya mengakibatkan hilangnya ratusan ribu nyawa manusia tetapi juga rusak dan tercemarnya lingkungan hidup. Diperkirakan kerugian akibat Kerusakan dan pencemaran lingkungan antara US$ 127 – 476 juta.

Masyarakat yang sedang mengalami trauma akibat bencana tersebut juga terancam kehidupannya karena kualitas lingkungan yang mnjadi buruk. Apabila kerusakan dan pencemartan lingkungan tidak ditangani secara benar akan menjadi persoalan baru bagi masyrakat korban gempa dan tsunami.

Beberapa masalah lingkungan yang akan terjadi antara lain:

1. Pencemaran air akibat kerusakan infrastruktur seperti septik tank, saluran air kotor, tangki penimbunan bahan-bahan yang mengandung bahan berbahaya beracun. Kerusakan ini menyebabkan terjadinya pencemaran air permukaan, tana dan air tanah;

2. Pencemaran limbah padat sebagai akibathancurnya daerah perumahan, pertokoan, industri dan rumah sakit menjadi sumber berbagai penyakit. Disamping mengandung bahan infeksius, sampah-sampah tersebut kemungkinan mengandung bahan berbahaya dan beracun;

3. Kerusakan kawasan pesisir dan pantai sebagai akibat arus balik tsunami ke laut membawa lumpur, sampah dan berbagai jenis limbah lainnya ke daerah pesisir;

4. Pencemaran udara sebagai akibat menumpuknya sampah-sampah, mayat dan bangkai binatang dapat menyebabkan penyebaran berbagai penyakit oleh mikroorganisme pathogen.

Masyarakat perlu memahami sedini mungkin masalah-masalah lingkungan yang dapat terjadi sebagai akibat hancurnya sebagai sarana infrastruktur kehidupan. Penyampaian informasi secara mudah dicerna dengan cara yang sederhana tentunya akan memudahkan masyarakat memahaminya.

Keterlibatan para artis, budayawan dan jurnalis akan sangat bermanfaat untuk menyampaikan pesan lingkungan kepada masyarakat di Aceh dan Sumatera. pesan-pesan lingkungan yang secara langsung berkaitan dengan aktifitas kehidupan keseharian masyarakat di wilayah bencana sangat penting untuk mengurangi kesalahan dalam penanganan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara.

Kami ucapkan penghargaan dan Ucapan terima kasih atas partisipasi dan kepedulian kalangan artis, budayawan dan jurnalis bersama-sama Kementerian lingkungan Hidup menyampaikan pesan-pesan lingkungan.

Informasi lebih lanjut:

Staf Ahli Menlh Bidang Sosial dan Budaya
Dr. Hendry Bastaman.
021 – 859 07086