KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

logo_ekolabel.jpgJakarta , 25 Juli 2006. Dalam ruang Tiara Hotel Crowne Plaza , diadakan penyerahan sertifikat Akreditasi Ekolabel dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) kepada PT. Mutuagung Lestari. Pemberian tersebut disaksikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Pejabat dan staf Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Disamping itu pula PT. Mutu Agung Lestari Menyerahkan Serifikat Ekolebel kepada PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Pemberian inipun dihadiripula oleh Sekjen Departemen Kehutanan yang mewakili Menteri Kehutanan yang berhalangan hadir.

Ekolabel adalah label, tanda atau sertifikat pada suatu produk yang memberikan keterangan kepada konsumen bahwa produk tersebut dalam daur hidupnya menimbulkan dampak lingkungan negatif yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis dengan tanpa bertanda ekolabel. Daur hidup produk mencakup perolehan bahan baku , proses pemuatan, pendistribusian, pemanfaatan, pembuangan serta pendaurulangan. Informasi ekolabel ini digunakan oleh pembeli atau calon pembeli dalam memilih produk yang diinginkan berdasarkan pertimbangan aspek lingkungan dan aspek lainnya. Di lain pihak, penyedia produk mengharapkan penerapan label lingkungan dapat mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk.

Sertifikasi Ekolabel Indonesia mempunyai visi dan misi yakni perangkat efektif untuk melindungi fungsi lingkungan hidup, kepentingan masyarakat dan peningkatan efisiensi serta daya saing, kemudian diharapkan terwujudnya sinergi pengendalian dampak negatif sesuai dengan daur hidup produk dan mendorong permintaan dan pemberian terhadap produk ramah lingkungan.

Sertifikasi Ekolabel Indonesia dikembangkan berdasarkan acuan yang telah berkembang yakni ISO 14024 (environmental labels and declarations – Type I ecolabelling – Principles and guidelines), ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 2 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan baku mutu lingkungan), konvensi internasional dan standar-standar terkait dengan produk serta Benchmarking dengan kriteria sejenis pada program ekolabel lainnya. Selanjutnya beberapa kelembagaan dan pihak terkait yang berkepentingan yakni, Kementerian Negara Lingkungan Hidup merumuskan penerapan ekolabel di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengesahkan kriteria (standar) ekolabel, Komite Akreditasi Nasional mengakreditasi lembaga sertifikasi ekolabel (LSE) dan LSE mengevaluasi dan menerbitkan sertifikat ekolabel.

Ekolabel Indonesia lahir dengan latar belakang bahwa tuntutan konsumen pada perdagangan Internasional semakin meningkat, pola konsumsi dunia juga cenderung mengarah pada Green Consumerism, misalnya di Jepang dikenal dengan sistem Green Purchase Law (Green Koo Nyu Hq) yang diberlakukan mulai April 2006, demand series produk yang berbasis pada kayu baik domestik maupun impor harus dilengkapi dokumen asal usul kayu; dan untuk saat ini pengecekan difokuskan pada 5 jenis barang yang bahan dasarnya menggunakan kayu yaitu kertas, alat tulis, bahan Interior dan Furniture. Di Jepang sendiri ekolabel dikenal dengan nama Eco-Mark yang ditangani oleh Japan Environment Association (JEA) dan merupakan anggota Global Ecolabelling Network yang saat ini telah memiliki 26 anggota dari seluruh dunia.

Perbedaan skema sertifikasi ekolabel di Indonesia dengan skema lain di luar negeri, misalnya Jepang adalah tidak diperlukannya verifikasi kepada industri di Lapangan. Komite cukup menilai dokumen yang dikirimkan oleh aplikan, demikian pula akreditasi laboratorium penguji bukan menjadi fokus utama. Kejujuran dan kepercayaan data yang diberikan merupakan kunci utama. Bila ada penyalahgunaan pemakaian logo, perusahaan harus menarik produk di pasar dan bayar denda serta berakibat reputasi perusahaan jatuh, bahkan dapat berakibat perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi,

Mengapa konsumen perlu beralih pada produk ekolabel ? Produk ekolabel adalah produk ramah lingkungan, yang mempertimbangkan mulai dari bahan baku yang legal dan dlikelolla secara lestari (untuk lingkup kertas), pengelolaan aspek lingkungan sesuai dengan ambang batas yang ditentukan, pengelolaan limbah dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam dan untuk ruang lingkup kertas cetak tanpa salut hal ini berpengaruh pada pelestarian hutan sebagai sumber bahan baku.

Logo dan skema ekolabel Indonesia diumurnkan kepada masyarakat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Standardisasi Nasional pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni 2004 di Jakarta . Perangkat penerapan sertifikasi ekolabel disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Komite Akreditasi Nasional, Instansi teknis terkait, Lembaga Sertifikasi, Laboratorium Penguji dan pihak lain sampai dengan akhir tahun 2004.

