KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bahan Perusak Ozon (BPO) seperti CFC (Chlorofluorocarbon) dan HCFC (Hydro-CFC) tidak hanya merusak lapisan ozon, tetapi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim global, karena bahan-bahan tersebut memiliki potensi pemanasan global (GWP – Global Warming Potential) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pertemuan negara Pihak Protokol Montreal pada akhir 2007 sepakat untuk mempercepat penghapusan HCFC. Penghapusan HCFC yang semula baru akan diberlakukan pada tahun 2040, disepakati dipercepat dengan pengurangan produksi dan konsumsi sebesar 97,5% pada tahun 2030. Jadwal pengurangan HCFC yang disepakati berlaku bagi negara Artikel-5 adalah sebagai berikut:

 

- Penetapan baseline berdasarkan rata-rata konsumsi tahun 2009-2010,

- Pembekuan pada tingkat baseline di awal tahun 2013,

- Pengurangan 10% dari tingkat baseline pada awal tahun 2015,

- Pengurangan 35% dari tingkat baseline pada awal tahun 2020,

- Pengurangan 65% dari tingkat baseline pada awal tahun 2025,

- Pengurangan 97,5% dari tingkat baseline pada awal tahun 2030,

- Pengurangan 100% dari tingkat baseline pada awal tahun 2040.

“Menyadari pentingnya aksi nyata masyarakat dunia untuk melindungi lapisan ozon dan sekaligus mengendalikan pemanasan global, maka Pemerintah Indonesia secara aktif mendukung keputusan percepatan penghapusan HCFC