PT MUTUAGUNG LESTARI (MUTU Cerification) adalah lembaga sertifikasi swasta nasional yang berpengalaman memberikan jasa sertifikasi untuk sistern manajemen mutu (ISO 9000), sistern manajemen lingkungan (ISO 14000), Sertifikasi Hutan Lestari, Sertifikasi Pangan (HACCP), kalibrasi alat, setting laboratorium (ISO Guide 17025) dan diakreditasi oleh beberapa lembaga akreditasi yakni Komite Akreditasi Nasional (KAN), United Kingdom Accreditation Services (UKAS), Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), dan telah memperoleh pengakuan dari MAFF – The Ministery of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan sebagai satu-satunya ROCB-Registered overseas Certifying Body di Asia untuk melakukan kegiatan sertifikasi produk dengan tanda JAS (Japanese Agriculture Standard).

Sebagai Lembaga Sertifikasi MUTU Certification ikut berperan serta mengajukan sebagai Lembaga Sertifikasi Ekolabel (LSE) kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan selanjutnya untuk memenuhi persyaratan akreditasi dilakukan penilaian sistern mutu dan penyaksian (witnessed process) oleh KAN. Kemudian pada kesempatan pertama MUTU Certification telah memperoleh pengakuan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 9 Juni 2006 sebagai Lembaga Sertifikasi Ekolabel, dengan ruang lingkup Kertas Cetak Tanpa Salut; dan Tekstil dan Produk Tekstil; sedangkan untuk ruang lingkup lainnya masih dalam proses yakni serbuk deterjen pencuci sintentik untuk rumah tangga, kertas kemas dan kertas tissu.

Kegiatan sertifikasi ekolabel pada suatu unit usaha atau perusahaan bersifat sukarela, dimana unit usaha melakukan permohonan (aplikasi) kepada lembaga sertifikasi ekolabel untuk dievaluasi atau dinilai sesuai ruang lingkupnya dan kriteria ekolabel, yakni kriteria dan ambang batas terkait dengan hasil kajian daur hidup produk untuk aspek lingkungan yang signifikan, menilai prasyarat (penaatan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, pemenuhan standar mutu dan/atau penerapan sistem manajemen mutu, dan kemasan produk yang ramah lingkungan). Penilaian dilakukan dengan melalui evaluasi awal yakni guna mengetahui kelayakan permohonan sertiflkasi untuk diproses lebih lanjut ke tahap berikutnya, kemudian evaluasi lapangan yang meliputi audit lapangan dan/atau pegambilan serta pengujian contoh yang dilakukan oleh Evaluator sesuai ketentuan Pedoman KAN 804 Kriteria Kompetensi Evaluator Sertifikasi Ekolabel.

Perusahaan yang menerapkan ekolabel Indonesia untuk kertas cetak tanpa salut, memiliki sistern jaminan mutu produk dan sistern manajemen lingkungan, penggunaan bahan baku yang diperoleh secara legal dan/atau bersertifikat pengelolaan hutan yang lestari, penggunaan dan pengelolaan bahan kimia yang memenuhi kriteria ekolabel, serta minimum harus memperoleh peringkat proper biru, penggunaan energi listrik, uap dan air sesuai dengan kriteria ekol
abel.

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk dalam penerapan sertifikasi ekolabel dinyatakan telah memenuhi kriteria ekolabel (Pedoman KAN 813-2004) untuk ruang lingkup kertas cetak tanpa salut pada mesin kertas nomor 5, 8 , 9 dan 10 dan merek dagang Apollo dan Copy Cat (sertifikat nomor OOI/MALECO/VI/2006 tanggal 9 Juni 2006), demikian juga PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, untuk ruang lingkup kertas cetak tanpa salut pada mesin kertas nomor 8 dan 9 dan merek dagang Bola Dunia, Anchor, Golden Coin, Golden Star, Golden Plus, Galaxy Brite, Lucky Boss dan Absolute (sertifikat nomor 002/MALECO/VII/2006 tanggal 7 Juli 2006).

Untuk melihat konsistensi penerapan sistern dan standar ekolabel, setiap enam bulan sekali akan dilakukan pengawasan berkala yang memantau efektivitas dalam memproduksi produk berekolabel. Bila ditemukan adanya penyimpangan atau penyalahgunaan logo akan berakibat sertiflkat.dan penggunaan logo ditangguhkan dan produk tersebut harus ditarik dari pasar.

Pada sertifikasi Ekolabel, Industri dituntut benar-benar harus memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam kriteria ekolabel Indonesia , mengingat hal ini sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan dan pengelolaan lingkungan sekitarnya. Sertifikat Ekolabel dapat diberikan kepada industri apabila produk yang dinilai oleh Lembaga Sertifikasi telah memenuhi standar atau kriteria ekolabel Indonesia, ini dapat dibuktikan oleh industri melalui hasil uji yang telah mereka lakukan ke Lembaga penguji Independen yang telah diakreditasi dan verifikasi uji pada saat penilaian sertifikasi ekolabel.

erdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan yang ada di Indonesia telah sadar dengan mengembangkan produk ramah lingkungan melalui sertifikasi ekolabel dan agar dapat dipercaya oleh dunia luar maupun masyarakat / konsumen dan memilih produk ramah lingkungan.

pemohon.jpg

Informasi lebih lanjut :

PT. MUTUAGUNG LESTARI
Jl. Raya Bogor No. 19, KM 33,5 Cimangis Depok 16953
Telp 021 – 87402020; FAX 021 – 87740745/46

Asdep Urusan Standarisasi, Teknologi
Dan Produksi Bersih.
Telp: (021) 85906167 – 8580068 ext 243/244